alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Achmad Syafii Pulang ke Pamekasan. Ada apa?

PAMEKASAN – Bupati (nonaktif) Achmad Syafii menghirup udara segar kemarin (6/10). Tersangka dugaan suap terhadap Mantan Kajari Rudi Indra Prasetya itu juga berkesempatan bertemu keluarga. Syafii mendapat dispensasi pulang kampung untuk melayat ke rumah mertuanya yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Meski diberi keringanan, mantan ketua DPRD Pamekasan itu dikawal ketat aparat kepolisian. Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tiga mobil rombongan tiba di Mapolres Pamekasan sekitar pukul 11.00. Syafii mengenakan batik putih lengan panjang, lengkap dengan kopiah dan celana kain warna hitam.

Tidak luput, rompi warna oranye bertulis ”Tahanan KPK” berbalut di tubuh pria yang mulai mengurus itu. Senyum khas orang nomor satu di Pamekasan itu tersungging kepada sejumlah awak media yang menyalami.

Baca Juga :  Eks Kajari Pamekasan Pernah Stop Kasus Hukum

Tidak ada kata-kata dari Syafii. Pengawal dari kepolisian langsung mengarahkan menuju kantor utama polres. Mantan anggota DPR itu kemudian melaksanakan Salat Jumat di masjid polres.

Pasca menjalankan ibadah Salat Jumat, Syafii kembali masuk mobil yang membawanya. Dia langsung menuju kediaman sang mertua di Kelurahan Kowel. Pengawalan ketat dari aparat kepolisian tetap dilakukan.

Informasi yang diterima JPRM, setibanya di kediaman alm. KH Zaini Abdullah, Syafii disambut haru. Warga bergantian menyalami bupati dua periode itu. Bahkan, sejumlah warga meneteskan air mata. ”Hanya melayat,” kata sumber koran ini yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Seperti diberitakan, Rabu (2/8), KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. KPK mengamankan Kajari Rudi, Kepala Inspektorat Sutjipto Utomo, dan Kabag Adminisitrasi Inspektorat Noer Solehoddin.

Baca Juga :  Mulai Matangkan Teknis Kegiatan

OTT itu terkait dugaan kasus suap kepada Kajari Rudi dari Kades Dasok Agus Mulyadi melalui Sutjipto Utomo. Hasil pengembangan, Bupati (nonaktif) Syafii diduga juga terlibat. KPK mengamankan Syafii usai menghadiri TMMD. KPK menetapkan lima orang tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

PAMEKASAN – Bupati (nonaktif) Achmad Syafii menghirup udara segar kemarin (6/10). Tersangka dugaan suap terhadap Mantan Kajari Rudi Indra Prasetya itu juga berkesempatan bertemu keluarga. Syafii mendapat dispensasi pulang kampung untuk melayat ke rumah mertuanya yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Meski diberi keringanan, mantan ketua DPRD Pamekasan itu dikawal ketat aparat kepolisian. Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tiga mobil rombongan tiba di Mapolres Pamekasan sekitar pukul 11.00. Syafii mengenakan batik putih lengan panjang, lengkap dengan kopiah dan celana kain warna hitam.

Tidak luput, rompi warna oranye bertulis ”Tahanan KPK” berbalut di tubuh pria yang mulai mengurus itu. Senyum khas orang nomor satu di Pamekasan itu tersungging kepada sejumlah awak media yang menyalami.

Baca Juga :  Pak Haji Sediakan Bilik Asmara Esek-Esek

Tidak ada kata-kata dari Syafii. Pengawal dari kepolisian langsung mengarahkan menuju kantor utama polres. Mantan anggota DPR itu kemudian melaksanakan Salat Jumat di masjid polres.

Pasca menjalankan ibadah Salat Jumat, Syafii kembali masuk mobil yang membawanya. Dia langsung menuju kediaman sang mertua di Kelurahan Kowel. Pengawalan ketat dari aparat kepolisian tetap dilakukan.

Informasi yang diterima JPRM, setibanya di kediaman alm. KH Zaini Abdullah, Syafii disambut haru. Warga bergantian menyalami bupati dua periode itu. Bahkan, sejumlah warga meneteskan air mata. ”Hanya melayat,” kata sumber koran ini yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Seperti diberitakan, Rabu (2/8), KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. KPK mengamankan Kajari Rudi, Kepala Inspektorat Sutjipto Utomo, dan Kabag Adminisitrasi Inspektorat Noer Solehoddin.

Baca Juga :  Camat Geger Bangkalan Dipukuli Tiga Warga Desa Katol Barat

OTT itu terkait dugaan kasus suap kepada Kajari Rudi dari Kades Dasok Agus Mulyadi melalui Sutjipto Utomo. Hasil pengembangan, Bupati (nonaktif) Syafii diduga juga terlibat. KPK mengamankan Syafii usai menghadiri TMMD. KPK menetapkan lima orang tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/