alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Puti Syukuri Kelahiran Bung Karno

SURABAYA – PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggelar malam tasyakuran hari lahir Bung Karno. Acara itu dihadiri calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno.

Kegiatan itu sebagai rangkaian Juni Bulan Bung Karno. Dilangsungkan di kampung Jalan Pandean, Gang 4, Selasa (5/6). Tepat di depan rumah nomor 40, yang diberi tetenger rumah kelahiran Bung Karno dan menjadi cagar budaya.

”Hari kelahiran Bung Karno 6 Juni. Hari ini kita gelar tasyakuran, malam menjelang kelahiran sang Putra Fajar,” kata Whisnu Sakti Buana, ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Sekitar 4.000 lebih kader, pengurus dan anggota PDIP bersama masyarakat umum hadir di acara itu. Sore menjelang buka puasa. ”Sebanyak 117 tumpeng kita sajikan di sini. Ini tetenger jumlah tahun kelahiran Bung Karno, sejak 1901–2018,” kata Whisnu, wakil wali Kota Surabaya itu.

Baca Juga :  Kuburan Masal Sedalam 10 Meter

Suasana riuh ramai di kampung tua tersebut. Setiap kecamatan membawa 3 tumpeng. Belum lagi anggota DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, dan DPR RI dari Fraksi PDIP.

Sore itu, menjelang buka puasa, warga terus berdatangan, sambil membawa tumpeng. Warga duduk lesehan di karpet merah, menyanding tumpeng, sambil menunggu azan Magrib.

”Salah satu cara kita berterima kasih kepada Bung Karno atas seluruh perjuangannya, yakni bekerja keras memenangkan cucu beliau, Mbak Puti Guntur Soekarno, sebagai wakil gubernur Jawa Timur,” kata Whisnu.

Penegasan itu disambut sorak ramai oleh warga yang hadir. ”Nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,” kata warga bersahutan. Whisnu bertekad meraih suara besar bagi Gus Ipul-Puti di Kota Surabaya. ”Kita harus menang tebal,” kata Whisnu.

Dalam pernyataannya, Puti Guntur Soekarno menegaskan, arek-arek Suroboyo patut berbangga karena Bung Karno lahir di Kota Pahlawan ini. ”Bung Karno lahir di Surabaya, karena itu menjadi arek Suroboyo. Kemudian, beliau tumbuh sebagai tokoh pergerakan di Surabaya pula, ketika indekos di rumah HOS Tjokroaminoto,” kata Puti.

Baca Juga :  Empat Pecatur Bangkalan Bakal Turun di Gresik Open

Dia mengatakan, cita-cita Bung Karno tentang terwujudnya negara yang adil dan makmur, jalan utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang prorakyat. ”Pemerintahan yang melayani rakyat, yang angggarannya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Puti.

Puti menyebut, Kota Surabaya sejak pasca reformasi telah banyak berbenah. Juga menghadirkan karakter pemerintahan yang melayani rakyat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

”Tahun 2002, Surabaya dipimpin Wali Kota Bambang DH. Kemudian, sejak 2010 dipimpin Wali Kota Bu Risma. Kota ini tidak henti menata dirinya. Masyarakat pun banyak menikmati manfaatnya. Inilah jalan mewujudkan cita-cita perjuangan Bung Karno,” kata Puti. 

SURABAYA – PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggelar malam tasyakuran hari lahir Bung Karno. Acara itu dihadiri calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno.

Kegiatan itu sebagai rangkaian Juni Bulan Bung Karno. Dilangsungkan di kampung Jalan Pandean, Gang 4, Selasa (5/6). Tepat di depan rumah nomor 40, yang diberi tetenger rumah kelahiran Bung Karno dan menjadi cagar budaya.

”Hari kelahiran Bung Karno 6 Juni. Hari ini kita gelar tasyakuran, malam menjelang kelahiran sang Putra Fajar,” kata Whisnu Sakti Buana, ketua DPC PDIP Kota Surabaya.


Sekitar 4.000 lebih kader, pengurus dan anggota PDIP bersama masyarakat umum hadir di acara itu. Sore menjelang buka puasa. ”Sebanyak 117 tumpeng kita sajikan di sini. Ini tetenger jumlah tahun kelahiran Bung Karno, sejak 1901–2018,” kata Whisnu, wakil wali Kota Surabaya itu.

Baca Juga :  MK Sarankan Madura Ajukan Otonomi Khusus

Suasana riuh ramai di kampung tua tersebut. Setiap kecamatan membawa 3 tumpeng. Belum lagi anggota DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, dan DPR RI dari Fraksi PDIP.

Sore itu, menjelang buka puasa, warga terus berdatangan, sambil membawa tumpeng. Warga duduk lesehan di karpet merah, menyanding tumpeng, sambil menunggu azan Magrib.

”Salah satu cara kita berterima kasih kepada Bung Karno atas seluruh perjuangannya, yakni bekerja keras memenangkan cucu beliau, Mbak Puti Guntur Soekarno, sebagai wakil gubernur Jawa Timur,” kata Whisnu.

Penegasan itu disambut sorak ramai oleh warga yang hadir. ”Nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,” kata warga bersahutan. Whisnu bertekad meraih suara besar bagi Gus Ipul-Puti di Kota Surabaya. ”Kita harus menang tebal,” kata Whisnu.

Dalam pernyataannya, Puti Guntur Soekarno menegaskan, arek-arek Suroboyo patut berbangga karena Bung Karno lahir di Kota Pahlawan ini. ”Bung Karno lahir di Surabaya, karena itu menjadi arek Suroboyo. Kemudian, beliau tumbuh sebagai tokoh pergerakan di Surabaya pula, ketika indekos di rumah HOS Tjokroaminoto,” kata Puti.

Baca Juga :  Bupati Sampang Terima Penghargaan Asmantoga

Dia mengatakan, cita-cita Bung Karno tentang terwujudnya negara yang adil dan makmur, jalan utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang prorakyat. ”Pemerintahan yang melayani rakyat, yang angggarannya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Puti.

Puti menyebut, Kota Surabaya sejak pasca reformasi telah banyak berbenah. Juga menghadirkan karakter pemerintahan yang melayani rakyat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

”Tahun 2002, Surabaya dipimpin Wali Kota Bambang DH. Kemudian, sejak 2010 dipimpin Wali Kota Bu Risma. Kota ini tidak henti menata dirinya. Masyarakat pun banyak menikmati manfaatnya. Inilah jalan mewujudkan cita-cita perjuangan Bung Karno,” kata Puti. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/