alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Ngamuk-Ngamuk Tak Jelas, Pria Ini Dihajar Massa

SUMENEP – Nasib nahas dialami Said Mustofa, 52, warga Dusun Bangrat, Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Pria yang keseharianya berprofesi sebagai penghulu itu terkena sabetan pisau oleh Sujalma, warga Desa Gadding, Kecamatan Manding yang mengamuk di kediaman salah seorang warga Desa Tambuko.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.30 Sabtu (5/1). Awalnya, sekitar pukul 19.00, Sujalma mendatangi Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Saat ditanya oleh warga, Sujalma menjawab dengan tidak jelas dan ngelantur.

Sujalma sempat mengaku ingin bertemu dengan salah satu pengasuh pondok yang berada di Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Tetapi setelah dipertemukan dengan pengasuh, Sujalma justru mengatakan tidak ada urusan dan berbicara ngelantur dan langsung pergi.

Baca Juga :  Agitasi: Religius dan Romantik

Masyarakat yang penasaran mengejar Sujalma dan bertanya keperluannya datang ke lembaga pendidikan tersebut. Saat ditanya nama dan asal, dia mengakui namanya dan asalnya. Kemudian, warga yang curiga menanyakan nama kepala Desa Gadding untuk memastikan.

Tetapi bukan menjawab, Sujalma langsung mengeluarkan pisau yang disimpan di dalam pakaiannya dan menyerang warga dengan cara menyabetkan pisau dapur berukuran sekitar 20 sentimeter tersebut.

Akibatnya, pisau tersebut mengenai salah seorang warga, yakni Said Mustofa. Said menderita luka di bagian pergelangan tangan dan mulut. Said harus mendapat perawatan di Puskesmas Ganding karena arteri tangan kirinya putus.

”Terus Said teriak. Warga yang mendengar teriakan itu langsung datang ke lokasi, termasuk saya. Tapi waktu itu belum ada yang berani mendekat karena orang ini (Sujalma) masih membawa pisau. Setelah warga bisa menangkap, dia langsung dihajar,” ungkap Jasuli, 45, ipar Said saat dimintai keterangan di Puskesmas Ganding, Sabtu malam (5/1).

Baca Juga :  Dua Pekan Tindak 2.531 Pelanggar Lalu Lintas

Setelah kejadian itu, Sujalma ditetapkan sebagai tersangka. Dia dan korban sama-sama dibawa ke Puskesmas Ganding untuk mendapat perawatan. Tetapi tersangka kemudian dirujuk ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep karena luka di bagian kepala, tangan, kaki, dan dada akibat dihajar massa.

Muncul dugaan, tersangka mengidap gangguan jiwa. ”Tapi kami belum bisa melakukan pemeriksaan kepada tersangka karena kondisinya yang masih belum sadar,” ungkap Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Minggu (6/1).

SUMENEP – Nasib nahas dialami Said Mustofa, 52, warga Dusun Bangrat, Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Pria yang keseharianya berprofesi sebagai penghulu itu terkena sabetan pisau oleh Sujalma, warga Desa Gadding, Kecamatan Manding yang mengamuk di kediaman salah seorang warga Desa Tambuko.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.30 Sabtu (5/1). Awalnya, sekitar pukul 19.00, Sujalma mendatangi Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Saat ditanya oleh warga, Sujalma menjawab dengan tidak jelas dan ngelantur.

Sujalma sempat mengaku ingin bertemu dengan salah satu pengasuh pondok yang berada di Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Tetapi setelah dipertemukan dengan pengasuh, Sujalma justru mengatakan tidak ada urusan dan berbicara ngelantur dan langsung pergi.

Baca Juga :  Jabatan Bupati Berakhir, Sekkab sebagai Plh

Masyarakat yang penasaran mengejar Sujalma dan bertanya keperluannya datang ke lembaga pendidikan tersebut. Saat ditanya nama dan asal, dia mengakui namanya dan asalnya. Kemudian, warga yang curiga menanyakan nama kepala Desa Gadding untuk memastikan.

Tetapi bukan menjawab, Sujalma langsung mengeluarkan pisau yang disimpan di dalam pakaiannya dan menyerang warga dengan cara menyabetkan pisau dapur berukuran sekitar 20 sentimeter tersebut.

Akibatnya, pisau tersebut mengenai salah seorang warga, yakni Said Mustofa. Said menderita luka di bagian pergelangan tangan dan mulut. Said harus mendapat perawatan di Puskesmas Ganding karena arteri tangan kirinya putus.

”Terus Said teriak. Warga yang mendengar teriakan itu langsung datang ke lokasi, termasuk saya. Tapi waktu itu belum ada yang berani mendekat karena orang ini (Sujalma) masih membawa pisau. Setelah warga bisa menangkap, dia langsung dihajar,” ungkap Jasuli, 45, ipar Said saat dimintai keterangan di Puskesmas Ganding, Sabtu malam (5/1).

Baca Juga :  Polisi Tembak Pencuri Spesialis Rumah Kos

Setelah kejadian itu, Sujalma ditetapkan sebagai tersangka. Dia dan korban sama-sama dibawa ke Puskesmas Ganding untuk mendapat perawatan. Tetapi tersangka kemudian dirujuk ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep karena luka di bagian kepala, tangan, kaki, dan dada akibat dihajar massa.

Muncul dugaan, tersangka mengidap gangguan jiwa. ”Tapi kami belum bisa melakukan pemeriksaan kepada tersangka karena kondisinya yang masih belum sadar,” ungkap Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Minggu (6/1).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/