alexametrics
26.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Setahun Kejari Hanya Target Satu Kasus Korupsi

BANGKALAN – Sepanjang 2017,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan belum mengungkap kasus korupsi. Tahun lalu, Korps Adhyaksa hanya melanjutkan penanganan kasus 2016. Yakni, korupsi proyek Taman Paseban. Sementara di 2018, kejari menargetkan bisa mengungkap satu kasus.

Kepala Kejari Bangkalan Riono Budi Santoso mengutarakan, target itu disesuaikan dengan anggaran yang disediakan pemerintah untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Setiap tahun lembaganya memang ditarget untuk mengungkap satu kasus korupsi.

Namun jika ada kasus korupsi lebih dari satu kasus, dia berjanji akan mengungkap semuanya. ”Tahun 2017 ada satu pengungkapkan kasus korupsi. Kasus Paseban yang Hari Adji itu. Yang tiga pelaku lainnya kan diungkap pada 2016,” katanya Senin (5/2).

Baca Juga :  Lagi, Uang Senilai Rp 12 Juta Dalam Jok Motor Raib

Untuk memulai penyelidikan kasus korupsi, kata Riono, kejari menggunakan data laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BKP). Namun ada beberapa aturan yang harus diperhatikan untuk memulai penyelidikan.

Jaksa bisa memulai penyelidikan kasus korupsi jika dalam LHP BPK ditemui kerugian negara. Tetapi, terduga tidak menyelesaikan beberapa rekomendasi dari BPK sesuai waktu yang telah ditentukan.

Jika rekomendasi dari BPK diselesaikan oleh terduga pelaku korupsi, kejari tidak bisa melakukan penyelidikan. Sebab, yang bersangkutan telah memulihkan kerugian negara. ”Memang aturannya seperti itu,” tutup Riono.

BANGKALAN – Sepanjang 2017,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan belum mengungkap kasus korupsi. Tahun lalu, Korps Adhyaksa hanya melanjutkan penanganan kasus 2016. Yakni, korupsi proyek Taman Paseban. Sementara di 2018, kejari menargetkan bisa mengungkap satu kasus.

Kepala Kejari Bangkalan Riono Budi Santoso mengutarakan, target itu disesuaikan dengan anggaran yang disediakan pemerintah untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Setiap tahun lembaganya memang ditarget untuk mengungkap satu kasus korupsi.

Namun jika ada kasus korupsi lebih dari satu kasus, dia berjanji akan mengungkap semuanya. ”Tahun 2017 ada satu pengungkapkan kasus korupsi. Kasus Paseban yang Hari Adji itu. Yang tiga pelaku lainnya kan diungkap pada 2016,” katanya Senin (5/2).

Baca Juga :  Kejari dan BTN Tanda Tangani Nota Kesepahaman

Untuk memulai penyelidikan kasus korupsi, kata Riono, kejari menggunakan data laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BKP). Namun ada beberapa aturan yang harus diperhatikan untuk memulai penyelidikan.

Jaksa bisa memulai penyelidikan kasus korupsi jika dalam LHP BPK ditemui kerugian negara. Tetapi, terduga tidak menyelesaikan beberapa rekomendasi dari BPK sesuai waktu yang telah ditentukan.

Jika rekomendasi dari BPK diselesaikan oleh terduga pelaku korupsi, kejari tidak bisa melakukan penyelidikan. Sebab, yang bersangkutan telah memulihkan kerugian negara. ”Memang aturannya seperti itu,” tutup Riono.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/