alexametrics
21.1 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Congkel Rumah Warga, Perempuan Ini Nyaris Dimassa

SUMENEP – Sri Marhama, warga Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, harus berurusan dengan polisi. Perempuan 38 tahun itu diduga melakukan percobaan pencurian. Dia tepergok sedang mencongkel pintu rumah warga Rabu (7/2).

Sri ditangkap warga Jalan Giliraja, Perumnas Giling, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, sekitar pukul 10.20. Aksi Sri diketahui Yayan, 30, warga setempat. Gerak geriknya mencurigakan masuk wilayah perumahan. Terlebih saat meloncat pagar ke pekarangan rumah Mohammad Arifin yang sedang kosong.

Saat itu dia berusaha membuka pintu rumah depan dengan cara mencongkel. Yayan mengaku sempat menegur. Namun, Sri mengaku disuruh pemilik rumah. Karena itu, Yayan yang hendak mengantarkan pesanan air minum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  BRI Group Bagi 80.000 Paket Sembako

Di perjalanan Yayan berpapasan dengan pemilik rumah. Dari situ terungkap tuan rumah tidak pernah merasa menyuruh orang lain ke rumahnya. Apalagi, Mohammad Arifin sudah mengunci pintu sebelum keluar.

Sontak pemilik rumah dan warga sekitar berusaha mengejar dan menangkap Sri. Setelah itu, dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP). Sri diketahui membawa peralatan sebilah parang dan dua obeng.

Tersangka berhasil merusak pintu. Salah satu pintu sudah dilubangi dengan parang. ”Pelaku nyaris dimassa. Beruntung sebagian ada yang berusaha meminta warga setempat bersabar,” ucap Ansori, 37, seorang warga.

Tak berselang lama, polisi dan anggota TNI datang. Selanjutnya, Sri diserahkan ke Satreskrim Polres Sumenep. ”Memang benar ada kejadian tersebut di wilayah hukum kami. Tapi, kasus ini langsung ditangani Polres Sumenep,” terang Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, PDI Perjuangan Sumenep Panaskan Mesin Partai

Widiarti menjelaskan, rumah Mohammad Arifin memang dalam kondisi kosong. Warga mengetahui ketika ada orang asing yang diduga hendak melakukan pencurian. Karena itu, ditangkap dan diserahkan ke polisi.

SUMENEP – Sri Marhama, warga Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, harus berurusan dengan polisi. Perempuan 38 tahun itu diduga melakukan percobaan pencurian. Dia tepergok sedang mencongkel pintu rumah warga Rabu (7/2).

Sri ditangkap warga Jalan Giliraja, Perumnas Giling, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, sekitar pukul 10.20. Aksi Sri diketahui Yayan, 30, warga setempat. Gerak geriknya mencurigakan masuk wilayah perumahan. Terlebih saat meloncat pagar ke pekarangan rumah Mohammad Arifin yang sedang kosong.

Saat itu dia berusaha membuka pintu rumah depan dengan cara mencongkel. Yayan mengaku sempat menegur. Namun, Sri mengaku disuruh pemilik rumah. Karena itu, Yayan yang hendak mengantarkan pesanan air minum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Dilaporkan Warganya, Kades Cangkreng Jadi Tersangka

Di perjalanan Yayan berpapasan dengan pemilik rumah. Dari situ terungkap tuan rumah tidak pernah merasa menyuruh orang lain ke rumahnya. Apalagi, Mohammad Arifin sudah mengunci pintu sebelum keluar.

Sontak pemilik rumah dan warga sekitar berusaha mengejar dan menangkap Sri. Setelah itu, dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP). Sri diketahui membawa peralatan sebilah parang dan dua obeng.

Tersangka berhasil merusak pintu. Salah satu pintu sudah dilubangi dengan parang. ”Pelaku nyaris dimassa. Beruntung sebagian ada yang berusaha meminta warga setempat bersabar,” ucap Ansori, 37, seorang warga.

Tak berselang lama, polisi dan anggota TNI datang. Selanjutnya, Sri diserahkan ke Satreskrim Polres Sumenep. ”Memang benar ada kejadian tersebut di wilayah hukum kami. Tapi, kasus ini langsung ditangani Polres Sumenep,” terang Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, PDI Perjuangan Sumenep Panaskan Mesin Partai

Widiarti menjelaskan, rumah Mohammad Arifin memang dalam kondisi kosong. Warga mengetahui ketika ada orang asing yang diduga hendak melakukan pencurian. Karena itu, ditangkap dan diserahkan ke polisi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/