alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Oversubscribed 4,4 Kali, Green Bond BRI Laris Manis Diminati Investor

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus membuktikan kelasnya sebagai emiten yang mendapatkan kepercayaan penuh dari investor dalam dan luar negeri. Hal ini dibutikan melalui Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 yang mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,4 kali.

Sekadar diketahui, perseroan telah berkomitmen untuk memperkuat penerapan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial), dan Governance (tata kelola perusahaan). Salah satu cara yang dipilih lewat penawaran umum berkelanjutan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan atau green bond.

Melalui prospektus perseroan yang diterbitkan Rabu (22/6), perseroan menargetkan dana yang dihimpun dari green bond mencapai Rp 15 triliun dan dilakukan selama tiga tahun sampai 2024. Saat ini perseroan menerbitkan dan menawarkan green bond Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5 triliun.

Terkait hal ini, Dirut BRI Sunarso memberikan apresiasi terhadap kepercayaan investor. Menurutnya, keberhasilan tersebut menggambarkan minat masyarakat yang tinggi terhadap investasi green bond yang lebih baik di masa depan.

“Sampai dengan hari penutupan penawaran, green bond BRI tercatat oversubscribed sampai 4,4 kali. Ini menunjukan antusiasme para investor untuk membeli instrumen-instrumen yang didasarkan pada aspirasi kita untuk merealisasikan green economy,” ujar Sunarso.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat implementasi prinsip ESG dari sisi pendanaan atau liabilitas. Green bond BRI dibagi tiga seri dengan tenor dan kupon yang beragam. Yaitu Seri A tenor 1 tahun dengan range kupon penawaran 3,7 0% – 4,50 %. Seri B tenor 3 tahun dengan range kupon penawaran 5,75 % – 6,50 %. Serta Seri C tenor 5 tahun dengan range kupon penawaran 6,45 % – 7,25 %.

Baca Juga :  Gaya Pidatonya Membuat Hati Kiai Sepuh Tersentuh

Untuk kupon final dari green bond BRI tersebut yaitu Seri A tenor 1 tahun dengan kupon 3,70 %, seri B tenor 3 tahun dengan kupon 5,75 %, serta Seri C tenor 5 tahun berkupon 6,45 %. Sementara itu, dengan kelebihan permintaan hingga 4,4 kali tersebut, BRI mencatat jumlah permintaan dari investor domestik mencapai Rp 21,84 triliun dan investor luar negeri Rp 1,12 triliun.

Adapun dana yang diperoleh dari penerbitan green bond BRI tersebut, sekitar 70 % akan digunakan untuk pembiayaan baru, sedang berjalan, atau telah selesai, yang ditujukan kepada kegiatan usaha dan atau kegiatan lain yang termasuk dalam Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

BRI Investment Propositions
Keberhasilan ini juga tak terlepas dari lima investment propotions yang ditawarkan. Pertama, sound business strategy, focus on flagship segments. Di mana BRI telah menegaskan konsistensinya untuk fokus dan melayani pelaku usaha UMKM. Khususnya mikro yang menjadi core kompetensi dari BRI.

Kedua, adalah hybrid bank business model, di mana BRI membangun model bisnis yang customer centric dengan memadukan keunggulan dari segi physical presence dengan digital capabilities. Hal ini efektif mengakomodasi karakteristik segmen mikro yang merupakan mayoritas nasabah BRI.

Baca Juga :  BRI Borong 4 Penghargaan DIGITECH Awards 2022

Ketiga, adalah solid foundation for low cost fund. Di mana BRI menyasar sampai ke dana murah (CASA) mikro. Perseroan sendiri memiliki customer base yang besar, mencapai 31 juta nasabah debitur, serta lebih dari 130 juta nasabah simpanan.

Keempat, robust capital management to support sustainable growth melalui pengelolaan permodalan untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan pun berupaya memitigasi risiko di masa depan. Sehingga dapat memberikan return yang optimal dan berkelanjutan.

Terakhir adalah value beyond profit commitment to ESG kepada seluruh stakeholders. “Tidak hanya economic value tetapi juga social value, melalui penerapan dan penguatan prinsip-prinsip ESG pada seluruh aspek bisnis. Bagi BRI, penerapan ESG bukan tujuan akhir. Namun ini adalah sebuah journey. Dari tahun ke tahun BRI terus melakukan penguatan penerapan ESG melalui berbagai inisiatif,” tandas Sunarso. (*/par)

Berikut informasi jadwal terkait green bond BRI:
1. Perkiraan Penawaran Awal: 23 Juni-1 Juli 2022
2. Perkiraan Tanggal Efektif: 12 Juli 2022
3. Perkiraan Masa Penawaran Umum: 14-15 Juli 2022
4. Perkiraan Tanggal Penjatahan: 18 Juli 2022
5. Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 20 Juli 2022
6. Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik (Tanggal Emisi): 20 Juli 2022
7. Perkiraan Tanggal Pencatatan Efek di PT Bursa Efek Indonesia: 21 Juli 2022

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus membuktikan kelasnya sebagai emiten yang mendapatkan kepercayaan penuh dari investor dalam dan luar negeri. Hal ini dibutikan melalui Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 yang mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,4 kali.

Sekadar diketahui, perseroan telah berkomitmen untuk memperkuat penerapan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial), dan Governance (tata kelola perusahaan). Salah satu cara yang dipilih lewat penawaran umum berkelanjutan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan atau green bond.

Melalui prospektus perseroan yang diterbitkan Rabu (22/6), perseroan menargetkan dana yang dihimpun dari green bond mencapai Rp 15 triliun dan dilakukan selama tiga tahun sampai 2024. Saat ini perseroan menerbitkan dan menawarkan green bond Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5 triliun.


Terkait hal ini, Dirut BRI Sunarso memberikan apresiasi terhadap kepercayaan investor. Menurutnya, keberhasilan tersebut menggambarkan minat masyarakat yang tinggi terhadap investasi green bond yang lebih baik di masa depan.

“Sampai dengan hari penutupan penawaran, green bond BRI tercatat oversubscribed sampai 4,4 kali. Ini menunjukan antusiasme para investor untuk membeli instrumen-instrumen yang didasarkan pada aspirasi kita untuk merealisasikan green economy,” ujar Sunarso.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat implementasi prinsip ESG dari sisi pendanaan atau liabilitas. Green bond BRI dibagi tiga seri dengan tenor dan kupon yang beragam. Yaitu Seri A tenor 1 tahun dengan range kupon penawaran 3,7 0% – 4,50 %. Seri B tenor 3 tahun dengan range kupon penawaran 5,75 % – 6,50 %. Serta Seri C tenor 5 tahun dengan range kupon penawaran 6,45 % – 7,25 %.

Baca Juga :  UMKM Tangguh, Produktivitas Bisnis Semakin Melesat

Untuk kupon final dari green bond BRI tersebut yaitu Seri A tenor 1 tahun dengan kupon 3,70 %, seri B tenor 3 tahun dengan kupon 5,75 %, serta Seri C tenor 5 tahun berkupon 6,45 %. Sementara itu, dengan kelebihan permintaan hingga 4,4 kali tersebut, BRI mencatat jumlah permintaan dari investor domestik mencapai Rp 21,84 triliun dan investor luar negeri Rp 1,12 triliun.

Adapun dana yang diperoleh dari penerbitan green bond BRI tersebut, sekitar 70 % akan digunakan untuk pembiayaan baru, sedang berjalan, atau telah selesai, yang ditujukan kepada kegiatan usaha dan atau kegiatan lain yang termasuk dalam Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

BRI Investment Propositions
Keberhasilan ini juga tak terlepas dari lima investment propotions yang ditawarkan. Pertama, sound business strategy, focus on flagship segments. Di mana BRI telah menegaskan konsistensinya untuk fokus dan melayani pelaku usaha UMKM. Khususnya mikro yang menjadi core kompetensi dari BRI.

Kedua, adalah hybrid bank business model, di mana BRI membangun model bisnis yang customer centric dengan memadukan keunggulan dari segi physical presence dengan digital capabilities. Hal ini efektif mengakomodasi karakteristik segmen mikro yang merupakan mayoritas nasabah BRI.

Baca Juga :  Gelar Mudik Gratis, BRI Siapkan 45 Bus Berkapasitas 2.190 Seat

Ketiga, adalah solid foundation for low cost fund. Di mana BRI menyasar sampai ke dana murah (CASA) mikro. Perseroan sendiri memiliki customer base yang besar, mencapai 31 juta nasabah debitur, serta lebih dari 130 juta nasabah simpanan.

Keempat, robust capital management to support sustainable growth melalui pengelolaan permodalan untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan pun berupaya memitigasi risiko di masa depan. Sehingga dapat memberikan return yang optimal dan berkelanjutan.

Terakhir adalah value beyond profit commitment to ESG kepada seluruh stakeholders. “Tidak hanya economic value tetapi juga social value, melalui penerapan dan penguatan prinsip-prinsip ESG pada seluruh aspek bisnis. Bagi BRI, penerapan ESG bukan tujuan akhir. Namun ini adalah sebuah journey. Dari tahun ke tahun BRI terus melakukan penguatan penerapan ESG melalui berbagai inisiatif,” tandas Sunarso. (*/par)

Berikut informasi jadwal terkait green bond BRI:
1. Perkiraan Penawaran Awal: 23 Juni-1 Juli 2022
2. Perkiraan Tanggal Efektif: 12 Juli 2022
3. Perkiraan Masa Penawaran Umum: 14-15 Juli 2022
4. Perkiraan Tanggal Penjatahan: 18 Juli 2022
5. Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 20 Juli 2022
6. Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik (Tanggal Emisi): 20 Juli 2022
7. Perkiraan Tanggal Pencatatan Efek di PT Bursa Efek Indonesia: 21 Juli 2022

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/