alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

BRI: Liga 1 Pembuktian Indonesia ke Kancah Internasional

BALI – BRI Liga 1 resmi mengakhiri kompetisi musim 2021-2022 pada Kamis (31/03) dengan menempatkan Bali United sebagai pemenang. Ajang kompetisi kasta tertinggi sepak bola dalam negeri itu dapat terselenggara dengan sukses dan mengundang antusiasme masyarakat Indonesia.

Seremoni penutupan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, dihadiri langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Dirut BRI Sunarso. Termasuk Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan dan Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

Sunarso mengatakan, gelaran BRI Liga 1 sukses berkat kesiapan seluruh stakeholders. Keberhasilan penyelenggaran BRI Liga 1, kata Sunarso, sekaligus menjadi ajang pembuktian kepada dunia internasional.

“Ini menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menggelar event besar di tengah pandemi. Kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada PSSI, PT. LIB, Kemenpora, seluruh klub peserta BRI Liga 1, pemain, staf serta para suporter di seluruh Indonesia sehingga kompetisi dapat berjalan lancar,” kata Sunarso.

Sunarso menuturkan, mulusnya perhelatan BRI Liga 1 merupakan sejarah baru dalam dunia sepak bola tanah air. Kembalinya kompetisi ini juga menimbulkan multiplier effect yang kuat. Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan BRI Liga 1 berhasil menjadi motor penggerak ekonomi. Khususnya di industri sepak bola nasional serta UMKM yang terlibat dalam industri sepak bola.

”Kompetisi BRI Liga 1 dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi timnas Indonesia. Sebab, timnas Indonesia mampu menembus Final AFF 2021 serta meningkatnya ranking timnas Indonesia di FIFA. Jika sebelumnya pada posisi 175 kini menjadi ranking 160,” ujar Sunarso.

Baca Juga :  Tiga Bulan, BRI Berhasil Salurkan KUR Rp 66,99 Triliun

Sekadar diketahui, kompetisi ini sempat vakum pada 2020-2021 lalu. Akibatnya, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang dipublikasikan pada 2020 menyebut kerugian ekonomi dari terhentinya sepak bola di dalam negeri mencapai Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun per tahun.

Selain itu terdapat sekitar 24 ribu orang yang terlibat secara langsung dalam industri sepak bola nasional. Hadirnya BRI dalam ajang BRI Liga 1 musim 2021-2022 membawa optimisme bagi pelaku industri sepak bola dan UMKM. Terlebih, Sunarso menyebut BRI Liga 1 menuai antusiasme yang tinggi dari seluruh pecinta sepak bola di Indonesia.

Sunarso mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung kesuksesan penyelenggaraan BRI Liga 1. Dia juga mengucapkan selamat kepada Bali United FC sebagai juara BRI Liga 1 musim 2021/2022 dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi 18 klub yang telah berkompetisi dalam 306 pertandingan yakni 713 pemain terdiri dari 615 pemain lokal dan 98 pemain asing, serta 129 perangkat pertandingan terdiri dari 38 wasit, 47 asisten wasit, dan 44 match commissioner.

”Ajang ini berhasil melahirkan bakat baru di dunia sepak bola nasional seperti Marselino Ferdinan yang baru berusia 17 tahun terpilih sebagai pemain muda terbaik. Selain itu juga ada pemain asing terbaik BRI Liga 1 yang diraih oleh Taisei Marukawa. Di sisi lain, BRI Liga 1 juga menobatkan Thoriq Alkatiri sebagai wasit terbaik,” paparnya.

Baca Juga :  Pembunuhan Kiai Idris Diduga Terkait Pembebasan Lahan Waduk Nepa

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menuturkan, BRI Liga 1 dimulai dengan tantangan yang luar biasa. Kendati demikian, tantangan besar itu mampu dihadapi berkat kesiapsiagaan serta aksi tanggap dari seluruh stakeholder yang terlibat.

“Sejak awal musim luar biasa tantangannya. Ini satu hal yang tidak mudah, bahkan kita tidak membayangkan, kompetisi BRI Liga 1 ini sampai di akhir. Jadi, itulah (alasannya) kenapa kalau ditanya saya yang paling bahagia, paling senang,” katanya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, dukungan pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menpora berdampak positif terhadap suksesnya kompetisi BRI Liga 1. “Pasti masih banyak kekurangan sana sini, itu akan dievaluasi,” katanya.

BRI Liga 1 sukses digelar dengan penerapan bubble to bubble disertai penerapan protokol kesehatan (prokes) yang disiplin. Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan, hal tersebut yang menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan BRI Liga 1 musim 2021-2022.

“Sepanjang pelaksanaan BRI Liga 1 seri pertama di Jabodetabek hingga rangkaian kelima di Bali, kami konsisten melakukan evaluasi berkala dan menyesuaikan penerapan protokol kesehatan untuk kenyamanan klub dan pemain,” pungkasnya. (*/par)

BALI – BRI Liga 1 resmi mengakhiri kompetisi musim 2021-2022 pada Kamis (31/03) dengan menempatkan Bali United sebagai pemenang. Ajang kompetisi kasta tertinggi sepak bola dalam negeri itu dapat terselenggara dengan sukses dan mengundang antusiasme masyarakat Indonesia.

Seremoni penutupan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, dihadiri langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Dirut BRI Sunarso. Termasuk Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan dan Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

Sunarso mengatakan, gelaran BRI Liga 1 sukses berkat kesiapan seluruh stakeholders. Keberhasilan penyelenggaran BRI Liga 1, kata Sunarso, sekaligus menjadi ajang pembuktian kepada dunia internasional.


“Ini menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menggelar event besar di tengah pandemi. Kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada PSSI, PT. LIB, Kemenpora, seluruh klub peserta BRI Liga 1, pemain, staf serta para suporter di seluruh Indonesia sehingga kompetisi dapat berjalan lancar,” kata Sunarso.

Sunarso menuturkan, mulusnya perhelatan BRI Liga 1 merupakan sejarah baru dalam dunia sepak bola tanah air. Kembalinya kompetisi ini juga menimbulkan multiplier effect yang kuat. Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan BRI Liga 1 berhasil menjadi motor penggerak ekonomi. Khususnya di industri sepak bola nasional serta UMKM yang terlibat dalam industri sepak bola.

”Kompetisi BRI Liga 1 dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi timnas Indonesia. Sebab, timnas Indonesia mampu menembus Final AFF 2021 serta meningkatnya ranking timnas Indonesia di FIFA. Jika sebelumnya pada posisi 175 kini menjadi ranking 160,” ujar Sunarso.

Baca Juga :  Puisi Madura Zainul Kurama’*

Sekadar diketahui, kompetisi ini sempat vakum pada 2020-2021 lalu. Akibatnya, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang dipublikasikan pada 2020 menyebut kerugian ekonomi dari terhentinya sepak bola di dalam negeri mencapai Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun per tahun.

Selain itu terdapat sekitar 24 ribu orang yang terlibat secara langsung dalam industri sepak bola nasional. Hadirnya BRI dalam ajang BRI Liga 1 musim 2021-2022 membawa optimisme bagi pelaku industri sepak bola dan UMKM. Terlebih, Sunarso menyebut BRI Liga 1 menuai antusiasme yang tinggi dari seluruh pecinta sepak bola di Indonesia.

Sunarso mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung kesuksesan penyelenggaraan BRI Liga 1. Dia juga mengucapkan selamat kepada Bali United FC sebagai juara BRI Liga 1 musim 2021/2022 dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi 18 klub yang telah berkompetisi dalam 306 pertandingan yakni 713 pemain terdiri dari 615 pemain lokal dan 98 pemain asing, serta 129 perangkat pertandingan terdiri dari 38 wasit, 47 asisten wasit, dan 44 match commissioner.

”Ajang ini berhasil melahirkan bakat baru di dunia sepak bola nasional seperti Marselino Ferdinan yang baru berusia 17 tahun terpilih sebagai pemain muda terbaik. Selain itu juga ada pemain asing terbaik BRI Liga 1 yang diraih oleh Taisei Marukawa. Di sisi lain, BRI Liga 1 juga menobatkan Thoriq Alkatiri sebagai wasit terbaik,” paparnya.

Baca Juga :  Permainan Madura United Perlu Ditingkatkan

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menuturkan, BRI Liga 1 dimulai dengan tantangan yang luar biasa. Kendati demikian, tantangan besar itu mampu dihadapi berkat kesiapsiagaan serta aksi tanggap dari seluruh stakeholder yang terlibat.

“Sejak awal musim luar biasa tantangannya. Ini satu hal yang tidak mudah, bahkan kita tidak membayangkan, kompetisi BRI Liga 1 ini sampai di akhir. Jadi, itulah (alasannya) kenapa kalau ditanya saya yang paling bahagia, paling senang,” katanya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, dukungan pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menpora berdampak positif terhadap suksesnya kompetisi BRI Liga 1. “Pasti masih banyak kekurangan sana sini, itu akan dievaluasi,” katanya.

BRI Liga 1 sukses digelar dengan penerapan bubble to bubble disertai penerapan protokol kesehatan (prokes) yang disiplin. Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan, hal tersebut yang menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan BRI Liga 1 musim 2021-2022.

“Sepanjang pelaksanaan BRI Liga 1 seri pertama di Jabodetabek hingga rangkaian kelima di Bali, kami konsisten melakukan evaluasi berkala dan menyesuaikan penerapan protokol kesehatan untuk kenyamanan klub dan pemain,” pungkasnya. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/