alexametrics
21 C
Madura
Saturday, August 20, 2022

Guru Yang Cabuli Siswa Sering Minta Uang ke Bupati

SAMPANG – Pelecehan seksual terhadap anak masih saja terjadi di Sampang. Terbaru menimpa pelajar SMP berinisial F, 16. Remaja putri itu diduga dicabuli Moh. Hasbi, oknum guru di sebuah SD negeri di Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang dugaan pencabulan itu. Dia meminta supaya Moh. Hasbi ditahan. Bupati geram karena kejadian tidak bermoral itu dilakukan oleh oknum guru yang berstatus PNS.

”Kami minta ditahan. Tidak boleh itu. Apalagi statusnya guru PNS,” kata Fadhilah. Jika sudah ada putusan dari pengadilan, oknum guru itu akan langsung dipecat. ”Saya pecat. Informasinya banyak (korban, Red),” ujarnya.

Fadhilah mengakui Moh. Hasbi kerap mendatangi dirinya meminta uang. Alasannya, uang tersebut akan digunakan untuk santunan kepada yatim piatu. ”Tiap bulan minta uang ke saya Rp 200 ribu untuk yatim piatu. Jangan-jangan uangnya untuk melecehkan anak-anak,” ucapnya.

Baca Juga :  Digugat hingga MA, RSIA Mukti Husada Menang

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Sabtu siang (4/11). Atas laporan itu pihaknya langsung mendatangi rumah pelaku dan melakukan penangkapan.

Kronologinya, korban bertahun-tahun dititipkan di rumah pelaku. Sebab, orang tua korban menjadi TKI di Arab Saudi. Pelaku melancarkan aksinya dengan segala bujuk rayu. ”Korban disetubuhi sejak 2013–2017. Korban hamil tiga bulan tapi digugurkan,” ungkapnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Menurut Hery, janin yang ada di kandungan korban digugurkan atas permintaan pelaku. ”Kami masih dalam pengembangan penyidikan. Informasinya, korbannya lebih dari satu orang. Namun, sementara ini pelapor hanya satu orang,” tandasnya.

SAMPANG – Pelecehan seksual terhadap anak masih saja terjadi di Sampang. Terbaru menimpa pelajar SMP berinisial F, 16. Remaja putri itu diduga dicabuli Moh. Hasbi, oknum guru di sebuah SD negeri di Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang dugaan pencabulan itu. Dia meminta supaya Moh. Hasbi ditahan. Bupati geram karena kejadian tidak bermoral itu dilakukan oleh oknum guru yang berstatus PNS.

”Kami minta ditahan. Tidak boleh itu. Apalagi statusnya guru PNS,” kata Fadhilah. Jika sudah ada putusan dari pengadilan, oknum guru itu akan langsung dipecat. ”Saya pecat. Informasinya banyak (korban, Red),” ujarnya.


Fadhilah mengakui Moh. Hasbi kerap mendatangi dirinya meminta uang. Alasannya, uang tersebut akan digunakan untuk santunan kepada yatim piatu. ”Tiap bulan minta uang ke saya Rp 200 ribu untuk yatim piatu. Jangan-jangan uangnya untuk melecehkan anak-anak,” ucapnya.

Baca Juga :  Tim Sukses Merasa Janggal Penahanan Taufadi

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Sabtu siang (4/11). Atas laporan itu pihaknya langsung mendatangi rumah pelaku dan melakukan penangkapan.

Kronologinya, korban bertahun-tahun dititipkan di rumah pelaku. Sebab, orang tua korban menjadi TKI di Arab Saudi. Pelaku melancarkan aksinya dengan segala bujuk rayu. ”Korban disetubuhi sejak 2013–2017. Korban hamil tiga bulan tapi digugurkan,” ungkapnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Menurut Hery, janin yang ada di kandungan korban digugurkan atas permintaan pelaku. ”Kami masih dalam pengembangan penyidikan. Informasinya, korbannya lebih dari satu orang. Namun, sementara ini pelapor hanya satu orang,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

BPJS Ketenagakerjaan Kunjungi JPRM

Proyek Jaringan Irigasi Seumur Jagung

DPRD Ingatkan Hak Nelayan Terdampak

Artikel Terbaru

/