alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Polisi Gagal Tangkap Penyuplai Narkoba

BANGKALAN – Polisi kembali menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di lokasi berbeda. Sayangnya, petugas gagal menciduk penyuplai barang haram tersebut. Bahkan, bandarnya belum tersentuh hingga saat ini.

Lokasi petama di jalan Dusun Karang Kemasan, Desa/Kecamatan Blega. Sabtu malam (3/11) sekitar pukul 19.00, anggota Unit Reskrim Polsek Blega menangkap Ainul Yaqin, 19, yang diduga diketahui memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

Penangkapan itu berawal saat polisi mendapat informasi dari masyarakat jika di Kampung Pekadan, Desa/Kecamatan Blega sering dilalui orang yang bertransaksi sabu-sabu. Kemudian anggota reskrim melakukan pengintaian dan melihat Ainul menggunakan sepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan.

Petugas kemudian melakukan pengejaran. Sesampainya di jalan Dusun Karang Kemasan, pemuda asal Kampung Paombulen, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega itu berhasil dihentikan. Setelah digeledah, ditemukan barang bukti (BB) sabu-sabu. Dia menyimpan barang haram tersebut di dalam bungkus rokok yang ditaruh di saku kanan jaketnya.

Baca Juga :  Manfaatkan CFD untuk Pelayanan

Dari tangan Ainul, polisi berhasil mengamankan sejumlah BB. Di antaranya satu plastik kecil berisi sabu-sabu. Kemudian, satu bungkus rokok, satu buah pipet kaca, satu unit sepeda motor Supra X pink tanpa pelat nomor, dan satu jaket abu-abu.

Sehari sebelumnya, Jumat (2/11) sekitar pukul 11.30, polisi meringkus Moh. Rosid. Warga asal Dusun Mandala, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar itu diringkus di jalan raya Desa Duwek Buter, Kecamatan Kwanyar.

Polisi menyita sejumlah BB dari pria 36 tahun itu. Yakni, satu plastik kecil yang diduga berisi sabu seberat 0,5 gram, songkok hitam, dan satu unit sepeda motor Supra X 125 hitam nopol B 6119 EPE.

Sayangnya, polisi tidak bisa menangkap penyuplai sabu-sabu kepada Ainul Yaqin dan Moh. Rosid. Padahal, polisi sudah mengantongi identitas penyuplai.

Baca Juga :  Amankan Puluhan Kendaraan Saat Melakukan Razia Antisipasi Bali

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menerangkan, Moh. Rosid mendapatkan sabu dengan cara membeli kepada MRW (inisial) yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Barang tersebut rencananya akan dikonsumsi sendiri.

Sementara Ainul Yaqin, lanjut dia, menemui orang yang belum dikenalnya dengan maksud mengambil narkoba jenis sabu-sabu. Dia mengambil barang tersebut karena disuruh JMD (DPO) yang tak lain teman pelaku. Rencananya narkoba akan dikonsumsi bersama JMD di rumahnya.

”Saat dihentikan, pelaku sempat membuang bungkus rokok yang berisi sabu-sabu itu ke tanah. Pelaku maupun BB sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya Minggu (4/11). 

BANGKALAN – Polisi kembali menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di lokasi berbeda. Sayangnya, petugas gagal menciduk penyuplai barang haram tersebut. Bahkan, bandarnya belum tersentuh hingga saat ini.

Lokasi petama di jalan Dusun Karang Kemasan, Desa/Kecamatan Blega. Sabtu malam (3/11) sekitar pukul 19.00, anggota Unit Reskrim Polsek Blega menangkap Ainul Yaqin, 19, yang diduga diketahui memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

Penangkapan itu berawal saat polisi mendapat informasi dari masyarakat jika di Kampung Pekadan, Desa/Kecamatan Blega sering dilalui orang yang bertransaksi sabu-sabu. Kemudian anggota reskrim melakukan pengintaian dan melihat Ainul menggunakan sepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan.


Petugas kemudian melakukan pengejaran. Sesampainya di jalan Dusun Karang Kemasan, pemuda asal Kampung Paombulen, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega itu berhasil dihentikan. Setelah digeledah, ditemukan barang bukti (BB) sabu-sabu. Dia menyimpan barang haram tersebut di dalam bungkus rokok yang ditaruh di saku kanan jaketnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Knalpot Brong dan Ban Kecil

Dari tangan Ainul, polisi berhasil mengamankan sejumlah BB. Di antaranya satu plastik kecil berisi sabu-sabu. Kemudian, satu bungkus rokok, satu buah pipet kaca, satu unit sepeda motor Supra X pink tanpa pelat nomor, dan satu jaket abu-abu.

Sehari sebelumnya, Jumat (2/11) sekitar pukul 11.30, polisi meringkus Moh. Rosid. Warga asal Dusun Mandala, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar itu diringkus di jalan raya Desa Duwek Buter, Kecamatan Kwanyar.

Polisi menyita sejumlah BB dari pria 36 tahun itu. Yakni, satu plastik kecil yang diduga berisi sabu seberat 0,5 gram, songkok hitam, dan satu unit sepeda motor Supra X 125 hitam nopol B 6119 EPE.

Sayangnya, polisi tidak bisa menangkap penyuplai sabu-sabu kepada Ainul Yaqin dan Moh. Rosid. Padahal, polisi sudah mengantongi identitas penyuplai.

Baca Juga :  Minggu Depan Tentukan Sepuluh Kepala OPD Definitif

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menerangkan, Moh. Rosid mendapatkan sabu dengan cara membeli kepada MRW (inisial) yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Barang tersebut rencananya akan dikonsumsi sendiri.

Sementara Ainul Yaqin, lanjut dia, menemui orang yang belum dikenalnya dengan maksud mengambil narkoba jenis sabu-sabu. Dia mengambil barang tersebut karena disuruh JMD (DPO) yang tak lain teman pelaku. Rencananya narkoba akan dikonsumsi bersama JMD di rumahnya.

”Saat dihentikan, pelaku sempat membuang bungkus rokok yang berisi sabu-sabu itu ke tanah. Pelaku maupun BB sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya Minggu (4/11). 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/