alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Tak Mau Gagal, Bentuk Timsus

PAMEKASAN – Pembentukan 10 ribu wirausaha baru merupakan program unggulan Bupati Baddrut Tamam. Pemkab Pamekasan tidak mau gagal merealisasikan program tersebut. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya ialah membentuk tim khusus (timsus).

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e menyatakan, dalam lima tahun ke depan pemkab menargetkan terbentuk 10 ribu wirausaha baru. Setiap tahun ditargetkan terbentuk dua ribu wirausaha. ”Masing-masing desa ada perwakilan,” katanya kemarin (4/2).

Program itu harus terealisasi secara optimal. Pemkab membentuk timsus dalam merealisasikan program unggulan tersebut. Tugas timsus di antaranya mengkaji potensi desa. Sebab, wirausaha akan berbasis pada potensi lokal tiap desa.

Teknisnya, jelas Raja’e, potensi tiap desa dipetakan, kemudian dicarikan konsep pengembangannya. Perwakilan desa diberi pelatihan mengelola potensi yang ada. Setelah dinilai mampu mengelola potensi itu, mereka dikembalikan ke desa untuk merealisasikan pelatihan.

Baca Juga :  Peneliti BRIN: Airlangga Sosok Pintar dan Ramah

Pemkab juga mengupayakan bantuan modal kepada wirausaha binaan tersebut. Harapannya, potensi yang ada di desa dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Raja’e menyampaikan, di Pamekasan ada 178 desa dan sembilan kelurahan. Angka 10 ribu wirausaha baru sebenarnya sedikit. Sebab, di tiap desa hanya ada sekitar 15 orang. ”Wirausaha ini akan kami bina secara maksimal,” katanya.

Mengenai sumber pendanaan, selain bantuan permodalan dari pemkab, desa bisa mendanai melalui dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD). Mengingat, dua sumber dana tersebut memang untuk kesejahteraan warga.

Raja’e menyatakan, pemkab sengaja tidak memberikan program pembentukan 10 ribu wirausaha kepada organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, hal itu ditangani secara khusus oleh tim yang dibentuk.

Baca Juga :  Bupati Baddrut Luncurkan Aplikasi Persada

Dia berharap, program tersebut dapat membawa kemakmuran bagi masyarakat. Potensi daerah dikelola dengan baik sehingga perekonomian warga semakin membaik. ”Ini bagian dari ikhtiar kami dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Raja’e.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, 10 ribu wirausaha baru merupakan program unggulan bupati. Program tersebut didengungkan saat masa kampanye.

Dia berharap, program itu terealisasi dengan baik. Potensi desa harus dikelola secara optimal sesuai janji yang disampaikan kepada masyarakat. ”Kami berharap, program ini benar-benar terealisasi dengan baik,” ucapnya. 

 

PAMEKASAN – Pembentukan 10 ribu wirausaha baru merupakan program unggulan Bupati Baddrut Tamam. Pemkab Pamekasan tidak mau gagal merealisasikan program tersebut. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya ialah membentuk tim khusus (timsus).

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e menyatakan, dalam lima tahun ke depan pemkab menargetkan terbentuk 10 ribu wirausaha baru. Setiap tahun ditargetkan terbentuk dua ribu wirausaha. ”Masing-masing desa ada perwakilan,” katanya kemarin (4/2).

Program itu harus terealisasi secara optimal. Pemkab membentuk timsus dalam merealisasikan program unggulan tersebut. Tugas timsus di antaranya mengkaji potensi desa. Sebab, wirausaha akan berbasis pada potensi lokal tiap desa.


Teknisnya, jelas Raja’e, potensi tiap desa dipetakan, kemudian dicarikan konsep pengembangannya. Perwakilan desa diberi pelatihan mengelola potensi yang ada. Setelah dinilai mampu mengelola potensi itu, mereka dikembalikan ke desa untuk merealisasikan pelatihan.

Baca Juga :  Giliran Ombudsman Sidak Layanan Publik di Pamekasan

Pemkab juga mengupayakan bantuan modal kepada wirausaha binaan tersebut. Harapannya, potensi yang ada di desa dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Raja’e menyampaikan, di Pamekasan ada 178 desa dan sembilan kelurahan. Angka 10 ribu wirausaha baru sebenarnya sedikit. Sebab, di tiap desa hanya ada sekitar 15 orang. ”Wirausaha ini akan kami bina secara maksimal,” katanya.

Mengenai sumber pendanaan, selain bantuan permodalan dari pemkab, desa bisa mendanai melalui dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD). Mengingat, dua sumber dana tersebut memang untuk kesejahteraan warga.

Raja’e menyatakan, pemkab sengaja tidak memberikan program pembentukan 10 ribu wirausaha kepada organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, hal itu ditangani secara khusus oleh tim yang dibentuk.

Baca Juga :  Sepuluh Puskesmas Siap Jadi BLUD

Dia berharap, program tersebut dapat membawa kemakmuran bagi masyarakat. Potensi daerah dikelola dengan baik sehingga perekonomian warga semakin membaik. ”Ini bagian dari ikhtiar kami dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Raja’e.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, 10 ribu wirausaha baru merupakan program unggulan bupati. Program tersebut didengungkan saat masa kampanye.

Dia berharap, program itu terealisasi dengan baik. Potensi desa harus dikelola secara optimal sesuai janji yang disampaikan kepada masyarakat. ”Kami berharap, program ini benar-benar terealisasi dengan baik,” ucapnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/