alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Semakin Kuat Terapkan ESG, Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin kuat menerapkan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola yang baik). Khususnya dalam menjaga kinerja fundamental. Hal itu tercermin dari konsistensi pertumbuhan kredit berkelanjutan dan pembiayaan hijau yang dibukukan perseroan.

Pada acara Diskusi Taman BRI yang diselenggarakan oleh BRI Research Institute bertema “Green Financing dan Komitmen Pengurangan Emisi”, SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menuturkan, kredit berkelanjutan BRI hingga akhir Kuartal II-2022 telah mencapai Rp 657,1 triliun atau setara dengan 65,5 % dari total portofolio. Lalu Rp 74,7 triliun di antaranya disalurkan kepada pembiayaan hijau. “Nilai tersebut meningkat dibanding akhir kuartal I-2022,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada kuartal I-2022 kredit berkelanjutan BRI tercatat mencapai sebesar Rp 639,9 triliun atau setara dengan 65, 5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp 71,5 triliun. Pada akhir 2021, kredit berkelanjutan yang dibukukan BRI mencapai Rp 617,8 triliun sekitar 65,5 % dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau mencapai Rp 66 triliun.

Baca Juga :  BRI Komitmen Dukung Program Pemkab Sumenep

Royadi melanjutkan, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator implementasi prinsip ESG dalam kinerja BRI. Perseroan pun senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability. Hal ini sesuai Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03.2017.

Dari sisi wholesale funding yang diterbitkan oleh treasury BRI juga mengalami peningkatan. Komposisi wholesale funding yang berbasis ESG sebesar 9 % pada 2021, tumbuh pesat mencapai 49,7 % hingga akhir semester I-2022. Wholesale funding merupakan nondana pihak ketiga (DPK) sebagai alternatif pemulihan likuiditas dan potensi diversifikasi funding berbasis ESG. BRI pun optimistis mampu mencapai target wholesale funding hingga lebih dari 50 % pada 2024.

Penguatan penerapan prinsip ESG oleh BRI tersebut memiliki alasan kuat. Hal ini berkaitan dengan tren investasi global yang lebih peduli terhadap peningkatan kualitas sosial melalui tata kelola perusahaan yang baik. BRI sebagai BUMN dengan reputasi global akan terus berkomitmen menganut principle of responsible investment untuk keberlanjutan bisnis yang lebih baik.

Baca Juga :  Pembacokan Gegerkan Pengunjung Pasar

Pada Juni 2022 lalu, BRI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Penerbitan yang dilakukan BRI tersebut berhasil diserap seluruhnya oleh pasar, bahkan oversubscribed 4,4 kali.

Hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

 

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin kuat menerapkan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola yang baik). Khususnya dalam menjaga kinerja fundamental. Hal itu tercermin dari konsistensi pertumbuhan kredit berkelanjutan dan pembiayaan hijau yang dibukukan perseroan.

Pada acara Diskusi Taman BRI yang diselenggarakan oleh BRI Research Institute bertema “Green Financing dan Komitmen Pengurangan Emisi”, SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menuturkan, kredit berkelanjutan BRI hingga akhir Kuartal II-2022 telah mencapai Rp 657,1 triliun atau setara dengan 65,5 % dari total portofolio. Lalu Rp 74,7 triliun di antaranya disalurkan kepada pembiayaan hijau. “Nilai tersebut meningkat dibanding akhir kuartal I-2022,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada kuartal I-2022 kredit berkelanjutan BRI tercatat mencapai sebesar Rp 639,9 triliun atau setara dengan 65, 5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp 71,5 triliun. Pada akhir 2021, kredit berkelanjutan yang dibukukan BRI mencapai Rp 617,8 triliun sekitar 65,5 % dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau mencapai Rp 66 triliun.

Baca Juga :  BRI Berikan Dua Mobil kepada Nasabah

Royadi melanjutkan, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator implementasi prinsip ESG dalam kinerja BRI. Perseroan pun senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability. Hal ini sesuai Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03.2017.

Dari sisi wholesale funding yang diterbitkan oleh treasury BRI juga mengalami peningkatan. Komposisi wholesale funding yang berbasis ESG sebesar 9 % pada 2021, tumbuh pesat mencapai 49,7 % hingga akhir semester I-2022. Wholesale funding merupakan nondana pihak ketiga (DPK) sebagai alternatif pemulihan likuiditas dan potensi diversifikasi funding berbasis ESG. BRI pun optimistis mampu mencapai target wholesale funding hingga lebih dari 50 % pada 2024.

Penguatan penerapan prinsip ESG oleh BRI tersebut memiliki alasan kuat. Hal ini berkaitan dengan tren investasi global yang lebih peduli terhadap peningkatan kualitas sosial melalui tata kelola perusahaan yang baik. BRI sebagai BUMN dengan reputasi global akan terus berkomitmen menganut principle of responsible investment untuk keberlanjutan bisnis yang lebih baik.

Baca Juga :  Gelar ‘Shop for Free’, BRImo Traktir 900 Nasabah Loyal dan KOL Terpilih

Pada Juni 2022 lalu, BRI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Penerbitan yang dilakukan BRI tersebut berhasil diserap seluruhnya oleh pasar, bahkan oversubscribed 4,4 kali.

Hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sumenep Batik Festival 2017 Meriah

Hari Ini Kembali Bahas RAPBD

45 Hari Pengerjaan Baru 20 Persen

Berharap Lahirkan Jurnalis Santri

Artikel Terbaru

/