alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

KPU Jatim Minta Coret DPT Ganda

PAMEKASAN – Polemik data pemilih bermasalah di Pamekasan disikapi serius oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Penyelenggara pemilu tingkat provinsi itu meminta dengan tegas kepada KPU Pamekasan untuk mencoret data daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga ganda.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan, DPT sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. KPU Pamekasan sudah mendistribusikan daftar pemilih tersebut ke desa-desa untuk diketahui secara terperinci oleh masyarakat.

Harapannya, jika ada warga yang belum masuk DPT, bisa mengusulkan melalui panitia untuk dimasukkan ke DPT tambahan. Masyarakat diharapkan berperan aktif mengecek daftar pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni mendatang.

Mengenai dugaan DPT ganda, KPU harus bertindak cepat. Yakni, berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk menindaklanjuti. Jika dipastikan data tersebut benar-benar ganda, KPU diperintahkan untuk mencoret.

Pencoretan tersebut tidak perlu melalui mekanisme rapat pleno. KPU cukup memberi keterangan bahwa data tersebut dicoret lantaran ganda. ”Kalau memang ganda, silakan langsung dicoret. Beri keterangan yang jelas mengapa dicoret. Itu persoalan teknis,” katanya Sabtu (5/5).

Baca Juga :  PBB Terancam Ditinggal Sendirian

Eko menyatakan, KPU berkewajiban mencoret DPT yang tidak memenuhi syarat (TMS). Salah satunya, pemilih yang meninggal. Jika pada saat penetapan DPT warga tersebut ada, tetapi ketika pemilihan meninggal dunia, harus dicoret.

Mekanismenya sama, yakni diberi keterangan bahwa warga tersebut dicoret lantaran meninggal. ”Masyarakat harus berperan aktif dalam mengawasi perkembangan DPT ini. Jika ada yang belum masuk, segera usulkan,” pintanya.

Eko menegaskan, KPU wajib memastikan hak konstitusional warga untuk memilih pemimpin terpenuhi. Begitu pula sebaliknya, warga yang tidak memiliki hak pilih harus dipastikan tidak menggunakan hak suara orang lain.

Divisi Perencanaan dan Data KPU Pamekasan Muhammad Subhan menyampaikan, informasi mengenai DPT ganda ditindaklanjuti. KPU berkoordinasi dengan PPK untuk menyelesaikan temuan tersebut. ”Jika memang ganda, ya dicoret,” katanya.

Baca Juga :  Turnamen Futsal Meriahkan Hari Bhayangkara dan HUT JPRM

Namun demikian, Subhan merasa ada sedikit janggal. Seharusnya DPT ganda itu terdeteksi sejak awal. Yakni, sejak pleno daftar pemilih sementara hasil perubahan (DPSHP) di tingkat kecamatan. Sebab, DPT merupakan kelanjutan dari DPSHP.

Ketua Panwaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, temuan DPT ganda terjadi di Kecamatan Kota. Tidak menutup kemungkinan untuk kecamatan lain juga ditemukan hal serupa. Dengan demikian, panwascam diminta untuk mengkroscek ulang DPT.

Tujuannya, agar data pemilih tersebut benar-benar akurat. Akurasi data pemilih berdampak penting terhadap hasil pemilihan yang akan diselenggarakan 27 Juni mendatang. ”Akan kami kroscek ulang DPT yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Panwascam Kota menemukan data DPT ganda sebanyak 125 orang. Data tersebut diperoleh dari hasil pengecekan ulang di lima desa. Pengecekan lanjutan kembali dilakukan untuk mencari DPT bermasalah tersebut.

PAMEKASAN – Polemik data pemilih bermasalah di Pamekasan disikapi serius oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Penyelenggara pemilu tingkat provinsi itu meminta dengan tegas kepada KPU Pamekasan untuk mencoret data daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga ganda.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan, DPT sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. KPU Pamekasan sudah mendistribusikan daftar pemilih tersebut ke desa-desa untuk diketahui secara terperinci oleh masyarakat.

Harapannya, jika ada warga yang belum masuk DPT, bisa mengusulkan melalui panitia untuk dimasukkan ke DPT tambahan. Masyarakat diharapkan berperan aktif mengecek daftar pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni mendatang.


Mengenai dugaan DPT ganda, KPU harus bertindak cepat. Yakni, berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk menindaklanjuti. Jika dipastikan data tersebut benar-benar ganda, KPU diperintahkan untuk mencoret.

Pencoretan tersebut tidak perlu melalui mekanisme rapat pleno. KPU cukup memberi keterangan bahwa data tersebut dicoret lantaran ganda. ”Kalau memang ganda, silakan langsung dicoret. Beri keterangan yang jelas mengapa dicoret. Itu persoalan teknis,” katanya Sabtu (5/5).

Baca Juga :  KPU Tetapkan Berbaur sebagai Pemenang Pilkada

Eko menyatakan, KPU berkewajiban mencoret DPT yang tidak memenuhi syarat (TMS). Salah satunya, pemilih yang meninggal. Jika pada saat penetapan DPT warga tersebut ada, tetapi ketika pemilihan meninggal dunia, harus dicoret.

Mekanismenya sama, yakni diberi keterangan bahwa warga tersebut dicoret lantaran meninggal. ”Masyarakat harus berperan aktif dalam mengawasi perkembangan DPT ini. Jika ada yang belum masuk, segera usulkan,” pintanya.

Eko menegaskan, KPU wajib memastikan hak konstitusional warga untuk memilih pemimpin terpenuhi. Begitu pula sebaliknya, warga yang tidak memiliki hak pilih harus dipastikan tidak menggunakan hak suara orang lain.

Divisi Perencanaan dan Data KPU Pamekasan Muhammad Subhan menyampaikan, informasi mengenai DPT ganda ditindaklanjuti. KPU berkoordinasi dengan PPK untuk menyelesaikan temuan tersebut. ”Jika memang ganda, ya dicoret,” katanya.

Baca Juga :  PBB Terancam Ditinggal Sendirian

Namun demikian, Subhan merasa ada sedikit janggal. Seharusnya DPT ganda itu terdeteksi sejak awal. Yakni, sejak pleno daftar pemilih sementara hasil perubahan (DPSHP) di tingkat kecamatan. Sebab, DPT merupakan kelanjutan dari DPSHP.

Ketua Panwaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, temuan DPT ganda terjadi di Kecamatan Kota. Tidak menutup kemungkinan untuk kecamatan lain juga ditemukan hal serupa. Dengan demikian, panwascam diminta untuk mengkroscek ulang DPT.

Tujuannya, agar data pemilih tersebut benar-benar akurat. Akurasi data pemilih berdampak penting terhadap hasil pemilihan yang akan diselenggarakan 27 Juni mendatang. ”Akan kami kroscek ulang DPT yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Panwascam Kota menemukan data DPT ganda sebanyak 125 orang. Data tersebut diperoleh dari hasil pengecekan ulang di lima desa. Pengecekan lanjutan kembali dilakukan untuk mencari DPT bermasalah tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/