alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Ibu Korban Pembunuhan Minta Terdakwa Dihukum Mati

BANGKALAN – Dua puluh orang dari keluarga korban perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Selasa (6/2). Mereka berharap tiga terdakwa dihukum seberat-beratnya.

Maisyaroh, ibu kandung Ani Fauziyah Laili meminta hakim untuk memberikan hukuman mati kepada para tedakwa. Sebab, tindak kejahatan yang dilakukan para pelaku terlalu keji. ”Kami minta mereka (para terdakwa, Red) dihukum mati,” ucapnya meneteskan air mata.

Sidang kemarin dilakukan secara bersamaan dan tertutup. Sidang terdakwa Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat dipimpin Hakim Ketua Ahmad Husaini. Sidang terdakwa Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar, dipimpin Hakim Ketua Bambang Trenggono.

Sidang terdakwa Jeppar, 28, warga Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, dipimpin Hakim Ketua Bawono Effendi. Sidang berjalan dengan lancar. Sebab, keluarga korban yang hadir tidak ricuh seperti sidang sebelumnya.

Baca Juga :  Pemuda Pendiam Penuh Darah Stres Ditinggal Menikah Kekasih

Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anis mengundang sembilan orang saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang kemarin. Namun, yang bisa hadir hanya dua orang dari anggota Polres Bangkalan.

Menurut Anis, tidak banyak fakta persidangan dalam sidang kemarin. Sebab, kedua saksi hanya memberikan keterangan pasca penemuan dua mayat korban dan penangkapan para pelaku.

Agenda sidang pekan depan masih mendengarkan keterangan saksi. Sayangnya, dia enggan membeberkan nama-nama saksi yang akan dihadirkan. Secara keseluruhan saksi yang bakal dihadirkan berjumlah 17 orang. ”Cukup ya,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, sudah jadi tengkorak saat ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Ternyata Sopir Taksi Online

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Kejadian sekitar Mei 2017. Korban kemudian dibuang di perbukitan Pantai Rongkang.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah. Dua korban yang masih remaja itu memadu kasih di perbukitan sebelum terjadi peristiwa memilukan tersebut.

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa ditangkap Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron dan belum diketahui keberadaannya. Untuk tersangka Mat Beta, 33, masih di tangan kejari. Jaksa masih menyempurnakan berkas dakwaan sebelum dilimpahkan ke PN Bangkalan.

BANGKALAN – Dua puluh orang dari keluarga korban perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Selasa (6/2). Mereka berharap tiga terdakwa dihukum seberat-beratnya.

Maisyaroh, ibu kandung Ani Fauziyah Laili meminta hakim untuk memberikan hukuman mati kepada para tedakwa. Sebab, tindak kejahatan yang dilakukan para pelaku terlalu keji. ”Kami minta mereka (para terdakwa, Red) dihukum mati,” ucapnya meneteskan air mata.

Sidang kemarin dilakukan secara bersamaan dan tertutup. Sidang terdakwa Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat dipimpin Hakim Ketua Ahmad Husaini. Sidang terdakwa Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar, dipimpin Hakim Ketua Bambang Trenggono.


Sidang terdakwa Jeppar, 28, warga Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, dipimpin Hakim Ketua Bawono Effendi. Sidang berjalan dengan lancar. Sebab, keluarga korban yang hadir tidak ricuh seperti sidang sebelumnya.

Baca Juga :  Ajak Kawal Kebijakan Pemerintah

Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anis mengundang sembilan orang saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang kemarin. Namun, yang bisa hadir hanya dua orang dari anggota Polres Bangkalan.

Menurut Anis, tidak banyak fakta persidangan dalam sidang kemarin. Sebab, kedua saksi hanya memberikan keterangan pasca penemuan dua mayat korban dan penangkapan para pelaku.

Agenda sidang pekan depan masih mendengarkan keterangan saksi. Sayangnya, dia enggan membeberkan nama-nama saksi yang akan dihadirkan. Secara keseluruhan saksi yang bakal dihadirkan berjumlah 17 orang. ”Cukup ya,” ujarnya.

- Advertisement -

Sekadar mengingatkan, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, sudah jadi tengkorak saat ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Baca Juga :  Keluarga Korban Tuding Pembunuh Imam Buhori Lebih dari Satu

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Kejadian sekitar Mei 2017. Korban kemudian dibuang di perbukitan Pantai Rongkang.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah. Dua korban yang masih remaja itu memadu kasih di perbukitan sebelum terjadi peristiwa memilukan tersebut.

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa ditangkap Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron dan belum diketahui keberadaannya. Untuk tersangka Mat Beta, 33, masih di tangan kejari. Jaksa masih menyempurnakan berkas dakwaan sebelum dilimpahkan ke PN Bangkalan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/