alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Satpol PP Tutup Toko Modern Tak Berizin

SAMPANG – Pengusaha hendaknya melengkapi semua persyaratan perizinan. Jika melanggar harus siap berhadapan dengan aparat. Satpol PP Sampang menyegel Indomaret di Jalan Jaksa Agung Suprapto karena diduga tidak berizin, Selasa (5/9).

Petugas penegak peraturan daerah (perda) itu kembali menyegel Indomaret di Jalan Raya Jrengik, Desa Kalangan Prao, Kecamatan Jrengik, Sampang, kemarin (6/9). Pembangunan toko modern itu juga ditutup karena tidak berizin.

Selain itu, pendirian toko modern tersebut ditengarai terjadi manipulasi data. Tanda tangan warga sekitar dipalsukan, batasan tanah di sebelah timur disebut berbatasan dengan rumah dinas. Padahal tanah milik warga. Tanggal pengajuan tertera Selasa (21/2). Padahal belum pernah dilakukan.

Hal itu terkuak ketika satpol PP mendapatkan informasi. Enam petugas kemudian melihat langsung ke lokasi. Pembangunan toko masih proses. ”Kami lakukan penyelidikan dan kroscek langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat,” kata Kasi Penyidik Satpol PP Sampang Moh. Jalil.

Baca Juga :  Jangan Ketinggalan, Pencoblosan Tutup Pukul 13.00

Dari lokasi itu petugas mengetahui bahwa pengusaha hanya mengurus izin RT/RW. Sementara izin pembangunan tidak ada. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

”Pelanggaran Perda 7/2013 tentang Pengelolaan Paksa. Besok (hari ini, Red) akan ditutup paksa,” tegas Jalil.

Pendirian bangunan yang diyakini tidak dilengkapi izin itu diakui Fauzan Adima, warga sekitar. Menurut dia, pembangunan dilakukan sejak Januari lalu. Dia mengaku sudah bertanya ke Kades, camat Jrengik, dan bagian perizinan.

”Sebagai warga sekitar, saya sangat dirugikan karena itu tidak berizin. Batasan tanah ada manipulasi data dan juga tanda tangan warga,” beber pria yang juga pimpinan DPRD Sampang itu.

Politikus Partai Demokrat itu menduga ada oknum pegawai Kecamatan Jrengik yang bermain. Tengara itu diperkuat dengan beroperasinya toko tersebut meski belum mengantongi izin dan sebagian bangunan belum selesai. ”Kami minta harus diproses. Kalau tidak berizin ya harus ditutup paksa,” pintanya.

Baca Juga :  Sebar Adegan Ranjang Pacar, Sali Diringkus

Kepala DPMPTSP Sampang Heri Purnomo membenarkan pendirian toko modern itu belum ada izin. Selama memimpin DPMPTSP dia tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan toko modern. ”Ini kan harus ada rekomendasi Pak Bupati,” jelasnya.

Mantan kepala Disdik Sampang itu menambahkan, jika melanggar aturan, pihaknya meminta kepada penegak perda melakukan penutupan. ”Itu sudah kewenangan satpol PP. Kami berkoordinasi melaporkan kepada pihak terkait supaya ditutup,” pintanya.

SAMPANG – Pengusaha hendaknya melengkapi semua persyaratan perizinan. Jika melanggar harus siap berhadapan dengan aparat. Satpol PP Sampang menyegel Indomaret di Jalan Jaksa Agung Suprapto karena diduga tidak berizin, Selasa (5/9).

Petugas penegak peraturan daerah (perda) itu kembali menyegel Indomaret di Jalan Raya Jrengik, Desa Kalangan Prao, Kecamatan Jrengik, Sampang, kemarin (6/9). Pembangunan toko modern itu juga ditutup karena tidak berizin.

Selain itu, pendirian toko modern tersebut ditengarai terjadi manipulasi data. Tanda tangan warga sekitar dipalsukan, batasan tanah di sebelah timur disebut berbatasan dengan rumah dinas. Padahal tanah milik warga. Tanggal pengajuan tertera Selasa (21/2). Padahal belum pernah dilakukan.


Hal itu terkuak ketika satpol PP mendapatkan informasi. Enam petugas kemudian melihat langsung ke lokasi. Pembangunan toko masih proses. ”Kami lakukan penyelidikan dan kroscek langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat,” kata Kasi Penyidik Satpol PP Sampang Moh. Jalil.

Baca Juga :  Harus Jadi Tokoh Panutan Inspiratif

Dari lokasi itu petugas mengetahui bahwa pengusaha hanya mengurus izin RT/RW. Sementara izin pembangunan tidak ada. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

”Pelanggaran Perda 7/2013 tentang Pengelolaan Paksa. Besok (hari ini, Red) akan ditutup paksa,” tegas Jalil.

Pendirian bangunan yang diyakini tidak dilengkapi izin itu diakui Fauzan Adima, warga sekitar. Menurut dia, pembangunan dilakukan sejak Januari lalu. Dia mengaku sudah bertanya ke Kades, camat Jrengik, dan bagian perizinan.

”Sebagai warga sekitar, saya sangat dirugikan karena itu tidak berizin. Batasan tanah ada manipulasi data dan juga tanda tangan warga,” beber pria yang juga pimpinan DPRD Sampang itu.

Politikus Partai Demokrat itu menduga ada oknum pegawai Kecamatan Jrengik yang bermain. Tengara itu diperkuat dengan beroperasinya toko tersebut meski belum mengantongi izin dan sebagian bangunan belum selesai. ”Kami minta harus diproses. Kalau tidak berizin ya harus ditutup paksa,” pintanya.

Baca Juga :  Airlangga: Manfaatkan Kemudahan Pendirian Koperasi Melalui UU Cipta Kerja

Kepala DPMPTSP Sampang Heri Purnomo membenarkan pendirian toko modern itu belum ada izin. Selama memimpin DPMPTSP dia tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan toko modern. ”Ini kan harus ada rekomendasi Pak Bupati,” jelasnya.

Mantan kepala Disdik Sampang itu menambahkan, jika melanggar aturan, pihaknya meminta kepada penegak perda melakukan penutupan. ”Itu sudah kewenangan satpol PP. Kami berkoordinasi melaporkan kepada pihak terkait supaya ditutup,” pintanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/