alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Sidang Lanjutan Mantan Anggota DPRD

SURABAYA – Dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) yang dilakukan mantan anggota DPRD Bangkalan, Ahmad Safrudin, terus menggelinding. Kamis (6/9) jaksa mendatangkan tiga orang saksi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sidang terhadap terdakwa berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi itu digelar mulai pukul 12.00 hingga 14.00. Agenda sidang yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya itu mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Tiga saksi yang dihadirkan jaksa adalah Muhammad Idris, mantan anggota DPRD Bangkalan. Kemudian, mantan sekretaris dewan yang kini menjabat Kepala Bakesbangpol Bangkalan Sugeng Tommy Firyanto dan Kabag Rumah Tangga Sekretariat Dewan Ismail.

Sidang sebelumnya jaksa sudah membacakan dakwaan terdahap Ahmad Safrudin. Mantan anggota Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat itu didakwa dengan pasal 2, pasal 3 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 10 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Sidang Babur dan Koko Tinggal Tunggu Ini

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, sidang selanjutnya masih tetap meminta keterangan saksi yang akan dihadirkan jaksa. Dia enggan membeberkan identitas saksi yang bakal didatangkan. ”Masih banyak juga saksi yang akan dihadirkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33, warga satu desa dengannya. Mobil hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat.

 Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, kendaraan itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. Polisi lantas menetapkan dia sebagai daftar pencarian orang (DPO). Senin (9/7) sekitar pukul 00.30 berhasil menciduk Safrudin di kawasan pantai tak jauh dari rumahnya.

Baca Juga :  Pasangan Harus Bebas Covid-19

SURABAYA – Dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) yang dilakukan mantan anggota DPRD Bangkalan, Ahmad Safrudin, terus menggelinding. Kamis (6/9) jaksa mendatangkan tiga orang saksi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sidang terhadap terdakwa berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi itu digelar mulai pukul 12.00 hingga 14.00. Agenda sidang yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya itu mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Tiga saksi yang dihadirkan jaksa adalah Muhammad Idris, mantan anggota DPRD Bangkalan. Kemudian, mantan sekretaris dewan yang kini menjabat Kepala Bakesbangpol Bangkalan Sugeng Tommy Firyanto dan Kabag Rumah Tangga Sekretariat Dewan Ismail.


Sidang sebelumnya jaksa sudah membacakan dakwaan terdahap Ahmad Safrudin. Mantan anggota Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat itu didakwa dengan pasal 2, pasal 3 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 10 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Alyssa dan Persoalan Hidup yang Bertubi

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, sidang selanjutnya masih tetap meminta keterangan saksi yang akan dihadirkan jaksa. Dia enggan membeberkan identitas saksi yang bakal didatangkan. ”Masih banyak juga saksi yang akan dihadirkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33, warga satu desa dengannya. Mobil hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat.

 Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, kendaraan itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. Polisi lantas menetapkan dia sebagai daftar pencarian orang (DPO). Senin (9/7) sekitar pukul 00.30 berhasil menciduk Safrudin di kawasan pantai tak jauh dari rumahnya.

Baca Juga :  Polisi Razia Balapan Liar Jalan Kabupaten

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/