alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Bayi Sembilan Bulan Dianiaya Ibu Kandung, Ini Respons DPRD

SAMPANG – Kasus kekerasan terhadap bayi sembilan bulan yang diduga dilakukan ibu kandungnya menyita perhatian sejumlah pihak. Salah satunya, Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah.

Minggu (4/3) dia meminta Pemkab Sampang serius menangani korban. Imam mengungkapkan, kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi. Yang terungkap beberapa waktu lalu di Kecamatan Ketapang.

Peran dan tanggung jawab pemkab dalam memberikan pemahaman kepada orang tua harus lebih intens. Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab pemerintah. ”Kegiatan penyadaran masyarakat untuk melindungi anak dari kekerasan harus ditingkatkan,” katanya.

Dia menegaskan, pemerintah hendaknya tidak diam jika ada masyarakat tidak mampu yang butuh pelayanan kesehatan. Informasi yang diterima Imam, keluarga bayi korban kekerasan itu tergolong tidak mampu.

Baca Juga :  Prihatin Maraknya Kasus Narkoba

Pihak rumah sakit mestinya peka menyikapi persoalan biaya perawatan bagi warga tidak mampu. Ada anggaran khusus yang disediakan untuk biaya warga kurang mampu. ”Dinas kesehatan harus tampil, jangan menunggu pasien mendaftar dan mengurus. Anggaran sudah tersedia,” ujarnya.

Imam juga meminta, bayi tersebut dirawat secara khusus oleh tim medis sehingga kesehatannya bisa pulih. ”Proses hukum silakan dijalankan dengan bijaksana. Kami harap kejadian ini tidak terulang,” tegasnya.

Direktur RSUD Muhammad Zyn Titin Hamidah menyatakan, kondisi pasien bernama Adi yang berusia sembilan bulan itu semakin membaik. Pihaknya sudah membentuk tim medis khusus untuk menangani bayi tersebut. ”Tetap dirawat intensif di ruang ICU. Semoga kondisi kesehatannya semakin membaik,” ucapnya.

Baca Juga :  Senang Bisa Hunting Bareng Wartawan

 

 

SAMPANG – Kasus kekerasan terhadap bayi sembilan bulan yang diduga dilakukan ibu kandungnya menyita perhatian sejumlah pihak. Salah satunya, Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah.

Minggu (4/3) dia meminta Pemkab Sampang serius menangani korban. Imam mengungkapkan, kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi. Yang terungkap beberapa waktu lalu di Kecamatan Ketapang.

Peran dan tanggung jawab pemkab dalam memberikan pemahaman kepada orang tua harus lebih intens. Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab pemerintah. ”Kegiatan penyadaran masyarakat untuk melindungi anak dari kekerasan harus ditingkatkan,” katanya.


Dia menegaskan, pemerintah hendaknya tidak diam jika ada masyarakat tidak mampu yang butuh pelayanan kesehatan. Informasi yang diterima Imam, keluarga bayi korban kekerasan itu tergolong tidak mampu.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Sita Ratusan Botol Miras

Pihak rumah sakit mestinya peka menyikapi persoalan biaya perawatan bagi warga tidak mampu. Ada anggaran khusus yang disediakan untuk biaya warga kurang mampu. ”Dinas kesehatan harus tampil, jangan menunggu pasien mendaftar dan mengurus. Anggaran sudah tersedia,” ujarnya.

Imam juga meminta, bayi tersebut dirawat secara khusus oleh tim medis sehingga kesehatannya bisa pulih. ”Proses hukum silakan dijalankan dengan bijaksana. Kami harap kejadian ini tidak terulang,” tegasnya.

Direktur RSUD Muhammad Zyn Titin Hamidah menyatakan, kondisi pasien bernama Adi yang berusia sembilan bulan itu semakin membaik. Pihaknya sudah membentuk tim medis khusus untuk menangani bayi tersebut. ”Tetap dirawat intensif di ruang ICU. Semoga kondisi kesehatannya semakin membaik,” ucapnya.

Baca Juga :  Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Program Kambing Etawa Lanjut

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/