alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Polisi Lubangi Betis Begal

BANGKALAN – Kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan terus saja terjadi di wilayah hukum Polres Bangkalan. Polres meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor. Polisi melubangi betis pelaku kejahatan itu.

Yaitu Sonheji, 44, warga Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah, Bangkalan, dan Rohman, 35, warga asal Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Mereka kini mendekam di sel tahanan Polres Bangkalan.

Rabu (28/2) sekitar pukul 13.00, Moh. Rizal, 19, mahasiswa asal Desa Tambin, Kecamatan Tragah, mengendarai Honda Vario 125 nomor polisi (nopol) M 6321 J. Dia mengendarai motor berwarna putih itu dari selatan.

Dari arah yang sama korban dibuntuti pelaku. Sonheji dan Rohman menggunakan Vario 125 nopol L 4980 WW. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang sepi, pelaku memepet kendaraan korban.

Sonheji langsung membacok Rizal menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Lengan korban mengalami luka sobek. Pelaku lantas menggasak motor korban. Tak berselang lama, warga menolong korban dan membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga :  Polisi Ciduk Pengguna SS

Polisi menemui korban untuk meminta keterangan. Petugas juga mendatangi TKP untuk pengembangan penyelidikan. Saat dimintai keterangan, korban mengaku mengetahui Sonheji.

Namun, korban tidak mengenali pria yang berprofesi sebagai petani itu. Selanjutnya, korban berupaya menebus motor kepada pelaku. Sonheji meminta uang tebusan Rp 5 juta.

Jumat (2/3) sekitar pukul 11.00, korban janjian dengan Sonheji untuk menebus motor. Polisi langsung melakukan penggerebekan. Pelaku melawan sehingga polisi menghadiahi Sonheji dengan timah panas di kaki kanannya.

Tak berhenti di situ, polisi bergeser melakukan pengejaran terhadap Rohman. Pada saat ditangkap, Rohman juga melakukan perlawanan sehingga kaki kanannya dilumpuhkan dengan timah panas.

Barang-bukti yang berhasil diamankan di antaranya motor Honda Vario nopol M 6321 J, motor Honda Vario nopol L 4980 WW, dan motor Honda Revo nopol L 6627 RG. Barang bukti lainnya kaus, celana jins, handphone, kemeja, helm, dan uang tunai Rp 5 juta.

Baca Juga :  Pengunjung Pasar Hajar Residivis Curanmor

Sonheji mengaku sudah tiga kali melakukan tindak pencurian dengan kekerasan. Dia melancarkan aksi di kawasan Kecamatan Tragah. Pengakuan dia, uang dari hasil kejahatan digunakan untuk menafkahi keluarga. ”Buat makan, Pak,” katanya.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha membeberkan, Sonheji dan Rohman melakukan tindakan pembegalan. ”Saat ditangakap, mereka mencoba melawan petugas sehingga harus diambil tindakan tegas dan terukur,” terangnya.

Anissullah menambahkan, akibat perbuatannya, Sonheji dan Rohman dijerat pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP tentang pencurian yang dilakukan dengan tindak kekerasan. Mereka diancam hukuman penjara maksimal 9 tahun.

BANGKALAN – Kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan terus saja terjadi di wilayah hukum Polres Bangkalan. Polres meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor. Polisi melubangi betis pelaku kejahatan itu.

Yaitu Sonheji, 44, warga Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah, Bangkalan, dan Rohman, 35, warga asal Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Mereka kini mendekam di sel tahanan Polres Bangkalan.

Rabu (28/2) sekitar pukul 13.00, Moh. Rizal, 19, mahasiswa asal Desa Tambin, Kecamatan Tragah, mengendarai Honda Vario 125 nomor polisi (nopol) M 6321 J. Dia mengendarai motor berwarna putih itu dari selatan.


Dari arah yang sama korban dibuntuti pelaku. Sonheji dan Rohman menggunakan Vario 125 nopol L 4980 WW. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang sepi, pelaku memepet kendaraan korban.

Sonheji langsung membacok Rizal menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Lengan korban mengalami luka sobek. Pelaku lantas menggasak motor korban. Tak berselang lama, warga menolong korban dan membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga :  Susul Junior Masuk Penjara, DPO Curanmor Dibekuk saat Tidur

Polisi menemui korban untuk meminta keterangan. Petugas juga mendatangi TKP untuk pengembangan penyelidikan. Saat dimintai keterangan, korban mengaku mengetahui Sonheji.

Namun, korban tidak mengenali pria yang berprofesi sebagai petani itu. Selanjutnya, korban berupaya menebus motor kepada pelaku. Sonheji meminta uang tebusan Rp 5 juta.

Jumat (2/3) sekitar pukul 11.00, korban janjian dengan Sonheji untuk menebus motor. Polisi langsung melakukan penggerebekan. Pelaku melawan sehingga polisi menghadiahi Sonheji dengan timah panas di kaki kanannya.

Tak berhenti di situ, polisi bergeser melakukan pengejaran terhadap Rohman. Pada saat ditangkap, Rohman juga melakukan perlawanan sehingga kaki kanannya dilumpuhkan dengan timah panas.

Barang-bukti yang berhasil diamankan di antaranya motor Honda Vario nopol M 6321 J, motor Honda Vario nopol L 4980 WW, dan motor Honda Revo nopol L 6627 RG. Barang bukti lainnya kaus, celana jins, handphone, kemeja, helm, dan uang tunai Rp 5 juta.

Baca Juga :  BRI Tegaskan sebagai Market Leader ESG Company di Indonesia

Sonheji mengaku sudah tiga kali melakukan tindak pencurian dengan kekerasan. Dia melancarkan aksi di kawasan Kecamatan Tragah. Pengakuan dia, uang dari hasil kejahatan digunakan untuk menafkahi keluarga. ”Buat makan, Pak,” katanya.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha membeberkan, Sonheji dan Rohman melakukan tindakan pembegalan. ”Saat ditangakap, mereka mencoba melawan petugas sehingga harus diambil tindakan tegas dan terukur,” terangnya.

Anissullah menambahkan, akibat perbuatannya, Sonheji dan Rohman dijerat pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP tentang pencurian yang dilakukan dengan tindak kekerasan. Mereka diancam hukuman penjara maksimal 9 tahun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/