alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Bawaslu Butuh 3.823 Pengawas TPS

BANGKALAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan membutuhkan 3.823 tenaga pembantu. Mereka akan ditugaskan untuk memantau pelaksaanan di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Pendaftaran akan dibuka 11–21 Februari.

Kepala Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh menerangkan, pengawas TPS memiliki beberapa tugas pada pemungutan suara pemilu 17 April nanti. Mulai pengawasan persiapan pemungutan suara hingga rekapitulasi suara. ”Lagi, seperti pembentukan TPS, sampai hari pelaksanaan pemilihannya,” kata dia kepada RadarMadura.id kemarin (5/2).

Mustain menilai keberadaan pengawas pemilu sangat penting. Pengawas TPS merupakan representatif Bawaslu yang dapat menilai baik buruknya pelaksanaan pemungutan suara. ”Hasil pengawas TPS itu akan menjadi dasar kita untuk melakukan PSU (pemungutan suara ulang, Red) atau pembukaan kotak surat suara,” tegasnya.

Baca Juga :  Relawan Demokrasi Belum Bekerja

Pria berkacamata itu menegaskan, pihaknya mengaku sengaja melakukan rekrutmen di bulan ini. Walaupun menurutnya, petugas pengawas TPS akan menjalankan tugasnya pada April mendatang. ”Sasarannya, kita ingin mendapat SDM yang berkualitas,” sambungnya.

Setelah rekrutmen, Bawaslu akan memberikan beberapa bekal kepada petugas TPS yang terpilih. Menurut dia, hal itu dilakukan agar mereka tahu tugas dan kewenangannya di lapangan. ”Kita akan berikan bimtek (bimbingan teknis) kepada mereka. Apa saja yang perlu mereka lakukan dan hak-haknya,” tukasnya. (jup)

BANGKALAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan membutuhkan 3.823 tenaga pembantu. Mereka akan ditugaskan untuk memantau pelaksaanan di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Pendaftaran akan dibuka 11–21 Februari.

Kepala Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh menerangkan, pengawas TPS memiliki beberapa tugas pada pemungutan suara pemilu 17 April nanti. Mulai pengawasan persiapan pemungutan suara hingga rekapitulasi suara. ”Lagi, seperti pembentukan TPS, sampai hari pelaksanaan pemilihannya,” kata dia kepada RadarMadura.id kemarin (5/2).

Mustain menilai keberadaan pengawas pemilu sangat penting. Pengawas TPS merupakan representatif Bawaslu yang dapat menilai baik buruknya pelaksanaan pemungutan suara. ”Hasil pengawas TPS itu akan menjadi dasar kita untuk melakukan PSU (pemungutan suara ulang, Red) atau pembukaan kotak surat suara,” tegasnya.

Baca Juga :  Rumah Politisi Partai Gerindra Diserang


Pria berkacamata itu menegaskan, pihaknya mengaku sengaja melakukan rekrutmen di bulan ini. Walaupun menurutnya, petugas pengawas TPS akan menjalankan tugasnya pada April mendatang. ”Sasarannya, kita ingin mendapat SDM yang berkualitas,” sambungnya.

Setelah rekrutmen, Bawaslu akan memberikan beberapa bekal kepada petugas TPS yang terpilih. Menurut dia, hal itu dilakukan agar mereka tahu tugas dan kewenangannya di lapangan. ”Kita akan berikan bimtek (bimbingan teknis) kepada mereka. Apa saja yang perlu mereka lakukan dan hak-haknya,” tukasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/