alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

DPO Pelaku Mesum Belum Ditangkap

  PAMEKASAN – Kasus adegan pornografi yang mengarah pada perbuatan mesum di kantor pemkab yang terjadi awal Juli lalu belum tuntas hingga kini. Polisi belum bisa menangkap perempuan berisial ADS yang sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Kinerja Korps Bhayangkara pun mendapat kritik.

            Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Pamekasan Khairul Umam mengatakan, kinerja polres untuk melacak dan meringkus pelaku adegan mesum itu lamban. ”Polres kurang gereget untuk menangkap ADS.  Di mata publik, polres dinilai kalah ’sakti’ sama si pelaku itu,” tuding Umam Rabu (4/10).

            Dia berharap polres serius untuk melacak keberadan perempuan yang pernah terlibat kasus asmara dengan salah satu anggota DPRD Pamekasan itu. Tersangka harus diringkus dan diproses secara hukum. Sebab publik saat ini bertanya-tanya dan menunggu kinerja polisi saat tersangka ditetapkan sebagai DPO.

Baca Juga :  Pembunuh Istri Pegawai Dishub Misterius

            ”Polres harus bisa mengamankan DPO untuk memberi jawaban kepada masyarakat. Sebab bisa saja masyarakat menduga-duga yang bersangkutan memang dibiarkan,” katanya.

            Menanggapi itu, Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengklaim, selama ini pihaknya sudah bekerja maksimal untuk mencari tahu keberadaan tersangka. Karena itu, jika ada masyarakat yang melihat atau mengetahui untuk segera dilaporkan ke instansinya.

            ”Kami tetap bekerja untuk mencari keberadaan yang bersangkutan. Tidak kami biarkan,” janjinya.

Sekadar mengingatkan, awal Juli tersebar video mesum pasangan bukan muhrim. Video itu mempertontonkan aksi laki-laki berinisial ABS mengelus bagian vital perempuan berisial ADS dengan ekspresi canda tawa. Lokasi aksi ”elus” barang vital perempuan itu dilakukan di kantor pemerintahan.

Baca Juga :  Madura Awards Bentuk Apresiasi untuk Tokoh Madura

Pria berusia 41 tahun asal Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, itu merupakan oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sementara ADS sempat bekerja di perusahaan media massa elektronik.

ABS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Pamekasan dan langsung melakukan penahanan beberapa waktu lalu. Sementara ADS ditetapkan masuk DPO.

  PAMEKASAN – Kasus adegan pornografi yang mengarah pada perbuatan mesum di kantor pemkab yang terjadi awal Juli lalu belum tuntas hingga kini. Polisi belum bisa menangkap perempuan berisial ADS yang sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Kinerja Korps Bhayangkara pun mendapat kritik.

            Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Pamekasan Khairul Umam mengatakan, kinerja polres untuk melacak dan meringkus pelaku adegan mesum itu lamban. ”Polres kurang gereget untuk menangkap ADS.  Di mata publik, polres dinilai kalah ’sakti’ sama si pelaku itu,” tuding Umam Rabu (4/10).

            Dia berharap polres serius untuk melacak keberadan perempuan yang pernah terlibat kasus asmara dengan salah satu anggota DPRD Pamekasan itu. Tersangka harus diringkus dan diproses secara hukum. Sebab publik saat ini bertanya-tanya dan menunggu kinerja polisi saat tersangka ditetapkan sebagai DPO.

Baca Juga :  Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Solusi bagi Krisis Pangan dan Energi Dunia

            ”Polres harus bisa mengamankan DPO untuk memberi jawaban kepada masyarakat. Sebab bisa saja masyarakat menduga-duga yang bersangkutan memang dibiarkan,” katanya.

            Menanggapi itu, Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengklaim, selama ini pihaknya sudah bekerja maksimal untuk mencari tahu keberadaan tersangka. Karena itu, jika ada masyarakat yang melihat atau mengetahui untuk segera dilaporkan ke instansinya.

            ”Kami tetap bekerja untuk mencari keberadaan yang bersangkutan. Tidak kami biarkan,” janjinya.

Sekadar mengingatkan, awal Juli tersebar video mesum pasangan bukan muhrim. Video itu mempertontonkan aksi laki-laki berinisial ABS mengelus bagian vital perempuan berisial ADS dengan ekspresi canda tawa. Lokasi aksi ”elus” barang vital perempuan itu dilakukan di kantor pemerintahan.

Baca Juga :  Madura Awards Bentuk Apresiasi untuk Tokoh Madura

Pria berusia 41 tahun asal Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, itu merupakan oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sementara ADS sempat bekerja di perusahaan media massa elektronik.

ABS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Pamekasan dan langsung melakukan penahanan beberapa waktu lalu. Sementara ADS ditetapkan masuk DPO.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/