alexametrics
26.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Suara Caleg Kelahiran Sumatera Unggul di Sampang

SAMPANG – Fantastis. Itulah mungkin kata yang pas untuk menggambarkan partisipasi pemilih di Sampang. Partisipasi pemilih di Kota Bahari tembus angka 96 persen. Angka ini melampaui partisipasi pemilih tingkat nasional yang hanya 80 persen lebih.

Daftar pemilih tetap (DPT) di Sampang berjumlah 827.653 orang. Dari jumlah itu, yang menggunakan suaranya untuk pemilihan calon anggota DPRD Jawa Timur 789.015. Sedangkan yang menggunakan hak pilihnya untuk DPR RI 788.990.

Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah mengatakan, partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini memang tinggi. Dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya, tahun ini termasuk yang tertinggi. Lima tahun lalu, saat pemilu Legislatif 2014, angka partisipasinya tak sampai 80 persen.

”Saya lupa berapa angka pastinya tahun 2014 lalu. Tapi, kayaknya sekiar 80 persen,” jelas Addy kemarin (6/5). Tingginya partisipasi pemilih ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, faktor el clasico, yakni pertarungan antara capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Rivalitas politik ini menjadi daya tarik bagi pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Faktor kedua karena para calon anggota legislatif (caleg) juga punya semangat tinggi untuk mengajak pendukungnya agar menggunakan hak pilih. Mereka mampu meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS.

Dengan bantuan para caleg, pemilih antusias menggunakan hak pilihnya. Selain itu, semangat penyelenggara, menurut dia, juga menjadi pemacu tingginya partisipasi. Penyelenggara pemilu, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga TPS senantiasa mengajak masyarakat untuk tidak golput. ”Saya kira itu menjadi faktor yang mendukung tingginya partisipasi pemilih,” tambah Addy.

Baca Juga :  KPU Akui Ada Selisih 16.570 Pemilih

Pihaknya memastikan, 96 persen pemilih itu merupakan pemilih yang terdaftar di DPT. Buktinya, sampai saat ini tidak ada laporan adanya dugaan kecurangan. ”Sebelum ada bukti yang dikeluarkan oleh pengadilan, kami pastikan tidak ada kecurangan dalam tingginya partisipasi pemilih ini,” tegasnya.

Di Sampang, rekapitulasi tingkat kabupaten sudah selesai. Hasilnya, tak banyak yang memperoleh suara tinggi di atas 100 ribu. Berdasar hasil rekapitulasi KPU Sampang, hanya tiga caleg DPR RI yang memperoleh suara di atas 100 ribu. Untuk DPRD provinsi juga ada tiga caleg yang suaranya tembus 100 ribu.

Ketiganya berasal dari partai politik berbeda. Willy Aditya, caleg DPR RI yang diusung Partai Nasdem, memperoleh suara cukup tinggi. Pria kelahiran Sumatera Barat itu mampu unggul atas caleg-caleg asal Kota Bahari. Meski namanya kurang populis di mata masyarakat, ketua umum Liga Mahasiswa Nasdem itu mampu meraih 183.337 suara.

Suara ini disusul Hadi Sumitro yang diusung oleh Partai Demokrat dengan perolehan 134.893 suara. Menyusul di belakangnya, Slamet Aryadi dengan capaian 114.376 suara. Politikus muda PAN itu juga menyita perhatian masyarakat karena usianya baru 28 tahun, tetapi sudah berpeluang menuju Senayan.

Baca Juga :  Langgar Administrasi, Bawaslu Semprot KPU

Sementara caleg DPRD Jawa Timur yang memperoleh suara terbanyak adalah Mohammad Ashari. Pria yang diusung Partai Nasdem itu mendapat 126.678 suara. Kemudian Alyadi dari PKB yang memperoleh 112.295 suara. Terbanyak ketiga adalah Hj Masfufah dari Perindo dengan 102.939 suara.

Setiap caleg punya strategi berbeda untuk memperoleh suara tinggi. Slamet Aryadi, misalnya, dirinya melakukan kampanye berbeda dengan caleg lain. Segmen pemilih muda digarap untuk memperoleh dukungan lebih banyak. ”Tim saya banyak yang dari generasi muda, yang masih punya semangat untuk memperbaiki Madura ke depan,” katanya.

Pengamat politik Romel Masykuri mengatakan, peta politik di wilayah barat Madura, meliputi Bangkalan dan Sampang, memang berbeda. Caleg yang diusung dari dua kabupaten tersebut cenderung memperoleh angka tinggi. Pihaknya tidak tahu pasti fenomena apa yang menyebabkan itu terjadi.

Tetapi, Romel mengingatkan mereka yang akan terpilih tidak boleh hanya mementingkan kabupatennya sendiri. Sebab, para wakil rakyat berangkat dari dapil Madura. Artinya, ketika duduk di kursi DPR RI ataupun DPRD Jawa Timur, kepentingan masyarakat Madura secara umum harus dikedepankan.

”Jadi, komitmen caleg terpilih nanti untuk kepentingan masyarakat di empat kabupaten, bukan hanya fokus di salah satu kabupaten,” terang alumnus pascasarjana Unair Surabaya itu.

SAMPANG – Fantastis. Itulah mungkin kata yang pas untuk menggambarkan partisipasi pemilih di Sampang. Partisipasi pemilih di Kota Bahari tembus angka 96 persen. Angka ini melampaui partisipasi pemilih tingkat nasional yang hanya 80 persen lebih.

Daftar pemilih tetap (DPT) di Sampang berjumlah 827.653 orang. Dari jumlah itu, yang menggunakan suaranya untuk pemilihan calon anggota DPRD Jawa Timur 789.015. Sedangkan yang menggunakan hak pilihnya untuk DPR RI 788.990.

Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah mengatakan, partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini memang tinggi. Dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya, tahun ini termasuk yang tertinggi. Lima tahun lalu, saat pemilu Legislatif 2014, angka partisipasinya tak sampai 80 persen.


”Saya lupa berapa angka pastinya tahun 2014 lalu. Tapi, kayaknya sekiar 80 persen,” jelas Addy kemarin (6/5). Tingginya partisipasi pemilih ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, faktor el clasico, yakni pertarungan antara capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Rivalitas politik ini menjadi daya tarik bagi pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Faktor kedua karena para calon anggota legislatif (caleg) juga punya semangat tinggi untuk mengajak pendukungnya agar menggunakan hak pilih. Mereka mampu meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS.

Dengan bantuan para caleg, pemilih antusias menggunakan hak pilihnya. Selain itu, semangat penyelenggara, menurut dia, juga menjadi pemacu tingginya partisipasi. Penyelenggara pemilu, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga TPS senantiasa mengajak masyarakat untuk tidak golput. ”Saya kira itu menjadi faktor yang mendukung tingginya partisipasi pemilih,” tambah Addy.

Baca Juga :  Pungutan Lelang Jabatan Bikin Wabup Geram

Pihaknya memastikan, 96 persen pemilih itu merupakan pemilih yang terdaftar di DPT. Buktinya, sampai saat ini tidak ada laporan adanya dugaan kecurangan. ”Sebelum ada bukti yang dikeluarkan oleh pengadilan, kami pastikan tidak ada kecurangan dalam tingginya partisipasi pemilih ini,” tegasnya.

Di Sampang, rekapitulasi tingkat kabupaten sudah selesai. Hasilnya, tak banyak yang memperoleh suara tinggi di atas 100 ribu. Berdasar hasil rekapitulasi KPU Sampang, hanya tiga caleg DPR RI yang memperoleh suara di atas 100 ribu. Untuk DPRD provinsi juga ada tiga caleg yang suaranya tembus 100 ribu.

Ketiganya berasal dari partai politik berbeda. Willy Aditya, caleg DPR RI yang diusung Partai Nasdem, memperoleh suara cukup tinggi. Pria kelahiran Sumatera Barat itu mampu unggul atas caleg-caleg asal Kota Bahari. Meski namanya kurang populis di mata masyarakat, ketua umum Liga Mahasiswa Nasdem itu mampu meraih 183.337 suara.

Suara ini disusul Hadi Sumitro yang diusung oleh Partai Demokrat dengan perolehan 134.893 suara. Menyusul di belakangnya, Slamet Aryadi dengan capaian 114.376 suara. Politikus muda PAN itu juga menyita perhatian masyarakat karena usianya baru 28 tahun, tetapi sudah berpeluang menuju Senayan.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan-Pemerkosaan Segera Dimejahijaukan

Sementara caleg DPRD Jawa Timur yang memperoleh suara terbanyak adalah Mohammad Ashari. Pria yang diusung Partai Nasdem itu mendapat 126.678 suara. Kemudian Alyadi dari PKB yang memperoleh 112.295 suara. Terbanyak ketiga adalah Hj Masfufah dari Perindo dengan 102.939 suara.

Setiap caleg punya strategi berbeda untuk memperoleh suara tinggi. Slamet Aryadi, misalnya, dirinya melakukan kampanye berbeda dengan caleg lain. Segmen pemilih muda digarap untuk memperoleh dukungan lebih banyak. ”Tim saya banyak yang dari generasi muda, yang masih punya semangat untuk memperbaiki Madura ke depan,” katanya.

Pengamat politik Romel Masykuri mengatakan, peta politik di wilayah barat Madura, meliputi Bangkalan dan Sampang, memang berbeda. Caleg yang diusung dari dua kabupaten tersebut cenderung memperoleh angka tinggi. Pihaknya tidak tahu pasti fenomena apa yang menyebabkan itu terjadi.

Tetapi, Romel mengingatkan mereka yang akan terpilih tidak boleh hanya mementingkan kabupatennya sendiri. Sebab, para wakil rakyat berangkat dari dapil Madura. Artinya, ketika duduk di kursi DPR RI ataupun DPRD Jawa Timur, kepentingan masyarakat Madura secara umum harus dikedepankan.

”Jadi, komitmen caleg terpilih nanti untuk kepentingan masyarakat di empat kabupaten, bukan hanya fokus di salah satu kabupaten,” terang alumnus pascasarjana Unair Surabaya itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/