alexametrics
20.7 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

KPU Bangkalan Tetapkan Salam Bupati-Wabup Terpilih

BANGKALAN – KPU Bangkalan menetapkan pasangan nomor urut 3 Abdul Latif Amin Imron-Mohni sebagai bupati-wakil bupati terpilih 2018–2023. Pasangan calon (paslon) berjargon Salam itu meraih suara terbanyak di atas Farid Alfauzi-Sudarmawan dan Imam Buchori-Mondir A. Rofii.

Penetapan bupati-wakil bupati terpilih ini melalui rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pemilihan gubernur-wakil gubernur serta pemilihan bupati-wakil bupati Rabu (4/7). Pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan mendapat 184.434 suara, Imam Buchori-Mondir A. Rofii 116.438 suara, dan Abdul Latif Amin Imron-Mohni 243.877 suara.

Rekapitulasi tingkat kabupaten disaksikan saksi masing-masing paslon, panwaslu, panwascam, dan forpimda. Semua proses dilaksanakan terbuka. ”Kami tetapkan paslon nomor urut 3 sebagai bupati-wakil bupati terpilih,” terang Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar.

Fauzan meminta maaf kepada semua elemen yang menilai penyelenggaraan pilkada tahun ini belum maksimal. Namun, pihaknya sudah berupaya membuat pesta demokrasi ini sesuai tahapan dan prosedur. ”Kami akui masih banyak kekurangan, baik dari penyelenggaraan tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga tingkat TPS,” ucapnya.

Sebanyak 194 tempat pemungutan suara (TPS) yang diduga terjadi pelanggaran pada pemungutan dan penghitungan suara sudah diputus. Panwaslu Bangkalan merekomendasi KPU menindaklanjuti dan memproses. Rekomendasi panwaslu terkait laporan tim paslon dan temuan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).

Baca Juga :  Ribuan Alumnus Bata-Bata Kepung PN

Delapan TPS harus dilakukan pencermatan ulang terhadap hasil pemungutan suara. Panwaslu juga merekomendasikan KPU membuka kotak suara agar bisa melihat fakta sebenarnya. Bentuk pelanggaran delapan TPS terjadi pada proses pemungutan suara.

Salah satunya, berkaitan dengan pengguna hak pilih yang mencapai 100 persen. Kemudian, surat suara cadangannya dipakai. Termasuk, antara jumlah penggunaan surat suara antara pilbup dan pilgub tidak sama.

Ketua Panwaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, segala bentuk laporan dan temuan internal pengawas sudah dikaji. Pengumpulan bukti dan meminta klarifikasi sejumlah saksi juga sudah. Adapun 186 TPS hanya kesalahan administratif. Misalnya, penyelenggara di tingkat TPS tidak mengisi daftar hadir. Salah mengisi di tiap kolom, dan form C1 tidak diisi. ”Hanya kesalahan administrasi,” terangnya.

Pihaknya meminta KPPS, PPS, dan PPK ditegur. Penyelenggara di 108 TPS atau KPPS tidak usah dipakai lagi dalam pemilu selanjutnya. Sebab, mereka tidak punya kecakapan menjadi penyelenggara. ”Penyelenggaranya tidak profesional. Tidak cakap dalam menjalankan tugas,” sebutnya.

Baca Juga :  PKB TugasiĀ Fattah Jasin Jalin Kekuatan

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti rekomendasi pencermatan ulang terhadap hasil pemungutan suara di 8 TPS. Pihaknya telah melihat kembali form C1 di kotak suara dan dicocokkan dengan daftar hadir atau C7.

Delapan TPS di lima kecamatan tersebut langsung dibuka di depan saksi, PPK, panwascam, dan forpimda. Setelah dicek, hasilnya tidak banyak menemukan kejanggalan seperti yang direkomendasikan panwaslu.

Mengenai penyelenggara yang dianggap tidak cakap dalam menjalankan tugas akan dipertimbangkan. Pihaknya berkomitmen tidak akan menggunakan tenaga mereka lagi pada pemilu mendatang. ”Itu komitmen kami. Tidak akan kami pakai lagi di pemilu yang mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, perolehan suara Pilgub Jatim 2018 di Bangkalan dimenangkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pasangan ini mendapatkan 271.088 suara. Sementara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak 261.467 suara. Suara sah 532.555 dan tidak sah 28.496 suara.

BANGKALAN – KPU Bangkalan menetapkan pasangan nomor urut 3 Abdul Latif Amin Imron-Mohni sebagai bupati-wakil bupati terpilih 2018–2023. Pasangan calon (paslon) berjargon Salam itu meraih suara terbanyak di atas Farid Alfauzi-Sudarmawan dan Imam Buchori-Mondir A. Rofii.

Penetapan bupati-wakil bupati terpilih ini melalui rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pemilihan gubernur-wakil gubernur serta pemilihan bupati-wakil bupati Rabu (4/7). Pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan mendapat 184.434 suara, Imam Buchori-Mondir A. Rofii 116.438 suara, dan Abdul Latif Amin Imron-Mohni 243.877 suara.

Rekapitulasi tingkat kabupaten disaksikan saksi masing-masing paslon, panwaslu, panwascam, dan forpimda. Semua proses dilaksanakan terbuka. ”Kami tetapkan paslon nomor urut 3 sebagai bupati-wakil bupati terpilih,” terang Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar.


Fauzan meminta maaf kepada semua elemen yang menilai penyelenggaraan pilkada tahun ini belum maksimal. Namun, pihaknya sudah berupaya membuat pesta demokrasi ini sesuai tahapan dan prosedur. ”Kami akui masih banyak kekurangan, baik dari penyelenggaraan tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga tingkat TPS,” ucapnya.

Sebanyak 194 tempat pemungutan suara (TPS) yang diduga terjadi pelanggaran pada pemungutan dan penghitungan suara sudah diputus. Panwaslu Bangkalan merekomendasi KPU menindaklanjuti dan memproses. Rekomendasi panwaslu terkait laporan tim paslon dan temuan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).

Baca Juga :  Paslon Salam Siap Sejahterakan Masyarakat

Delapan TPS harus dilakukan pencermatan ulang terhadap hasil pemungutan suara. Panwaslu juga merekomendasikan KPU membuka kotak suara agar bisa melihat fakta sebenarnya. Bentuk pelanggaran delapan TPS terjadi pada proses pemungutan suara.

Salah satunya, berkaitan dengan pengguna hak pilih yang mencapai 100 persen. Kemudian, surat suara cadangannya dipakai. Termasuk, antara jumlah penggunaan surat suara antara pilbup dan pilgub tidak sama.

- Advertisement -

Ketua Panwaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, segala bentuk laporan dan temuan internal pengawas sudah dikaji. Pengumpulan bukti dan meminta klarifikasi sejumlah saksi juga sudah. Adapun 186 TPS hanya kesalahan administratif. Misalnya, penyelenggara di tingkat TPS tidak mengisi daftar hadir. Salah mengisi di tiap kolom, dan form C1 tidak diisi. ”Hanya kesalahan administrasi,” terangnya.

Pihaknya meminta KPPS, PPS, dan PPK ditegur. Penyelenggara di 108 TPS atau KPPS tidak usah dipakai lagi dalam pemilu selanjutnya. Sebab, mereka tidak punya kecakapan menjadi penyelenggara. ”Penyelenggaranya tidak profesional. Tidak cakap dalam menjalankan tugas,” sebutnya.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Tanam Pohon Demokrasi

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti rekomendasi pencermatan ulang terhadap hasil pemungutan suara di 8 TPS. Pihaknya telah melihat kembali form C1 di kotak suara dan dicocokkan dengan daftar hadir atau C7.

Delapan TPS di lima kecamatan tersebut langsung dibuka di depan saksi, PPK, panwascam, dan forpimda. Setelah dicek, hasilnya tidak banyak menemukan kejanggalan seperti yang direkomendasikan panwaslu.

Mengenai penyelenggara yang dianggap tidak cakap dalam menjalankan tugas akan dipertimbangkan. Pihaknya berkomitmen tidak akan menggunakan tenaga mereka lagi pada pemilu mendatang. ”Itu komitmen kami. Tidak akan kami pakai lagi di pemilu yang mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, perolehan suara Pilgub Jatim 2018 di Bangkalan dimenangkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pasangan ini mendapatkan 271.088 suara. Sementara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak 261.467 suara. Suara sah 532.555 dan tidak sah 28.496 suara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/