alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Pembunuhan Kiai Idris Diduga Terkait Pembebasan Lahan Waduk Nepa

SAMPANG – Pelaku pembunuhan Kiai Idris, 64, di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, 27 Desember 2017 belum terungkap. Menyikapi masalah itu, puluhan kiai dan ulama lintas daerah mendatangi Mapolres Sampang Kamis (4/1). Mereka meminta Korps Bhayangkara segera menyelesaikan kasus tersebut.

”Kami datang ke sini (Mapolres Sampang, Red) meminta kepada Kapolres agar segera menyelesaikan kasus pembunuhan kiai di Banyuates. Jangan sampai lambat menangani kasus ini dan harus tuntas,” ujar KH Ainur Rofik, salah seorang kiai yang ikut ke mapolres.

Nur Holis, juru bicara (jubir) ulama dan kiai, mengatakan, para ulama meminta kasus pembunuhan kiai di Banyuates diungkap tuntas. ”Kami (ulama, Red)  dari Pamekasan, Sampang, dan Surabaya memberikan dukungan moril kepada Kapolres untuk segera menyelesaikan kasus pembunuhan Kiai Idris,” tegasnya usai pertemuan.

Para kiai dan ulama siap membantu jika diperlukan polres untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Informasi yang diterima, polres sudah mengumpulkan barang bukti dan sketsa wajah pelaku pembunuhan.

Baca Juga :  Kapolda Jawa Timur Bakal BeberĀ 8,75 Kg Sabu-Sabu

”Kami siap memberikan bantuan. Hasil pertemuan dengan Kapolres, sudah ada petunjuk dan sidik jari pelaku. Semoga dengan upaya serius dari Polres Sampang dan bantuan Polda Jatim, pelaku atau dalang pembunuhan Kiai Idris segera diungkap,” harapnya.

Menurut Nur Holis, almarhum Kiai Idris merupakan tokoh masyarakat yang menjadi guru ngaji. Almarhum tidak terjun ke dunia politik. ”Beliau murni mengajar. Isu yang berkembang di masyarakat karena ada kaitannya dengan pembebasan lahan Waduk Nepa,” ujarnya.

”Almarhum kurang respons terhadap pembangunan Waduk Nepa. Memang ada lahan milik beliau, almarhum, tapi di hilir,” ungkap Nur Holis.

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar mengatakan, kedatangan ulama dan kiai ke mapolres sudah meminta izin sebelumnya. Para kiai dan ulama mengharapkan kasus pembunuhan kiai di Banyuates terungkap. Sebab, jika tidak terungkap, akan menciptakan keresahan masyarakat.

Baca Juga :  Ditebas Celurit, Kaki Terduga Maling Ayam Patah

”Maksud dan tujuan beliau (ulama dan kiai, Red) ingin mendukung Polres Sampang mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Banyuates,” katanya.

Perwira menengah asal Banyumas, Jawa Tengah, itu menambahkan, ulama juga menyinggung permasalahan di daerah pantura. Terutama mengenai beberapa kasus yang tidak terungkap. ”Harapan beliau-beliau segera diungkap dan kasus lainnya ditangani. Itu merupakan hal positif bagi kami karena mendapat dukungan dari ulama,” tegasnya.

Tofik menjelaskan, pihaknya sudah memberikan gambaran pelaku pembunuhan kiai di Banyuates. Polres juga mendapatkan bantuan dari Polda  Jatim dengan diturunkannya tim IT untuk melihat sketsa wajah pelaku.

Kapolres menambahkan, 10 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Keterangan yang diperoleh dari para saksi masih diolah. ”Saksi ada dari keluarga korban dan tokoh masyarakat. Keterangan saksi ada yang mengarah kepada pelaku,” tandasnya.

SAMPANG – Pelaku pembunuhan Kiai Idris, 64, di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, 27 Desember 2017 belum terungkap. Menyikapi masalah itu, puluhan kiai dan ulama lintas daerah mendatangi Mapolres Sampang Kamis (4/1). Mereka meminta Korps Bhayangkara segera menyelesaikan kasus tersebut.

”Kami datang ke sini (Mapolres Sampang, Red) meminta kepada Kapolres agar segera menyelesaikan kasus pembunuhan kiai di Banyuates. Jangan sampai lambat menangani kasus ini dan harus tuntas,” ujar KH Ainur Rofik, salah seorang kiai yang ikut ke mapolres.

Nur Holis, juru bicara (jubir) ulama dan kiai, mengatakan, para ulama meminta kasus pembunuhan kiai di Banyuates diungkap tuntas. ”Kami (ulama, Red)  dari Pamekasan, Sampang, dan Surabaya memberikan dukungan moril kepada Kapolres untuk segera menyelesaikan kasus pembunuhan Kiai Idris,” tegasnya usai pertemuan.


Para kiai dan ulama siap membantu jika diperlukan polres untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Informasi yang diterima, polres sudah mengumpulkan barang bukti dan sketsa wajah pelaku pembunuhan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Lulusan SMA Kedapatan Bawa Sabu-Sabu

”Kami siap memberikan bantuan. Hasil pertemuan dengan Kapolres, sudah ada petunjuk dan sidik jari pelaku. Semoga dengan upaya serius dari Polres Sampang dan bantuan Polda Jatim, pelaku atau dalang pembunuhan Kiai Idris segera diungkap,” harapnya.

Menurut Nur Holis, almarhum Kiai Idris merupakan tokoh masyarakat yang menjadi guru ngaji. Almarhum tidak terjun ke dunia politik. ”Beliau murni mengajar. Isu yang berkembang di masyarakat karena ada kaitannya dengan pembebasan lahan Waduk Nepa,” ujarnya.

”Almarhum kurang respons terhadap pembangunan Waduk Nepa. Memang ada lahan milik beliau, almarhum, tapi di hilir,” ungkap Nur Holis.

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar mengatakan, kedatangan ulama dan kiai ke mapolres sudah meminta izin sebelumnya. Para kiai dan ulama mengharapkan kasus pembunuhan kiai di Banyuates terungkap. Sebab, jika tidak terungkap, akan menciptakan keresahan masyarakat.

Baca Juga :  Polisi Jebloskan Amin Rais ke Sel Tahanan Gara-Gara Terlibat Kasus Ini

”Maksud dan tujuan beliau (ulama dan kiai, Red) ingin mendukung Polres Sampang mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Banyuates,” katanya.

Perwira menengah asal Banyumas, Jawa Tengah, itu menambahkan, ulama juga menyinggung permasalahan di daerah pantura. Terutama mengenai beberapa kasus yang tidak terungkap. ”Harapan beliau-beliau segera diungkap dan kasus lainnya ditangani. Itu merupakan hal positif bagi kami karena mendapat dukungan dari ulama,” tegasnya.

Tofik menjelaskan, pihaknya sudah memberikan gambaran pelaku pembunuhan kiai di Banyuates. Polres juga mendapatkan bantuan dari Polda  Jatim dengan diturunkannya tim IT untuk melihat sketsa wajah pelaku.

Kapolres menambahkan, 10 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Keterangan yang diperoleh dari para saksi masih diolah. ”Saksi ada dari keluarga korban dan tokoh masyarakat. Keterangan saksi ada yang mengarah kepada pelaku,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/