alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Polisi Ciduk Pemerkosa Remaja Gangguan Mental

BANGKALAN – Sepandai-pandai tupai melompat pasti terjatuh jua. Pribahasa itu menggambarkan aksi Usman, 77, warga Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Pelaku pemerkosaan itu selama beberapa hari cukup gesit menghindari kejaran polisi. Namun pada Senin (30/10), dia keok diciduk petugas.

Sebagimana diketahui, Usman sempat menjadi buron Polres Bangkalan. Dia diduga kuat memerkosa SO, 21, warga Kota Bangkalan, yang mengalami gangguan mental.

Kejadian memilukan itu bermula saat SO mengantarkan kue dagangan kepada bibinya Sabtu (7/10) sekitar pukul 04.30. Setelah itu, dia hendak pulang. Namun saat tiba di pertigaan Junok, tiba-tiba korban dicegat oleh Usman. SO dipaksa masuk ke sebuah warung.

Di warung itulah Usman melampiaskan nafsunya. Sementara korban tidak bisa melawan. Ironisnya, aksi cabul itu direkam dengan kamera handphone oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Video tersebut pun menyebar. Saat ini polisi masih menyelediki perekam adegan itu.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Tetapkan DPT, Panwaslu Tak Puas

Kini korban mengalami trauma. Bahkan dia tidak mau keluar kamar. Ayah korban, yakni NE, 45, melapor polisi. Polres Bangkalan menindaklanjuti laporan itu dengan meminta keterangan orang tua korban. Polisi juga melakukan visum terhadap korban. Dari hasil visum tersebut, SO diduga kuat telah menjadi korban pemerkosaan.

Senin (30/10) polisi mendapatkan informasi bahwa Usman berada di rumahnya. Lalu, petugas melakukan pengintaian. Ternyata informasi itu benar dan Usman langsung ditangkap. Tersangka lantas dikeler ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas, Usman mengakui perbuatanya telah memerkosa korban.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha membenarkan Usman telah ditangkap. Namun, dia belum mau memberikan penjelasan detail. ”Senin depan akan dirilis bareng dengan kasus yang lain,” katanya singkat Sabtu (4/11).

Baca Juga :  Sidang Tuntutan Kasus Pantai Rongkang Ditunda

BANGKALAN – Sepandai-pandai tupai melompat pasti terjatuh jua. Pribahasa itu menggambarkan aksi Usman, 77, warga Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Pelaku pemerkosaan itu selama beberapa hari cukup gesit menghindari kejaran polisi. Namun pada Senin (30/10), dia keok diciduk petugas.

Sebagimana diketahui, Usman sempat menjadi buron Polres Bangkalan. Dia diduga kuat memerkosa SO, 21, warga Kota Bangkalan, yang mengalami gangguan mental.

Kejadian memilukan itu bermula saat SO mengantarkan kue dagangan kepada bibinya Sabtu (7/10) sekitar pukul 04.30. Setelah itu, dia hendak pulang. Namun saat tiba di pertigaan Junok, tiba-tiba korban dicegat oleh Usman. SO dipaksa masuk ke sebuah warung.


Di warung itulah Usman melampiaskan nafsunya. Sementara korban tidak bisa melawan. Ironisnya, aksi cabul itu direkam dengan kamera handphone oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Video tersebut pun menyebar. Saat ini polisi masih menyelediki perekam adegan itu.

Baca Juga :  Ancam dan┬áNodai Anak di Bawah Umur, Pemuda Ditangkap

Kini korban mengalami trauma. Bahkan dia tidak mau keluar kamar. Ayah korban, yakni NE, 45, melapor polisi. Polres Bangkalan menindaklanjuti laporan itu dengan meminta keterangan orang tua korban. Polisi juga melakukan visum terhadap korban. Dari hasil visum tersebut, SO diduga kuat telah menjadi korban pemerkosaan.

Senin (30/10) polisi mendapatkan informasi bahwa Usman berada di rumahnya. Lalu, petugas melakukan pengintaian. Ternyata informasi itu benar dan Usman langsung ditangkap. Tersangka lantas dikeler ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas, Usman mengakui perbuatanya telah memerkosa korban.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha membenarkan Usman telah ditangkap. Namun, dia belum mau memberikan penjelasan detail. ”Senin depan akan dirilis bareng dengan kasus yang lain,” katanya singkat Sabtu (4/11).

Baca Juga :  KPU Bangkalan Tetapkan DPT, Panwaslu Tak Puas
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/