alexametrics
22.8 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

KH Baddrut Tamam Penyambung Lidah Santri dan Kiai Kampung

PAMEKASAN – Jabatan bukanlah tujuan. Jabatan hanyalah perantara untuk mengabdi kepada umat secara lebih luas dan sistematik. Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh bakal calon bupati Pamekasan KH Baddrut Tamam.

Bagi pria yang akrab disapa Ra Baddrut ini, jabatan tidak boleh direbut secara ambisius. Sebab, ketika ambisi yang dikedepankan, esensi dari pengabdian kepada masyarakat akan hilang. Padahal, jabatan harus dipertanggungjawabkan, baik di hadapan umat ataupun di hadapan Sang Pencipta.

Dalam kontestasi Pilkada Pamekasan 2018, Ra Baddrut juga memaknainya sebagai jembatan untuk pengabdian kepada umat. Sebab menurutnya, mengabdi kepada umat sudah menjadi panggilan nurani. Sejak dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur pada 2009 lalu, tugasnya tak lebih dari sebagai penyambung lidah umat.

Baca Juga :  Fathorrahman Terbiasa Bantu Siswa Miskin

”Menjadi penyambung lidah santri dan kiai kampung,” ujar mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur itu Selasa (5/12).

Selama menjadi wakil rakyat, Ra Baddrut senantiasa memperjuangkan kepentingan kaum santri. Dia berupaya maksimal agar pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), madrasah, masjid, dan musala tempat anak-anak mengaji dan umat beribadah bisa diberdayakan oleh pemerintah. Itulah sebabnya, setiap saat dia selalu turun ke masyarakat, pondok pesantren, madrasah, dan lainnya.

Ketika reses, Ra Baddrut juga selalu mengupayakan agar kegiatannya digelar di pesantren, di kediaman kiai-kiai kampung atau pusat-pusat pendidikan keagamaan lainnya. Terkait pendidikan ini, dia memang punya kepedulian yang tinggi. Bahkan, sektor pendidikan merupakan agenda prioritas yang akan dia kembangkan ketika terpilih jadi bupati Pamekasan periode 2018–2023 nanti.

Baca Juga :  Ajukan Ra Mamak, Muncul Nama Torul

Ada tujuh program pendidikan yang akan dijadikan program aksi oleh Ra Baddrut. Di antaranya terkait tambahan insentif bagi guru swasta, sekolah minggu, guru TPQ/TPA/pondok pesantren. Serta, memberi bantuan peningkatan kualitas pembelajaran di pondok pesantren.

PAMEKASAN – Jabatan bukanlah tujuan. Jabatan hanyalah perantara untuk mengabdi kepada umat secara lebih luas dan sistematik. Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh bakal calon bupati Pamekasan KH Baddrut Tamam.

Bagi pria yang akrab disapa Ra Baddrut ini, jabatan tidak boleh direbut secara ambisius. Sebab, ketika ambisi yang dikedepankan, esensi dari pengabdian kepada masyarakat akan hilang. Padahal, jabatan harus dipertanggungjawabkan, baik di hadapan umat ataupun di hadapan Sang Pencipta.

Dalam kontestasi Pilkada Pamekasan 2018, Ra Baddrut juga memaknainya sebagai jembatan untuk pengabdian kepada umat. Sebab menurutnya, mengabdi kepada umat sudah menjadi panggilan nurani. Sejak dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur pada 2009 lalu, tugasnya tak lebih dari sebagai penyambung lidah umat.

Baca Juga :  Godok Raperda Induk Pariwisata

”Menjadi penyambung lidah santri dan kiai kampung,” ujar mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur itu Selasa (5/12).

Selama menjadi wakil rakyat, Ra Baddrut senantiasa memperjuangkan kepentingan kaum santri. Dia berupaya maksimal agar pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), madrasah, masjid, dan musala tempat anak-anak mengaji dan umat beribadah bisa diberdayakan oleh pemerintah. Itulah sebabnya, setiap saat dia selalu turun ke masyarakat, pondok pesantren, madrasah, dan lainnya.

Ketika reses, Ra Baddrut juga selalu mengupayakan agar kegiatannya digelar di pesantren, di kediaman kiai-kiai kampung atau pusat-pusat pendidikan keagamaan lainnya. Terkait pendidikan ini, dia memang punya kepedulian yang tinggi. Bahkan, sektor pendidikan merupakan agenda prioritas yang akan dia kembangkan ketika terpilih jadi bupati Pamekasan periode 2018–2023 nanti.

Baca Juga :  Polisi Bakal Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Uber

Ada tujuh program pendidikan yang akan dijadikan program aksi oleh Ra Baddrut. Di antaranya terkait tambahan insentif bagi guru swasta, sekolah minggu, guru TPQ/TPA/pondok pesantren. Serta, memberi bantuan peningkatan kualitas pembelajaran di pondok pesantren.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/