alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Hingga Oktober, Serapan Anggaran Belum Capai 50 Persen

PAMEKASAN – Kebiasaan Pemkab Pamekasan menggelar kegiatan di akhir tahun kembali terulang. Memasuki Oktober 2017, sejumlah paket besar di Kota Gerbang Salam tidak digelar. Sebagian baru memasuki tender. Sebagian lain masih dibahas dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD.

Kegiatan besar yang belum digelar dan masih proses tender antara lain, pembangunan pagar RSUD Waru senilai Rp 1,1 miliar. Sembilan paket irigasi yang mencapai Rp 2,7 miliar juga masih proses tender. Proyek infrastruktur yang angkanya mencapai puluhan miliar juga banyak belum digelar.

Selain itu, ada pula paket-paket yang belum ditenderkan. Bidang pariwisata, misalnya, yang angkanya mencapai Rp 6 miliar juga tidak digelar. Kepala Disparbud Achmad Sjaifuddin mengaku tidak bisa melaksanakan karena masih menunggu PAK APBD.

Di bidang olahraga, proyek pembangunan lintasan atletik dan sirkuit di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) yang total anggarannya lebih dari Rp 10 miliar juga tidak digelar. Dua paket tersebut sudah dua kali dilelang. Tetapi kedua-duanya mengalami kegagalan karena tidak ada rekanan yang lulus kualifikasi.

Baca Juga :  AKD Desak Semua Instansi Pemerintah Umumkan Anggaran

Banyaknya paket yang belum terlaksana ini membuat serapan APBD Pamekasan 2017 rendah. Sampai Oktober ini, dari rencana anggaran belanja Rp 1,851 triliun, yang terserap tidak sampai 50 persen. Anggaran hampir Rp 1 triliun ngendap di rekening kas daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Totok Hartono mengakui sampai saat ini pihaknya belum maksimal menyerap anggaran. Tetapi dari segi pelaksanaan kegiatan, sebagian besar sudah dilakukan. Serapan di instansinya berkisar 50 persen karena pihak rekanan belum tuntas mengerjakan kegiatan.

”Fisik sudah digelar, tinggal penyerapan. Akhir Oktober akan ada peningkatan serapan yang signifikan,” jelas Totok Hartono saat ditemui usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Pamekasan, Rabu (4/10).

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin menyayangkan masih minimnya realisasi anggaran. Menurut dia, sejak awal 2017 pihaknya telah mewanti-wanti agar proses pembangunan dipercepat. Paket-paket yang perlu melewati proses lelang, hendaknya dilakukan di awal-awal tahun anggaran.

Baca Juga :  Menanti Contoh Gerakan Cinta Zakat

Tetapi, dia juga yakin bahwa dalam tiga bulan ke depan, organisasi perangkat daerah (OPD) bisa menggenjot pembangunan. Apalagi sejak September lalu, banyak paket-paket yang ditenderkan. Dia yakin, jika proses tender berjalan lancar dan pembangunan digelar, serapan anggaran juga akan meningkat.

”Sekarang sudah banyak kegiatan besar yang dilelang. Banyak juga yang sudah ada pemenangnya. Tinggal nunggu dikerjakan,” jelasnya.

Karena banyak paket yang menumpuk di akhir tahun, dia mewanti-wanti agar OPD bisa mengawasi pelaksanaan kegiatan secara ketat. Dia tidak ingin paket-paket pembangunan dikebut tanpa memerhatikan kualitas. DPRD akan sering turun meninjau proses kegiatan fisik yang digelar di masa injury time tahun anggaran 2017.

”Kita kawal bersama supaya kualitas ini sesuai dengan yang diharapkan. Pengerjaannya sesuai spek yang ditentukan agar tidak menjadi temuan di kemudian hari,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Kebiasaan Pemkab Pamekasan menggelar kegiatan di akhir tahun kembali terulang. Memasuki Oktober 2017, sejumlah paket besar di Kota Gerbang Salam tidak digelar. Sebagian baru memasuki tender. Sebagian lain masih dibahas dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD.

Kegiatan besar yang belum digelar dan masih proses tender antara lain, pembangunan pagar RSUD Waru senilai Rp 1,1 miliar. Sembilan paket irigasi yang mencapai Rp 2,7 miliar juga masih proses tender. Proyek infrastruktur yang angkanya mencapai puluhan miliar juga banyak belum digelar.

Selain itu, ada pula paket-paket yang belum ditenderkan. Bidang pariwisata, misalnya, yang angkanya mencapai Rp 6 miliar juga tidak digelar. Kepala Disparbud Achmad Sjaifuddin mengaku tidak bisa melaksanakan karena masih menunggu PAK APBD.


Di bidang olahraga, proyek pembangunan lintasan atletik dan sirkuit di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) yang total anggarannya lebih dari Rp 10 miliar juga tidak digelar. Dua paket tersebut sudah dua kali dilelang. Tetapi kedua-duanya mengalami kegagalan karena tidak ada rekanan yang lulus kualifikasi.

Baca Juga :  Pemkab dan Pengusaha Berbagi Sembako

Banyaknya paket yang belum terlaksana ini membuat serapan APBD Pamekasan 2017 rendah. Sampai Oktober ini, dari rencana anggaran belanja Rp 1,851 triliun, yang terserap tidak sampai 50 persen. Anggaran hampir Rp 1 triliun ngendap di rekening kas daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Totok Hartono mengakui sampai saat ini pihaknya belum maksimal menyerap anggaran. Tetapi dari segi pelaksanaan kegiatan, sebagian besar sudah dilakukan. Serapan di instansinya berkisar 50 persen karena pihak rekanan belum tuntas mengerjakan kegiatan.

”Fisik sudah digelar, tinggal penyerapan. Akhir Oktober akan ada peningkatan serapan yang signifikan,” jelas Totok Hartono saat ditemui usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Pamekasan, Rabu (4/10).

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin menyayangkan masih minimnya realisasi anggaran. Menurut dia, sejak awal 2017 pihaknya telah mewanti-wanti agar proses pembangunan dipercepat. Paket-paket yang perlu melewati proses lelang, hendaknya dilakukan di awal-awal tahun anggaran.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan¬†Gelar Upacara Harjad Ke-72 Provinsi Jatim

Tetapi, dia juga yakin bahwa dalam tiga bulan ke depan, organisasi perangkat daerah (OPD) bisa menggenjot pembangunan. Apalagi sejak September lalu, banyak paket-paket yang ditenderkan. Dia yakin, jika proses tender berjalan lancar dan pembangunan digelar, serapan anggaran juga akan meningkat.

”Sekarang sudah banyak kegiatan besar yang dilelang. Banyak juga yang sudah ada pemenangnya. Tinggal nunggu dikerjakan,” jelasnya.

Karena banyak paket yang menumpuk di akhir tahun, dia mewanti-wanti agar OPD bisa mengawasi pelaksanaan kegiatan secara ketat. Dia tidak ingin paket-paket pembangunan dikebut tanpa memerhatikan kualitas. DPRD akan sering turun meninjau proses kegiatan fisik yang digelar di masa injury time tahun anggaran 2017.

”Kita kawal bersama supaya kualitas ini sesuai dengan yang diharapkan. Pengerjaannya sesuai spek yang ditentukan agar tidak menjadi temuan di kemudian hari,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Yus Sudarso: Madura Awards Ajang Bergengsi

Polisi Telusuri Kebocoran Pupuk Subsidi

Munculkan Potensi Anak Didik

Artikel Terbaru

/