alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

BNNP Incar Jaringan Pantura

SAMPANG – Penyalahgunaan narkoba di wilayah pantai utara (pantura) Sampang terbilang rapi dan sistematis. Sebab, aktivitas dan jaringannya sulit terungkap dan tercium aparat penegak hukum (APH).

Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra menegaskan, jaringan narkoba di wilayah utara Sampang menjadi atensi. Pihaknya sudah mengantongi beberapa nama yang masuk ke daftar target operasi (TO). ”Sabtu lalu sudah ada empat orang yang kami amankan di wilayah pantura. Wilayah sana memang jadi atensi dan masuk zona merah,” katanya.

Upaya mengungkap jaringan narkoba di Madura, khususnya Sampang, tidak mudah. Orang yang berhasil ditangkap sulit memberikan informasi secara detail saat diperiksa. ”Mayoritas yang dipakai oleh mafia narkoba di Madura sistem putus rantai. Itu sebabnya bandar besar narkoba sulit terendus,” paparnya.

Baca Juga :  Dilaporkan Warganya, Kades Cangkreng Jadi Tersangka

Selain itu, bandar besar yang mengendalikan jaringan antarnegara juga tidak memegang barang bukti. Bahkan, di tempat tinggalnya bersih dari barang-barang yang berkaitan dengan narkoba. ”Kami akan sampaikan secara detail hasil penangkapan di Sokobanah itu nanti jika sudah jelas status dan seberapa jauh keterlibatannya dalam kasus narkoba,” janjinya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang KH Bukhori Maksum mendukung segala tindakan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sebab, narkoba telah berhasil merusak seluruh lapisan masyarakat. ”Sangat memprihatinkan,” katanya.

Pihaknya menilai polisi di Sampang terkesan tidak serius dalam mengungkap kasus narkoba. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya polisi di tingkat Jawa Timur intens bergerak ke Sampang untuk mengungkap jaringan narkoba.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Pecat Sopir Pembawa Miras

”Jaringan dan mafia narkoba di Sampang ini sebenarnya lebih parah dibanding tiga kabupaten lain di Madura. Hanya saja, kok tak kunjung terungkap,” ujarnya. ”Semoga jaringan narkoba di Sampang terungkap dan pelakunya tertangkap,” harap Bukhori.

SAMPANG – Penyalahgunaan narkoba di wilayah pantai utara (pantura) Sampang terbilang rapi dan sistematis. Sebab, aktivitas dan jaringannya sulit terungkap dan tercium aparat penegak hukum (APH).

Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra menegaskan, jaringan narkoba di wilayah utara Sampang menjadi atensi. Pihaknya sudah mengantongi beberapa nama yang masuk ke daftar target operasi (TO). ”Sabtu lalu sudah ada empat orang yang kami amankan di wilayah pantura. Wilayah sana memang jadi atensi dan masuk zona merah,” katanya.

Upaya mengungkap jaringan narkoba di Madura, khususnya Sampang, tidak mudah. Orang yang berhasil ditangkap sulit memberikan informasi secara detail saat diperiksa. ”Mayoritas yang dipakai oleh mafia narkoba di Madura sistem putus rantai. Itu sebabnya bandar besar narkoba sulit terendus,” paparnya.

Baca Juga :  Gudang Tembakau Jadi Tempat Pesta SS

Selain itu, bandar besar yang mengendalikan jaringan antarnegara juga tidak memegang barang bukti. Bahkan, di tempat tinggalnya bersih dari barang-barang yang berkaitan dengan narkoba. ”Kami akan sampaikan secara detail hasil penangkapan di Sokobanah itu nanti jika sudah jelas status dan seberapa jauh keterlibatannya dalam kasus narkoba,” janjinya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang KH Bukhori Maksum mendukung segala tindakan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sebab, narkoba telah berhasil merusak seluruh lapisan masyarakat. ”Sangat memprihatinkan,” katanya.

Pihaknya menilai polisi di Sampang terkesan tidak serius dalam mengungkap kasus narkoba. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya polisi di tingkat Jawa Timur intens bergerak ke Sampang untuk mengungkap jaringan narkoba.

Baca Juga :  Demokrat Pamekasan Target Raih Tujuh Kursi

”Jaringan dan mafia narkoba di Sampang ini sebenarnya lebih parah dibanding tiga kabupaten lain di Madura. Hanya saja, kok tak kunjung terungkap,” ujarnya. ”Semoga jaringan narkoba di Sampang terungkap dan pelakunya tertangkap,” harap Bukhori.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/