alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Masih di Atas Inflasi

JAKARTA – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2022 masih berada di atas 5 persen. Hal itu berkat peningkatan konsumsi masyarakat dan membaiknya kinerja industri manufaktur. Angka tersebut masih berada di atas angka inflasi tahunan per Juli 2022 yang berada pada level 4,94 persen year on year (yoy).

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/8), selepas mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Jokowi.

“Kita masih menjaga inflasi dan sekarang diumumkan sekitar 4,9 persen. Pertumbuhan ekonomi kita masih di atas 5 persen. BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Dengan Indeks Keyakinan Konsumen juga baik dan PMI (purchasing manager index) di 51,3, kami optimistis angkanya (pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Kades Diharapkan Mampu Buat Program Inovatif

Menurut Airlangga, kenaikan inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas pangan dan energi. Dikatakan, hingga saat ini pemerintah terus mempertahankan daya beli masyarakat untuk kedua komoditas tersebut melalui sejumlah subsidi sebagai jaring pengaman sosial.

“Indonesia tidak melakukan pass through harga, berbeda dengan negara lain. Tentu jumlah subsidi yang diberikan pada tahun ini sudah disetujui oleh DPR. Sehingga, itu menjadi jaringan pengaman sosial di masyarakat,” imbuhnya.

Airlangga mengungkapkan, pemerintah telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi (baik pusat maupun daerah) untuk terus menjaga dan memonitor harga berbagai komoditas. Termasuk komoditas pangan.

“Kalau beras kan kita relatif stabil dan komoditas utama lain juga relatif stabil. Hanya tanaman musiman apakah (misalnya cabe dan bawang). Tapi seluruhnya lebih terkendali karena demand tertinggi kita kan selalu pada saat Lebaran,” tandasnya. (tgh/un/*/par)

Baca Juga :  Panwaslu Bisa Batalkan Calon Kepala Daerah

JAKARTA – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2022 masih berada di atas 5 persen. Hal itu berkat peningkatan konsumsi masyarakat dan membaiknya kinerja industri manufaktur. Angka tersebut masih berada di atas angka inflasi tahunan per Juli 2022 yang berada pada level 4,94 persen year on year (yoy).

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/8), selepas mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Jokowi.

“Kita masih menjaga inflasi dan sekarang diumumkan sekitar 4,9 persen. Pertumbuhan ekonomi kita masih di atas 5 persen. BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Dengan Indeks Keyakinan Konsumen juga baik dan PMI (purchasing manager index) di 51,3, kami optimistis angkanya (pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Membuka Topeng Harun Yahya

Menurut Airlangga, kenaikan inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas pangan dan energi. Dikatakan, hingga saat ini pemerintah terus mempertahankan daya beli masyarakat untuk kedua komoditas tersebut melalui sejumlah subsidi sebagai jaring pengaman sosial.

“Indonesia tidak melakukan pass through harga, berbeda dengan negara lain. Tentu jumlah subsidi yang diberikan pada tahun ini sudah disetujui oleh DPR. Sehingga, itu menjadi jaringan pengaman sosial di masyarakat,” imbuhnya.

Airlangga mengungkapkan, pemerintah telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi (baik pusat maupun daerah) untuk terus menjaga dan memonitor harga berbagai komoditas. Termasuk komoditas pangan.

“Kalau beras kan kita relatif stabil dan komoditas utama lain juga relatif stabil. Hanya tanaman musiman apakah (misalnya cabe dan bawang). Tapi seluruhnya lebih terkendali karena demand tertinggi kita kan selalu pada saat Lebaran,” tandasnya. (tgh/un/*/par)

Baca Juga :  Kebijakan dan Program Pemerintah Dinilai Sudah Tepat
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/