alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Polres Tangkap Pengedar Narkoba Asal Pantura

SAMPANG –Polres Sampang berhasil menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) asal wilayah pantura,Minggu (4/3). Sayangnya, hingga kini jaringan bandar barang haram tersebut belum terungkap.

Mereka adalah Soleh, 38 dan Rasuli, 46. Keduanya merupakan warga Dusun Lonangkek, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Total barang bukti sabu-sabu yang disita polisi seberat 82 gram.

Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda. Pertama, polisi menangkap Soleh di jalan Dusun Balanan, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Dia digeledah dan polisi menemukan dua buah plastik klip berisi sabu-sabu yang dibungkus tisu di kantong kiri sepeda motor Beat bernopol M 5822 PI yang dikendarai Soleh.

Kemudian, polisi mengembangkan keterangan dari Soleh dan berhasil mengungkap pengedar lainnya, Rasuli. Dia digerebek di rumahnya. Polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 76,91 gram di rumah Rasuli. Dua pengedar beserta barang bukti selanjutnya diamankan di Mapolres Sampang untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga :  Berbaur Bakal Akomodasi Program Kholifah

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pengungkapan dua pengedar itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Menurut dia, tanpa ada bantuan dari masyarakat, polisi tidak bisa maksimal dalam mengungkap dan mencegah peredaran narkoba.

”Alhamdulillah, dua pengedar di wilayah pantura berhasil kami tangkap. Barang buktinya cukup banyak, totalnya 82 gram,” katanya Senin (5/3).

Budi mengungkapkan, penyidik terus mengembangkan pemilik dari barang yang diedarkan oleh dua tersangka tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas bandar yang menyuplai sabu-sabu kepada Soleh dan Rasuli.

”Rasuli ini jadi DPO Polda Jatim sudah lama. Kasus narkoba juga. Tapi, ngakunya baru sekarang ngedarin barang begituan,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Budi juga berjanji dalam waktu dekat akan mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti yang lebih besar. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu hanya bandar atau pengedar.

Baca Juga :  Bakar 225 Gram Sabu-Sabu dan 27 Pil Y

”Tunggulah, bandar akan terungkap juga. Butuh waktu. Kami tak main-main dengan narkoba,” janjinya.

Kepada wartawan, Rasuli mengaku bahwa sabu-sabu itu merupakan barang titipan temannya yang dikenal di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Dia mengambil barang tersebut di wilayah Pamekasan. ”Saya hanya dititipi, upah satu gramnya Rp 25 ribu,” akunya.

 

SAMPANG –Polres Sampang berhasil menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) asal wilayah pantura,Minggu (4/3). Sayangnya, hingga kini jaringan bandar barang haram tersebut belum terungkap.

Mereka adalah Soleh, 38 dan Rasuli, 46. Keduanya merupakan warga Dusun Lonangkek, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Total barang bukti sabu-sabu yang disita polisi seberat 82 gram.

Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda. Pertama, polisi menangkap Soleh di jalan Dusun Balanan, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Dia digeledah dan polisi menemukan dua buah plastik klip berisi sabu-sabu yang dibungkus tisu di kantong kiri sepeda motor Beat bernopol M 5822 PI yang dikendarai Soleh.


Kemudian, polisi mengembangkan keterangan dari Soleh dan berhasil mengungkap pengedar lainnya, Rasuli. Dia digerebek di rumahnya. Polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 76,91 gram di rumah Rasuli. Dua pengedar beserta barang bukti selanjutnya diamankan di Mapolres Sampang untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga :  Kuli Batu Edarkan Sabu, Menangis saat Diperiksa

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pengungkapan dua pengedar itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Menurut dia, tanpa ada bantuan dari masyarakat, polisi tidak bisa maksimal dalam mengungkap dan mencegah peredaran narkoba.

”Alhamdulillah, dua pengedar di wilayah pantura berhasil kami tangkap. Barang buktinya cukup banyak, totalnya 82 gram,” katanya Senin (5/3).

Budi mengungkapkan, penyidik terus mengembangkan pemilik dari barang yang diedarkan oleh dua tersangka tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas bandar yang menyuplai sabu-sabu kepada Soleh dan Rasuli.

”Rasuli ini jadi DPO Polda Jatim sudah lama. Kasus narkoba juga. Tapi, ngakunya baru sekarang ngedarin barang begituan,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Budi juga berjanji dalam waktu dekat akan mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti yang lebih besar. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu hanya bandar atau pengedar.

Baca Juga :  Waspadai Aksi Kejaha tan di Tengah Pandemi

”Tunggulah, bandar akan terungkap juga. Butuh waktu. Kami tak main-main dengan narkoba,” janjinya.

Kepada wartawan, Rasuli mengaku bahwa sabu-sabu itu merupakan barang titipan temannya yang dikenal di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Dia mengambil barang tersebut di wilayah Pamekasan. ”Saya hanya dititipi, upah satu gramnya Rp 25 ribu,” akunya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/