21.9 C
Madura
Sunday, June 4, 2023

Satpol PP Bangkalan Jaring 30 PSK dalam Sepuluh Bulan

BANGKALAN – Satpol PP Bangkalan mengamankan dua perempuan yang diduga bekerja sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang. Penegak perda beberapa kali melakukan razia dan menjaring perempuan yang dicurigai pekerja seks komersial (PSK).

Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Muhammad Rufai menyatakan, Bangkalan masih darurat prostitusi. Sampai awal November ini pihaknya mengamankan puluhan wanita penghibur dari sejumlah lokasi berbeda. ”Sudah 30 PSK yang kami razia,” ungkapnya Sabtu (4/11).

Kata dia, satpol PP kesulitan mengendus jaringan prostitusi di Bangkalan. Lantaran transaksi bisnis esek-esek itu memanfaatkan media sosial (medsos). Selain itu, pelaku tidak melakukan hubungan intim di lokasi yang biasa digunakan menampung PSK. Tetapi, dibawa pemesan ke tempat lain.

Baca Juga :  Beroperasi sebelum Izin Terbit, Satpol PP Segel Toko Modern

”Eksekusinya tidak di sini. Dibawa ke mana gitu. Kalau dirazia malam-malam, nggak ada orangnya. Makanya dirazia pagi-pagi. Terakhir, dua orang kami amankan,” ujar mantan Sekretaris Dinas Sosial Bangkalan itu.

Rufai menyebutkan, modus operasi bisnis prostitusi mulai terbaca. Karena itu, satpol PP tinggal menunggu kesempatan yang tepat untuk melakukan razia. ”Kami sudah ada informasi tempat-tempat prostitusi. Akan diberantas habis,” janjinya. ”PSK didominasi pendatang dari luar Bangkalan,” imbuhnya.

Ketua PC NU Bangkalan KH Makki Nasir meminta pemerintah dan petugas berwenang menyisir tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi penampungan perempuan pekerja hiburan malam. ”Pengawasan jangan sampai kendur. Jangan sampai Bangkalan ternodai perilaku maksiat. Harus ada langkah antisipatif,” pintanya.

Baca Juga :  Tuding Satpol PP Kecolongan Pengawasan Tembakau Jawa Dievaluasi

BANGKALAN – Satpol PP Bangkalan mengamankan dua perempuan yang diduga bekerja sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang. Penegak perda beberapa kali melakukan razia dan menjaring perempuan yang dicurigai pekerja seks komersial (PSK).

Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Muhammad Rufai menyatakan, Bangkalan masih darurat prostitusi. Sampai awal November ini pihaknya mengamankan puluhan wanita penghibur dari sejumlah lokasi berbeda. ”Sudah 30 PSK yang kami razia,” ungkapnya Sabtu (4/11).

Kata dia, satpol PP kesulitan mengendus jaringan prostitusi di Bangkalan. Lantaran transaksi bisnis esek-esek itu memanfaatkan media sosial (medsos). Selain itu, pelaku tidak melakukan hubungan intim di lokasi yang biasa digunakan menampung PSK. Tetapi, dibawa pemesan ke tempat lain.


Baca Juga :  Terbukti Melanggar Perda, DPMPTSP dan Satpol PP Tutup Rumah Kos Mesum

”Eksekusinya tidak di sini. Dibawa ke mana gitu. Kalau dirazia malam-malam, nggak ada orangnya. Makanya dirazia pagi-pagi. Terakhir, dua orang kami amankan,” ujar mantan Sekretaris Dinas Sosial Bangkalan itu.

Rufai menyebutkan, modus operasi bisnis prostitusi mulai terbaca. Karena itu, satpol PP tinggal menunggu kesempatan yang tepat untuk melakukan razia. ”Kami sudah ada informasi tempat-tempat prostitusi. Akan diberantas habis,” janjinya. ”PSK didominasi pendatang dari luar Bangkalan,” imbuhnya.

Ketua PC NU Bangkalan KH Makki Nasir meminta pemerintah dan petugas berwenang menyisir tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi penampungan perempuan pekerja hiburan malam. ”Pengawasan jangan sampai kendur. Jangan sampai Bangkalan ternodai perilaku maksiat. Harus ada langkah antisipatif,” pintanya.

Baca Juga :  Babat Habis APK di Zona Terlarang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/