alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Konsumsi SS karena Faktor Ekonomi dan Salah Pergaulan

PAMEKASAN – Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh Satresnarkoba Polres Pamekasan hari ini (7/2) menyibak fakta baru. Sebab, salah satu pemakai sabu sabu (SS) berinisial AH masih berusia 16 tahun.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, ada 11 tersangka yang diamankan dalam Operasi Tumpas Semeru 2019. Tiga diantaranya berperan sebagai pengedar. “Khusus tersangka yang diamankan di rumah, sebagian besar sedang mengonsumsi SS,” ujarnya.

Menurut Teguh Wibowo, ada beberapa alasan 11 tersangka mengonsumsi dan mengedarkan SS. “Pemicunya faktor ekonomi dan salah pergaulan. Para tersangka mengaku mendapatkan SS dari bandar yang berdomisili di luar Pamekasan,” ungkap alumni Akpol Tahun 1998 itu.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Ternyata Sopir Taksi Online

AKP Mohammad Sjaiful selaku Kasatresnarkoba Polres Pamekasan mengakui mengamankan 11 tersangka. Dalam rilis yang diterima RadarMadura.id, tercantum nama lengkap tersangka AH dan metode penyelesaian perkara melalui diversi. Sebab, masih di bawah umur.

Berdasar data yang diterima RadarMadura.id, pengedar SS yang ditangkap polisi adalah Eko Maulani (28) asal Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan serta Noval Kusdiyanto (25) dari Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu. Termasuk Joni Pranata (25) asal Desa Malangan, Kecamatan Pademawu.

Sementara pengguna SS bernama Putra Giadi (23) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan dan Muzakki (33) warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan ikut ditangkap. Disusul Joni Ariska (20) asal Desa Malangan, Kecamatan Pademawu.

Baca Juga :  Simpan SS, Polres Pamekasan Tangkap Warga Sampang

Satresnarkoba Polres Pamekasan juga mengamankan pemakai SS bernama Ach Husnul Hitami (20) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan serta Abdul Mubarok (20) warga Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo.

Kemudian Supriyadi Yanto (25) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan dan Yudi Widanarko (32) warga Kelurahan Barurambat, Kecamatan Kota Pamekasan. (Santi Stia Wardani)

PAMEKASAN – Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh Satresnarkoba Polres Pamekasan hari ini (7/2) menyibak fakta baru. Sebab, salah satu pemakai sabu sabu (SS) berinisial AH masih berusia 16 tahun.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, ada 11 tersangka yang diamankan dalam Operasi Tumpas Semeru 2019. Tiga diantaranya berperan sebagai pengedar. “Khusus tersangka yang diamankan di rumah, sebagian besar sedang mengonsumsi SS,” ujarnya.

Menurut Teguh Wibowo, ada beberapa alasan 11 tersangka mengonsumsi dan mengedarkan SS. “Pemicunya faktor ekonomi dan salah pergaulan. Para tersangka mengaku mendapatkan SS dari bandar yang berdomisili di luar Pamekasan,” ungkap alumni Akpol Tahun 1998 itu.

Baca Juga :  Bawaslu Temukan Data Pemilih Ganda


AKP Mohammad Sjaiful selaku Kasatresnarkoba Polres Pamekasan mengakui mengamankan 11 tersangka. Dalam rilis yang diterima RadarMadura.id, tercantum nama lengkap tersangka AH dan metode penyelesaian perkara melalui diversi. Sebab, masih di bawah umur.

Berdasar data yang diterima RadarMadura.id, pengedar SS yang ditangkap polisi adalah Eko Maulani (28) asal Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan serta Noval Kusdiyanto (25) dari Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu. Termasuk Joni Pranata (25) asal Desa Malangan, Kecamatan Pademawu.

Sementara pengguna SS bernama Putra Giadi (23) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan dan Muzakki (33) warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan ikut ditangkap. Disusul Joni Ariska (20) asal Desa Malangan, Kecamatan Pademawu.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Ternyata Sopir Taksi Online

Satresnarkoba Polres Pamekasan juga mengamankan pemakai SS bernama Ach Husnul Hitami (20) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan serta Abdul Mubarok (20) warga Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo.

Kemudian Supriyadi Yanto (25) warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan dan Yudi Widanarko (32) warga Kelurahan Barurambat, Kecamatan Kota Pamekasan. (Santi Stia Wardani)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/