alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Psikolog Menduga ”Penggarap” Ani Psikopat dan Pedofilia

BANGKALAN – Polres Bangkalan tidak puas meski berhasil menangkap tiga pelaku perampokan yang disertai pemerkosaan dan pembunuhan. Korps Bhayangakara terus memburu dua pelaku yang masih buron.

Sebagaimana diketahui, korban yaitu Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, warga asal Kecamatan Tragah, Bangkalan. Polisi berhasil menangkap tiga dari lima pelaku perampokan pada Selasa (1/8).

Yaitu, Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer; dan Jeppar, 28, warga Desa Tebul. Ketiganya bersal dari Kecamatan Kwanyar. Sedangkan dua pelaku masih buron. Yakni, Sohib, 35, dan Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya terus mencari informasi untuk menangkap dua pelaku yang masih buron. Polisi berkali-kali mendatangi rumah pelaku. ”Tapi mereka (Sobib dan Beta, Red) tidak ada di rumah,” katanya Sabtu (5/8).

Baca Juga :  Destinasi Wisata Pelat Merah Sepi Peminat

Anton menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan warga. Jika Sohib dan Mat Beta pulang, warga diminta melapor ke polisi. Selain itu, dia meminta masyarakat memberitahu polisi jika mengetahui keberadaan dua buron tersebut.

”Kami bisa melakukan penangkapan di luar kota. Yang penting tempat persembunyian dua buron itu valid. Pasti kami lakukan penangkapan,” tegasnya.

Dosen Psikologi UTM Yuriyadi menilai, lima pelaku perampokan yang disertai pemerkosaan dan pembunuhan mengidap psikopat. Pelaku tega melakukan kejahatan luar biasa. Sebelum mengambil barang berharga milik korban, pelaku melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Setelah dibunuh, mayat dua korban diikat dan dibuang ke kubangan di perbukitan. ”Mereka membunuh dengan cara tidak biasa,” terangnya. Menurut dia, psikopat beda dengan orang gila. Psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.

Baca Juga :  Junaidi Perkosa Gadis 16 Tahun di Kamar Mandi

Perilaku psikopat condong antisosial dan melawan norma hukum serta agama. ”Psikopat seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental,” jelasnya. Dia berpendapat, pelaku perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan tergolong orang yang mengidap psikopat.

Ciri-ciri psikopat, di antaranya, sering berbohong, egois, dan tidak memiliki rasa bersalah. Ciri lainnya, senang melakukan pelanggaran, kurang memiliki rasa empati, dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Yuriyadi mengungkapkan, semua pelaku perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan tergolong orang dewasa bahkan sudah tua. Namun mereka tega melakukan pemerkosaan pada anak di bawah umur. Pelaku seperti itu biasanya mengidap pedofilia.

Yaitu gangguan seksual berupa nafsu terhadap remaja atau anak-anak. Dengan melakukan tindakan pemerkosaan terhadap Ani yang tergolong masih usia remaja, Yuriyadi menduga lima pelaku mengidap pedofilia.

BANGKALAN – Polres Bangkalan tidak puas meski berhasil menangkap tiga pelaku perampokan yang disertai pemerkosaan dan pembunuhan. Korps Bhayangakara terus memburu dua pelaku yang masih buron.

Sebagaimana diketahui, korban yaitu Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, warga asal Kecamatan Tragah, Bangkalan. Polisi berhasil menangkap tiga dari lima pelaku perampokan pada Selasa (1/8).

Yaitu, Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer; dan Jeppar, 28, warga Desa Tebul. Ketiganya bersal dari Kecamatan Kwanyar. Sedangkan dua pelaku masih buron. Yakni, Sohib, 35, dan Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat.


Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya terus mencari informasi untuk menangkap dua pelaku yang masih buron. Polisi berkali-kali mendatangi rumah pelaku. ”Tapi mereka (Sobib dan Beta, Red) tidak ada di rumah,” katanya Sabtu (5/8).

Baca Juga :  Belajar dari Padi

Anton menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan warga. Jika Sohib dan Mat Beta pulang, warga diminta melapor ke polisi. Selain itu, dia meminta masyarakat memberitahu polisi jika mengetahui keberadaan dua buron tersebut.

”Kami bisa melakukan penangkapan di luar kota. Yang penting tempat persembunyian dua buron itu valid. Pasti kami lakukan penangkapan,” tegasnya.

Dosen Psikologi UTM Yuriyadi menilai, lima pelaku perampokan yang disertai pemerkosaan dan pembunuhan mengidap psikopat. Pelaku tega melakukan kejahatan luar biasa. Sebelum mengambil barang berharga milik korban, pelaku melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Setelah dibunuh, mayat dua korban diikat dan dibuang ke kubangan di perbukitan. ”Mereka membunuh dengan cara tidak biasa,” terangnya. Menurut dia, psikopat beda dengan orang gila. Psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.

Baca Juga :  Junaidi Perkosa Gadis 16 Tahun di Kamar Mandi

Perilaku psikopat condong antisosial dan melawan norma hukum serta agama. ”Psikopat seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental,” jelasnya. Dia berpendapat, pelaku perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan tergolong orang yang mengidap psikopat.

Ciri-ciri psikopat, di antaranya, sering berbohong, egois, dan tidak memiliki rasa bersalah. Ciri lainnya, senang melakukan pelanggaran, kurang memiliki rasa empati, dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Yuriyadi mengungkapkan, semua pelaku perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan tergolong orang dewasa bahkan sudah tua. Namun mereka tega melakukan pemerkosaan pada anak di bawah umur. Pelaku seperti itu biasanya mengidap pedofilia.

Yaitu gangguan seksual berupa nafsu terhadap remaja atau anak-anak. Dengan melakukan tindakan pemerkosaan terhadap Ani yang tergolong masih usia remaja, Yuriyadi menduga lima pelaku mengidap pedofilia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/