alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Khofifah Indar Parawansa Sapa Pedagang dan Nelayan

PAMEKASAN – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa warga Pamekasan dan Sumenep Senin (5/3). Kali pertama, mantan menteri sosial (mensos) itu menyapa pedagang di Pasar Kolpajung, Pamekasan.

Kemudian, memenuhi undangan nelayan di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep, yang merayakan petik laut. Khofifah bersama nelayan mengarungi laut.

Khofifah mengatakan, sebagian masyarakat, terutama perempuan di Pamekasan, menjalani kehidupan ekonomi mikro. Mereka menjual sayur-mayur dengan harga murah.

Pedagang perempuan ada yang masuk kategori lanjut usia (lansia). Dengan demikian, butuh perhatian dan regulasi dari pemerintah untuk melindungi perempuan lansia tersebut.

Khofifah menyampaikan, pada waktu menjabat mensos, dia memiliki Program Keluarga Harapan (PKH) lansia. Warga yang berusia di atas 70 tahun diakomodasi dalam program tersebut.

Baca Juga :  Pemimpin Santai tapi Pasti

Jika Khofifah dipercaya memimpin Jatim untuk lima tahun ke depan, program itu akan dilanjutkan dan dikembangkan. Bahkan program tersebut sudah tertuang dalam Nawa Bhakti pasangan calon (paslon) nomor urut satu itu. ”Yang tidak ter-cover di APBN bisa diakomodasi di APBD provinsi,” katanya.

Dari pasar, Khofifah bergeser ke Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Khofifah mengikuti prosesi budaya petik laut yang diselenggarakan ratusan nelayan setempat.

Khofifah mengatakan, prosesi budaya itu berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Satu perahu bisa melayani rombongan wisatawan yang ingin menyaksikan petik laut secara langsung.

”Ini perahunya dicat sendiri, dihias sendiri. Bayangan saya untuk agenda larung, petik laut rasanya perahu-perahu ini akan menjadi referensi pariwisata Jawa Timur yang luar biasa. Kita bisa bayangkan kalau misalnya satu perahu ditawarkan untuk rombongan,” katanya.

Baca Juga :  Enam Daerah di Jatim Masuk Level 1

”Karena dengan pulau terdekat sangat memungkinkan untuk destinasi kuliner dengan destinasi wisata. Kita punya potensi sangat luar biasa. Bagaimana kita memaksimalkan potensi laut, potensi nelayan, dan perahu nelayan menjadi destinasi wisata yang sangat menakjubkan,” tutur Khofifah.

Khofifah memviralkan prosesi budaya itu. Dia membuat video blog (vlog) bersama masyarakat. Khofifah ingin menciptakan wisata dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup di 51 titik potensi pariwisata Jawa Timur.

Komitmen tersebut tertuang pada poin Jatim Harmoni. Dalam Nawa Bhakti Satya ke-9 itu disebutkan, pasangan Khofifah-Emil akan memaksimalkan potensi wisata Jawa Timur dengan menjaga harmoni sosial dan alam.

 

PAMEKASAN – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa warga Pamekasan dan Sumenep Senin (5/3). Kali pertama, mantan menteri sosial (mensos) itu menyapa pedagang di Pasar Kolpajung, Pamekasan.

Kemudian, memenuhi undangan nelayan di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep, yang merayakan petik laut. Khofifah bersama nelayan mengarungi laut.

Khofifah mengatakan, sebagian masyarakat, terutama perempuan di Pamekasan, menjalani kehidupan ekonomi mikro. Mereka menjual sayur-mayur dengan harga murah.


Pedagang perempuan ada yang masuk kategori lanjut usia (lansia). Dengan demikian, butuh perhatian dan regulasi dari pemerintah untuk melindungi perempuan lansia tersebut.

Khofifah menyampaikan, pada waktu menjabat mensos, dia memiliki Program Keluarga Harapan (PKH) lansia. Warga yang berusia di atas 70 tahun diakomodasi dalam program tersebut.

Baca Juga :  Kelangkaan Solar Subsidi, Nelayan Hanya Boleh Beli 10 Liter

Jika Khofifah dipercaya memimpin Jatim untuk lima tahun ke depan, program itu akan dilanjutkan dan dikembangkan. Bahkan program tersebut sudah tertuang dalam Nawa Bhakti pasangan calon (paslon) nomor urut satu itu. ”Yang tidak ter-cover di APBN bisa diakomodasi di APBD provinsi,” katanya.

Dari pasar, Khofifah bergeser ke Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Khofifah mengikuti prosesi budaya petik laut yang diselenggarakan ratusan nelayan setempat.

Khofifah mengatakan, prosesi budaya itu berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Satu perahu bisa melayani rombongan wisatawan yang ingin menyaksikan petik laut secara langsung.

”Ini perahunya dicat sendiri, dihias sendiri. Bayangan saya untuk agenda larung, petik laut rasanya perahu-perahu ini akan menjadi referensi pariwisata Jawa Timur yang luar biasa. Kita bisa bayangkan kalau misalnya satu perahu ditawarkan untuk rombongan,” katanya.

Baca Juga :  Penjurian MTQ Jatim Terbaik Nasional

”Karena dengan pulau terdekat sangat memungkinkan untuk destinasi kuliner dengan destinasi wisata. Kita punya potensi sangat luar biasa. Bagaimana kita memaksimalkan potensi laut, potensi nelayan, dan perahu nelayan menjadi destinasi wisata yang sangat menakjubkan,” tutur Khofifah.

Khofifah memviralkan prosesi budaya itu. Dia membuat video blog (vlog) bersama masyarakat. Khofifah ingin menciptakan wisata dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup di 51 titik potensi pariwisata Jawa Timur.

Komitmen tersebut tertuang pada poin Jatim Harmoni. Dalam Nawa Bhakti Satya ke-9 itu disebutkan, pasangan Khofifah-Emil akan memaksimalkan potensi wisata Jawa Timur dengan menjaga harmoni sosial dan alam.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/