alexametrics
19.8 C
Madura
Friday, July 1, 2022

WhatsApp Sediakan Fitur Pornografi

PAMEKASAN – WhatsApp (WA) menjadi sorotan karena diduga menyediakan fitur berbau pornografi. Pengguna aplikasi WA bisa mengakses gambar berbau porno di konten GIF. Pemerintah diminta bersikap tegas terkait masalah tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, pemerintah harus melayangkan protes kepada perusahaan penyedia aplikasi WA. Sebab, aplikasi tersebut menyisipkan fitur berbau pornografi. Padahal WA digunakan berbagai kalangan usia.

Pengguna aplikasi WA mulai dari orang tua, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Tidak jarang pelajar SMP bahkan SD menggunakan aplikasi tersebut. Jika konten berbau pornografi mudah diakses melalui WA, bukan tidak mungkin berdampak buruk pada mental dan moral generasi bangsa.

”Pemerintah wajib bertindak tegas, harus protes, dan mendesak konten pornografi dihapus,” kata Ismail Senin (6/11). Jika perusahaan penyedia aplikasi WA ngeyel, pemerintah harus memberi sanksi tegas. Salah satunya, tidak mengizinkan aplikasi tersebut beroperasi di Indonesia.

Baca Juga :  Berharap Tuah sang Sarjana

Politikus Demokrat itu menyampaikan, konten berbau pornografi di aplikasi WA tidak bisa ditoleransi. Jika dibiarkan, akan merusak moral bangsa, khususnya generasi muda yang merupakan pengguna gadget paling banyak. ”Berbahaya bagi generasi bangsa,” ujarnya.

Ismail berharap, orang tua waspada terhadap konten berbau pornografi. Tidak ada salahnya orang tua mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai fitur pornografi yang ada di aplikasi WA diakses anak di bawah umur.

Pemkab Pamekasan diminta mengirimkan aspirasi masyarakat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Aspirasi itu mengenai keberatan warga atas konten pornografi yang ada di aplikasi WA.

Untuk diketahui, fungsi GIF menampilkan gambar bergerak mirip video berdurasi singkat. Konten digital dengan format GIF yang muncul di WhatsApp disediakan oleh Giphy dan Tenor.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Pelaku Penembakan, Terungkap Pelaku Sahabat Korban

 

PAMEKASAN – WhatsApp (WA) menjadi sorotan karena diduga menyediakan fitur berbau pornografi. Pengguna aplikasi WA bisa mengakses gambar berbau porno di konten GIF. Pemerintah diminta bersikap tegas terkait masalah tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, pemerintah harus melayangkan protes kepada perusahaan penyedia aplikasi WA. Sebab, aplikasi tersebut menyisipkan fitur berbau pornografi. Padahal WA digunakan berbagai kalangan usia.

Pengguna aplikasi WA mulai dari orang tua, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Tidak jarang pelajar SMP bahkan SD menggunakan aplikasi tersebut. Jika konten berbau pornografi mudah diakses melalui WA, bukan tidak mungkin berdampak buruk pada mental dan moral generasi bangsa.


”Pemerintah wajib bertindak tegas, harus protes, dan mendesak konten pornografi dihapus,” kata Ismail Senin (6/11). Jika perusahaan penyedia aplikasi WA ngeyel, pemerintah harus memberi sanksi tegas. Salah satunya, tidak mengizinkan aplikasi tersebut beroperasi di Indonesia.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Pelaku Penembakan, Terungkap Pelaku Sahabat Korban

Politikus Demokrat itu menyampaikan, konten berbau pornografi di aplikasi WA tidak bisa ditoleransi. Jika dibiarkan, akan merusak moral bangsa, khususnya generasi muda yang merupakan pengguna gadget paling banyak. ”Berbahaya bagi generasi bangsa,” ujarnya.

Ismail berharap, orang tua waspada terhadap konten berbau pornografi. Tidak ada salahnya orang tua mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai fitur pornografi yang ada di aplikasi WA diakses anak di bawah umur.

Pemkab Pamekasan diminta mengirimkan aspirasi masyarakat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Aspirasi itu mengenai keberatan warga atas konten pornografi yang ada di aplikasi WA.

Untuk diketahui, fungsi GIF menampilkan gambar bergerak mirip video berdurasi singkat. Konten digital dengan format GIF yang muncul di WhatsApp disediakan oleh Giphy dan Tenor.

Baca Juga :  Sidang Muarah Usai Lebaran

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/