alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Dibunuh Gunakan Cangkul, Marsuki Tewas di Tangan Tetangga

SUMENEP – Pelaku pembunuhan Marsuki, 53, warga Dusun Lembana, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, terungkap. Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa Rasiki dibunuh dua tetangganya sendiri. Alat yang digunakan bukan senjata tajam (sajam). Mereka menghabisi korban dengan cangkul.

Kedua tersangka itu dalah Salamet, 53, dan Abd. Halim, 39. Mereka adalah warga Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan. ”Awalnya, tersangka Abd. Halim ini sakit hati kepada korban karena sudah membongkar rahasia tersangka ke masyarakat. Kemudian, tersangka Halim mengajak Salamet merencanakan pembunuhan terhadap korban,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen Rabu (6/6).

Dia menjelaskan, pembunuhan terhadap Marsuki sudah direncanakan kedua tersangka. Penangkapan keduanya dilakukan di kediaman masing-masing pada Senin (4/6). Saat penangkapan, Abd. Halim mencoba melarikan diri. Karena itu, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas.

Baca Juga :  Torul Ajak Masyarakat Sampang Mengaji

”Awalnya kami melakukan penangkapan ke kediaman tersangka Abd. Halim yang dilanjut ke tersangka kedua. Tersangka pertama ini mencoba melarikan diri dan terpaksa melumpuhkan dengan cara menembak kaki tersangka,” ungkapnya.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku membunuh korban dengan cangkul. Yakni, saat korban sedang mencangkul di ladang tembakau di Desa Pakamban Laok. Kedua tersangka menghampiri korban dan langsung memukul bagian belakang kepala hingga tak sadarkan diri.

Melihat Marsuki tak sadarkan diri, kedua tersangka mengikat korban dengan pelepah pisang dan mengangkatnya menggunakan kayu gelondongan. Lalu, membuangnya ke sumur untuk menghilangkan jejak. ”Yang memukul ini si Abd. Halim. Sebab, dia yang punya ide. Kemudian keduanya bekerja sama membuang jasad korban ini,” katanya.

Baca Juga :  Digital Banking BRImo Berkontribusi Kurangi Emisi dan Penggunaan Kertas

Bersama tersangka, petugas mengamankan sebuah cangkul, kayu gelondongan, satu celana dalam, satu senter, dan pelepah pohon pisang. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, warga Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam sumur Senin (28/5). Mayat tersebut diketahui bernama Marsuki, 53, warga Dusun Lembana, desa setempat. Mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang mencari rumput di sekitar TKP. Warga melihat bercak darah di sekitar lubang sumur yang sudah lama tidak dipakai itu. 

SUMENEP – Pelaku pembunuhan Marsuki, 53, warga Dusun Lembana, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, terungkap. Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa Rasiki dibunuh dua tetangganya sendiri. Alat yang digunakan bukan senjata tajam (sajam). Mereka menghabisi korban dengan cangkul.

Kedua tersangka itu dalah Salamet, 53, dan Abd. Halim, 39. Mereka adalah warga Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan. ”Awalnya, tersangka Abd. Halim ini sakit hati kepada korban karena sudah membongkar rahasia tersangka ke masyarakat. Kemudian, tersangka Halim mengajak Salamet merencanakan pembunuhan terhadap korban,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen Rabu (6/6).

Dia menjelaskan, pembunuhan terhadap Marsuki sudah direncanakan kedua tersangka. Penangkapan keduanya dilakukan di kediaman masing-masing pada Senin (4/6). Saat penangkapan, Abd. Halim mencoba melarikan diri. Karena itu, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas.

Baca Juga :  Ban Truk Meletus, Pekerja Bengkel Tewas

”Awalnya kami melakukan penangkapan ke kediaman tersangka Abd. Halim yang dilanjut ke tersangka kedua. Tersangka pertama ini mencoba melarikan diri dan terpaksa melumpuhkan dengan cara menembak kaki tersangka,” ungkapnya.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku membunuh korban dengan cangkul. Yakni, saat korban sedang mencangkul di ladang tembakau di Desa Pakamban Laok. Kedua tersangka menghampiri korban dan langsung memukul bagian belakang kepala hingga tak sadarkan diri.

Melihat Marsuki tak sadarkan diri, kedua tersangka mengikat korban dengan pelepah pisang dan mengangkatnya menggunakan kayu gelondongan. Lalu, membuangnya ke sumur untuk menghilangkan jejak. ”Yang memukul ini si Abd. Halim. Sebab, dia yang punya ide. Kemudian keduanya bekerja sama membuang jasad korban ini,” katanya.

Baca Juga :  PAN Sepakat Usung H Hisan-Ra Dulla

Bersama tersangka, petugas mengamankan sebuah cangkul, kayu gelondongan, satu celana dalam, satu senter, dan pelepah pohon pisang. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, warga Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam sumur Senin (28/5). Mayat tersebut diketahui bernama Marsuki, 53, warga Dusun Lembana, desa setempat. Mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang mencari rumput di sekitar TKP. Warga melihat bercak darah di sekitar lubang sumur yang sudah lama tidak dipakai itu. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/