alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Airlangga: KIB Dorong Capres yang Bisa Hilangkan Politik Identitas

JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibangun untuk menghilangkan politik identitas. Hal ini sudah disampaikan kepada seluruh kader Partai Golkar, PAN, dan PPP hingga ke lingkup terkecil pemerintahan administrasi desa.

Menurut Airlangga, KIB menjadi gabungan partai nasional religius. Namun, KIB terbuka dengan partai mana pun hingga waktu deklarasi nanti. Dikatakan, KIB akan mendorong calon yang bisa menghilangkan politik identitas.

”Tujuannya kan memang menghilangkan politik identitas. Kita adalah koalisi nasional religius (baik yang muslim tradisional, maupun muslim modernis). Itu yang membuat kita menandatangani kesepahaman. Jadi klir,” tutur Airlangga usai Silaturahmi Nasional KIB di Hutan Kota Plataran, Sabtu (4/6).

Baca Juga :  Pantau Pelaksanaan Vaksinasi hingga Silaturahmi ke Habib Luthfi

Statement yang disampaikan Airlangga itu otomatis menjawab pertanyaan apakah KIB tidak akan memberi tempat bagi calon yang pernah menggunakan politik identitas dalam pemilu.

KIB menyadari untuk membangun bangsa yang hebat, tidak bisa dilakukan hanya satu golongan atau sendiri-sendiri. Karena itu, KIB berupaya mengikis polarisasi dan keterbelahan di masyarakat akibat dinamika politik sejak satu dekade lalu.

”Membangun bangsa membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Kita manfaatkan seluruh potensi yang ada. Kita manfaatkan seluruh komponen bangsa yang ada,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, tujuan kerja sama tiga parpol tersebut untuk saling mengisi dan melengkapi. Sehingga, pembangunan bangsa Indonesia bisa terlaksana dan Indonesia menjelma menjadi negara hebat.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Instruksikan Jajaran Golkar Bantu Korban Semeru

Di sisi lain, tidak bisa dibantah, terbentuknya kerja sama ketiga partai juga ingin menaikkan elektabilitas menjelang Pemilu 2024. Diakuinya, ada kenaikan elektabilitas sejak tiga ketua umum menggagas ide pembentukan KIB.

Airlangga yang juga menjabat Menko Bidang Perekonomian itu menegaskan, setelah penandatanganan nota kesepahaman, posisi ketiga parpol saat ini setara di dalam KIB.

Manuver maupun pergerakan politik masing-masing anggota parpol harus diketahui ketiga partai. ”Jadi kita sudah kolektif kolegial, kita bertemu siapa pun, sepengetahuan kita bertiga,” tandas Airlangga. (*/par)

JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibangun untuk menghilangkan politik identitas. Hal ini sudah disampaikan kepada seluruh kader Partai Golkar, PAN, dan PPP hingga ke lingkup terkecil pemerintahan administrasi desa.

Menurut Airlangga, KIB menjadi gabungan partai nasional religius. Namun, KIB terbuka dengan partai mana pun hingga waktu deklarasi nanti. Dikatakan, KIB akan mendorong calon yang bisa menghilangkan politik identitas.

”Tujuannya kan memang menghilangkan politik identitas. Kita adalah koalisi nasional religius (baik yang muslim tradisional, maupun muslim modernis). Itu yang membuat kita menandatangani kesepahaman. Jadi klir,” tutur Airlangga usai Silaturahmi Nasional KIB di Hutan Kota Plataran, Sabtu (4/6).

Baca Juga :  Jalan Sehat HUT Ke-18 JPRM

Statement yang disampaikan Airlangga itu otomatis menjawab pertanyaan apakah KIB tidak akan memberi tempat bagi calon yang pernah menggunakan politik identitas dalam pemilu.

KIB menyadari untuk membangun bangsa yang hebat, tidak bisa dilakukan hanya satu golongan atau sendiri-sendiri. Karena itu, KIB berupaya mengikis polarisasi dan keterbelahan di masyarakat akibat dinamika politik sejak satu dekade lalu.

”Membangun bangsa membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Kita manfaatkan seluruh potensi yang ada. Kita manfaatkan seluruh komponen bangsa yang ada,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, tujuan kerja sama tiga parpol tersebut untuk saling mengisi dan melengkapi. Sehingga, pembangunan bangsa Indonesia bisa terlaksana dan Indonesia menjelma menjadi negara hebat.

Baca Juga :  Program Kartu Prakerja dan KUR Jadi Penyangga UMKM di Masa Pandemi

Di sisi lain, tidak bisa dibantah, terbentuknya kerja sama ketiga partai juga ingin menaikkan elektabilitas menjelang Pemilu 2024. Diakuinya, ada kenaikan elektabilitas sejak tiga ketua umum menggagas ide pembentukan KIB.

Airlangga yang juga menjabat Menko Bidang Perekonomian itu menegaskan, setelah penandatanganan nota kesepahaman, posisi ketiga parpol saat ini setara di dalam KIB.

Manuver maupun pergerakan politik masing-masing anggota parpol harus diketahui ketiga partai. ”Jadi kita sudah kolektif kolegial, kita bertemu siapa pun, sepengetahuan kita bertiga,” tandas Airlangga. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/