alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

12 Hari, Ringkus 11 Budak Narkoba

PAMEKASAN – Pamekasan belum bebas dari bahaya laten narkoba. Warga yang tergiur pada bisnis haram itu cukup banyak. Terbukti, hanya dalam waktu 12 hari, polisi berhasil mengungkap 7 kasus dengan 11 tersangka.

Ironisnya, satu di antaranya masih berusia 16 tahun. Dia berinisial AH, warga Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo. Sekarang polisi melakukan proses diversi lantaran masih di bawah umur.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, polisi melakukan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 12 hari sejak 26 Januari–6 Februari.

Polisi berhasil mengungkap 7 kasus. Empat kasus di antaranya merupakan target operasi (TO) sejak tiga bulan lalu. Dari 11 tersangka yang diamankan, 3 orang merupakan pengedar dan 8 lainnya sebagai pemakai.

Baca Juga :  Oknum Aparat Desa Terancam Pidana

Mereka adalah, Eko Maulani, 28; Putra Giadi, 23; Noval Kusdianto, 23; dan Muzakki, 33. Kemudian, Joni Ariska, 20; Joni Pranata, 25 serta Ach. Khusnul Hitami, 20.

Tersangka lain yakni, Supriyadi Yanto, 25; Yudi Widanarko, 32; dan Abdul Mubarok, 20. Sementara AH usianya masih 16 tahun. ”Pada saat penangkapan tidak ada perlawanan,” ujarnya, kemarin (7/2).

Dari tangan tersangka, total barang bukti narkoba yang disita sebanyak 4,29 gram sabu-sabu dan seperangkat alat isap. Tempat kejadian perkara (TKP) beredar di 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, Pademawu, dan Galis.

Penangkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satreskrim Polres Pamekasan, personel polsek, dan satgas. Pada operasi tersebut 70 personel diturunkan.

Baca Juga :  Tersangka Pengedar Narkoba Terancam 5 Tahun Penjara

Hasil keterangan tersangka, narkoba yang diperoleh itu berasal dari tiga jaringan dan dari luar Pamekasan. Polisi terus melakukan pengejaran, utamanya terhadap bandar yang mengendalikan pengedar tersebut.

Teguh menyampaikan, faktor yang memicu adanya pengedar narkoba itu karena persoalan ekonomi. Sementara untuk pemakai, biasanya dipengaruhi lingkungan sekitar. ”Pengejaran terhadap bandar terus kami lakukan,” janjinya.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan APK M. Sjaiful menambahkan, polisi terus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan bandar. Dari keterangan tersangka, akses barang haram itu semuanya dari luar Pamekasan. ”Butuh kesabaran dan waktu. Mohon doa dari rekan-rekan pers,” tandasnya.

 

PAMEKASAN – Pamekasan belum bebas dari bahaya laten narkoba. Warga yang tergiur pada bisnis haram itu cukup banyak. Terbukti, hanya dalam waktu 12 hari, polisi berhasil mengungkap 7 kasus dengan 11 tersangka.

Ironisnya, satu di antaranya masih berusia 16 tahun. Dia berinisial AH, warga Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo. Sekarang polisi melakukan proses diversi lantaran masih di bawah umur.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, polisi melakukan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 12 hari sejak 26 Januari–6 Februari.


Polisi berhasil mengungkap 7 kasus. Empat kasus di antaranya merupakan target operasi (TO) sejak tiga bulan lalu. Dari 11 tersangka yang diamankan, 3 orang merupakan pengedar dan 8 lainnya sebagai pemakai.

Baca Juga :  Lima Orang Dilepas, Empat Ditetapkan Tersangka 

Mereka adalah, Eko Maulani, 28; Putra Giadi, 23; Noval Kusdianto, 23; dan Muzakki, 33. Kemudian, Joni Ariska, 20; Joni Pranata, 25 serta Ach. Khusnul Hitami, 20.

Tersangka lain yakni, Supriyadi Yanto, 25; Yudi Widanarko, 32; dan Abdul Mubarok, 20. Sementara AH usianya masih 16 tahun. ”Pada saat penangkapan tidak ada perlawanan,” ujarnya, kemarin (7/2).

Dari tangan tersangka, total barang bukti narkoba yang disita sebanyak 4,29 gram sabu-sabu dan seperangkat alat isap. Tempat kejadian perkara (TKP) beredar di 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, Pademawu, dan Galis.

Penangkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satreskrim Polres Pamekasan, personel polsek, dan satgas. Pada operasi tersebut 70 personel diturunkan.

Baca Juga :  H. Safiudin Dianiya setelah Turun dari Pesawat

Hasil keterangan tersangka, narkoba yang diperoleh itu berasal dari tiga jaringan dan dari luar Pamekasan. Polisi terus melakukan pengejaran, utamanya terhadap bandar yang mengendalikan pengedar tersebut.

Teguh menyampaikan, faktor yang memicu adanya pengedar narkoba itu karena persoalan ekonomi. Sementara untuk pemakai, biasanya dipengaruhi lingkungan sekitar. ”Pengejaran terhadap bandar terus kami lakukan,” janjinya.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan APK M. Sjaiful menambahkan, polisi terus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan bandar. Dari keterangan tersangka, akses barang haram itu semuanya dari luar Pamekasan. ”Butuh kesabaran dan waktu. Mohon doa dari rekan-rekan pers,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/