alexametrics
21.1 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Tunda Pemilihan BPD Serentak

BANGKALAN – Pemilihan anggota badan permusyawaratan desa (BPD) secara serentak dijadwalkan digelar Rabu (9/10). Namun karena faktor keamanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan diundur kegiatan tersebut.

Kabid Pemdes DPMD Bangkalan Amir Lutfi mengutarakan, rencananya ada 256 desa yang melakukan pemilihan BPD, tetapi gagal. Sebab, petugas keamanan belum lengkap. Apalagi, akhir-akhir ini banyak aksi. ”Instruksi dari pihak keamanan suruh tunda,” katanya kemarin (6/10).

Lutfi belum bisa memastikan kapan pemilihan BPD digelar. Pihaknya perlu melaksanakan rapat koordinasi kembali. Menurut dia, apabila ada desa yang mengklaim sudah melaksanakan pemilihan BPD, itu ilegal dan tidak sah. ”Tunggu rapat koordinasi lagi, kepastiannya kapan,” ucapnya.

Baca Juga :  JJS HUT Bhayangkara Meriah

Penundaan pelaksanaan pemilihan anggota BPD serentak sudah disampaikan ke tiap desa. Panitia harus menunggu info selanjutnya. ”Sampai sekarang, tahapannya sudah penetapan calon, tapi belum dipilih karena harus nunggu dulu,” sebutnya.

Lutfi menjelaskan, jumlah anggota BPD di tiap desa variatif. Bergantung jumlah penduduk, dusun, dan besaran alokasi dana desa (ADD). Jika hanya dua dusun, minimal lima orang. ”Kalau dusun dan penduduknya banyak, bisa sembilan anggota,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Moh. Mujibur Rahman menyatakan, sejak komisi A dibentuk, sudah ada audiensi dari dua desa. Yakni, Desa Pakaan Dajah, Galis, dan Banyuning Laok, Geger. Salah satu yang disampaikan yakni penyusunan panitia yang dinilai cacat hukum.

Baca Juga :  Perebutan Kursi Sekkab Dimulai, Delapan Pejabat Melamar

Karena itu, pihaknya bersama anggota yang lain secepatnya akan memanggil pejabat DPMD. ”Intinya, supaya tidak terjadi konflik. Pemilihan anggota BPD harus dilaksanakan sesuai aturan. Sebab, itu sebagai acuan final,” pungkasnya.

BANGKALAN – Pemilihan anggota badan permusyawaratan desa (BPD) secara serentak dijadwalkan digelar Rabu (9/10). Namun karena faktor keamanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan diundur kegiatan tersebut.

Kabid Pemdes DPMD Bangkalan Amir Lutfi mengutarakan, rencananya ada 256 desa yang melakukan pemilihan BPD, tetapi gagal. Sebab, petugas keamanan belum lengkap. Apalagi, akhir-akhir ini banyak aksi. ”Instruksi dari pihak keamanan suruh tunda,” katanya kemarin (6/10).

Lutfi belum bisa memastikan kapan pemilihan BPD digelar. Pihaknya perlu melaksanakan rapat koordinasi kembali. Menurut dia, apabila ada desa yang mengklaim sudah melaksanakan pemilihan BPD, itu ilegal dan tidak sah. ”Tunggu rapat koordinasi lagi, kepastiannya kapan,” ucapnya.

Baca Juga :  Baddrut Tamam Tekankan Pilkada Santun dan Beradab

Penundaan pelaksanaan pemilihan anggota BPD serentak sudah disampaikan ke tiap desa. Panitia harus menunggu info selanjutnya. ”Sampai sekarang, tahapannya sudah penetapan calon, tapi belum dipilih karena harus nunggu dulu,” sebutnya.

Lutfi menjelaskan, jumlah anggota BPD di tiap desa variatif. Bergantung jumlah penduduk, dusun, dan besaran alokasi dana desa (ADD). Jika hanya dua dusun, minimal lima orang. ”Kalau dusun dan penduduknya banyak, bisa sembilan anggota,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Moh. Mujibur Rahman menyatakan, sejak komisi A dibentuk, sudah ada audiensi dari dua desa. Yakni, Desa Pakaan Dajah, Galis, dan Banyuning Laok, Geger. Salah satu yang disampaikan yakni penyusunan panitia yang dinilai cacat hukum.

Baca Juga :  Banyak BUMDes Tak Produktif

Karena itu, pihaknya bersama anggota yang lain secepatnya akan memanggil pejabat DPMD. ”Intinya, supaya tidak terjadi konflik. Pemilihan anggota BPD harus dilaksanakan sesuai aturan. Sebab, itu sebagai acuan final,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/