alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

3.182 Personel Amankan Pilkada Pamekasan

PAMEKASAN – Taman bermain Arek Lancor ramai Jumat (5/1). Ratusan personel kepolisian berkumpul. Benteng pengamanan terakhir NKRI bernama TNI juga berada di lokasi yang sama. Korp Brimob, linmas, dan satpol PP tampak menyesaki taman di depan Masjid Asy-Syuhada itu.

Aparat keamanan itu berkumpul karena satu visi. Yakni, mengamankan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Segala kebutuhan pengamanan dipersiapkan. Sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana dipastikan siap beroperasi dengan baik.

Forum pimpinan daerah (forpimda) dan alim ulama juga tampak berada di kursi undangan. Hadirnya perwakilan seluruh lapisan masyarakat itu menandakan Pamekasan siap menggelar pilkada damai, aman, dan lancar.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, apel gelar pasukan Mantap Praja Semeru itu merupakan persiapan pengamanan pilkada serentak 2018. Operasi tersebut akan digelar selama 178 hari. Sejak 5 Januari hingga 30 Juni 2018.

Personel yang diturunkan lumayan banyak. Total 3.182 personel gabungan. Perinciannya, 650 anggota polri dan 100 personel brigade mobil (Brimob). Kemudian, 300 personel TNI,  satpol PP 200 personel, dan 1.932 personel perlindungan masyarakat (linmas).

Baca Juga :  Bandar Narkoba Lawan Petugas, Dooor!

Petugas keamanan itu akan diturunkan pada setiap ada kegiatan tahapan pilkada. Tahapan pendaftaran, kampanye, sampai pemungutan suara akan dikawal ketat. ”Kegiatan apa pun yang berkaitan dengan pilkada, kami amankan,” katanya.

Teguh menyampaikan, meski pemungutan suara baru digelar 27 Juni mendatang, persiapan pengamanan harus dilakukan sejak sekarang. Dengan demikian, SDM serta sarana dipersiapkan secara matang.

”Apel gelar pasukan adalah bentuk kesiapan Polri dan seluruh instansi dalam menyikapi pilkada maupun pilgub serentak 2018,” kata Teguh dengan nada tegas.

Mengenai titik rawan, Teguh mengaku belum dipetakan secara rinci. Tetapi, pada prinsipnya, kekuatan keamanan yang dibangun dengan aparat gabungan itu akan dikerahkan untuk seluruh kecamatan di Kota Gerbang Salam.

Sejumlah lokasi seperti kantor komisi pemilihan umum (KPU), panwaslu, dan kantor partai politik menjadi target pengamanan. Bahkan, jika sudah ada calon yang ditetapkan, juga akan diamankan. Termasuk, massa pendukung.

Baca Juga :  Calon Independen Harus Kumpulkan Minimal 51.055 KTP

Pengamanan tidak statis. Aparat kepolisian selalu bergerak ke lokasi-lokasi yang dikhawatirkan terjadi gangguan. Dengan demikian, seluruh lokasi bisa terjangkau Operasi Mantap Praja Semeru itu.

Sasaran operasi itu adalah segala bentuk potensi gangguan. Kemudian, ambang gangguan dan gangguan nyata. ”Seluruh aktivitas yang dapat menghambat dan mengganggu jalannya pilkada menjadi target operasi,” katanya.

Untuk diketahui, Rabu, 27 Juni mendatang, akan digelar pesta demokrasi lima tahunan secara serentak. Yakni, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan serta Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Tahapan pilkada berupa sosialisasi dimulai sejak Oktober 2017. Kemudian, Senin (8/1) pekan depan, KPU resmi membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Pendaftaran akan ditutup Rabu (10/1) atau tiga hari sejak dibuka.

PAMEKASAN – Taman bermain Arek Lancor ramai Jumat (5/1). Ratusan personel kepolisian berkumpul. Benteng pengamanan terakhir NKRI bernama TNI juga berada di lokasi yang sama. Korp Brimob, linmas, dan satpol PP tampak menyesaki taman di depan Masjid Asy-Syuhada itu.

Aparat keamanan itu berkumpul karena satu visi. Yakni, mengamankan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Segala kebutuhan pengamanan dipersiapkan. Sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana dipastikan siap beroperasi dengan baik.

Forum pimpinan daerah (forpimda) dan alim ulama juga tampak berada di kursi undangan. Hadirnya perwakilan seluruh lapisan masyarakat itu menandakan Pamekasan siap menggelar pilkada damai, aman, dan lancar.


Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, apel gelar pasukan Mantap Praja Semeru itu merupakan persiapan pengamanan pilkada serentak 2018. Operasi tersebut akan digelar selama 178 hari. Sejak 5 Januari hingga 30 Juni 2018.

Personel yang diturunkan lumayan banyak. Total 3.182 personel gabungan. Perinciannya, 650 anggota polri dan 100 personel brigade mobil (Brimob). Kemudian, 300 personel TNI,  satpol PP 200 personel, dan 1.932 personel perlindungan masyarakat (linmas).

Baca Juga :  Calon Independen Harus Kumpulkan Minimal 51.055 KTP

Petugas keamanan itu akan diturunkan pada setiap ada kegiatan tahapan pilkada. Tahapan pendaftaran, kampanye, sampai pemungutan suara akan dikawal ketat. ”Kegiatan apa pun yang berkaitan dengan pilkada, kami amankan,” katanya.

Teguh menyampaikan, meski pemungutan suara baru digelar 27 Juni mendatang, persiapan pengamanan harus dilakukan sejak sekarang. Dengan demikian, SDM serta sarana dipersiapkan secara matang.

”Apel gelar pasukan adalah bentuk kesiapan Polri dan seluruh instansi dalam menyikapi pilkada maupun pilgub serentak 2018,” kata Teguh dengan nada tegas.

Mengenai titik rawan, Teguh mengaku belum dipetakan secara rinci. Tetapi, pada prinsipnya, kekuatan keamanan yang dibangun dengan aparat gabungan itu akan dikerahkan untuk seluruh kecamatan di Kota Gerbang Salam.

Sejumlah lokasi seperti kantor komisi pemilihan umum (KPU), panwaslu, dan kantor partai politik menjadi target pengamanan. Bahkan, jika sudah ada calon yang ditetapkan, juga akan diamankan. Termasuk, massa pendukung.

Baca Juga :  Kholilurrahman Pede Gandeng Fathorrahman

Pengamanan tidak statis. Aparat kepolisian selalu bergerak ke lokasi-lokasi yang dikhawatirkan terjadi gangguan. Dengan demikian, seluruh lokasi bisa terjangkau Operasi Mantap Praja Semeru itu.

Sasaran operasi itu adalah segala bentuk potensi gangguan. Kemudian, ambang gangguan dan gangguan nyata. ”Seluruh aktivitas yang dapat menghambat dan mengganggu jalannya pilkada menjadi target operasi,” katanya.

Untuk diketahui, Rabu, 27 Juni mendatang, akan digelar pesta demokrasi lima tahunan secara serentak. Yakni, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan serta Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Tahapan pilkada berupa sosialisasi dimulai sejak Oktober 2017. Kemudian, Senin (8/1) pekan depan, KPU resmi membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Pendaftaran akan ditutup Rabu (10/1) atau tiga hari sejak dibuka.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/