alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Bekuk Tersangka Pemerkosaan

PAMEKASAN – Pelaku pemerkosaan terhadap SA, 17, terkuak. Polisi berhasil menangkap Ghafur, 24, mantan TKI di Malaysia yang menjadi tersangka kasus asusila tersebut.

Pria asal Kecamatan Palengngaan, Pamekasan, itu diamankan polisi di kediamannya pada malam takbiran Idul Adha beberapa hari lalu. Polisi terus mendalami kasus yang dilaporkan secara resmi oleh keluarga SA tersebut.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, sejak laporan itu masuk pada Selasa (29/8), polisi langsung melakukan pengejaran. Namun, tersangka melarikan diri.

Petugas memburu tersangka. Pengejaran terus dilakukan. Informasi dari masyarakat dihimpun untuk menemukan tersangka. ”Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya tertangkap,” terangnya kemarin (4/9).

Osa menyatakan, tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1 UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Bantuan Balai Desa Diduga Bermasalah

Tersangka juga diancam dengan denda maksimal Rp 5 miliar. Polisi terus mengusut kasus tersebut. Bahkan, pengembangan juga dilakukan untuk memastikan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.

Osa menegaskan, polisi akan bertindak pada setiap pelanggaran hukum. Jika memang salah di mata hukum, jelas akan diberi sanksi sesuai prosedur. ”Terukur dan prosedural,” katanya.

Mengenai adanya tersangka lain, Osa belum bisa memastikan. Namun, pengembangan keterangan dan pencarian fakta berlanjut. Jika memang ada pihak lain yang terlibat, tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk sementara, polisi masih menetapkan satu tersangka. Permintaan keterangan kepada saksi akan dilakukan untuk membongkar kasus yang sangat menyayat hati tersebut. ”Tergantung dari hasil pengembangan. Apakah ada tersangka baru atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Usai Cabuli Anak 14 Tahun, Kakek Ini Lanjut Cari Rumput

Di kesempatan lain, Kapolres AKBP Nowo Hadi Nugroho menyatakan, polisi bakal menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur. Terkait korban, dipastikan ada pendampingan psikologis. ”Pasti ada pendampingan nantinya,” kata Nowo.

Sepupu korban berharap polisi menyelesaikan kasus itu secara hukum. ”Kami meminta polisi menindak tegas,” kata sepupu korban.

Untuk diketahui, kasus pemerkosaan itu terjadi pada Senin (28/9). Tersangka memerawani SA di rumah famili korban. Korban yang masih duduk di bangku kelas IX itu mengalami pendarahan hebat. Korban sempat mendapat perawatan intensif dari tim medis.

PAMEKASAN – Pelaku pemerkosaan terhadap SA, 17, terkuak. Polisi berhasil menangkap Ghafur, 24, mantan TKI di Malaysia yang menjadi tersangka kasus asusila tersebut.

Pria asal Kecamatan Palengngaan, Pamekasan, itu diamankan polisi di kediamannya pada malam takbiran Idul Adha beberapa hari lalu. Polisi terus mendalami kasus yang dilaporkan secara resmi oleh keluarga SA tersebut.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, sejak laporan itu masuk pada Selasa (29/8), polisi langsung melakukan pengejaran. Namun, tersangka melarikan diri.


Petugas memburu tersangka. Pengejaran terus dilakukan. Informasi dari masyarakat dihimpun untuk menemukan tersangka. ”Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya tertangkap,” terangnya kemarin (4/9).

Osa menyatakan, tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1 UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Meluaskan Makna Tadarus

Tersangka juga diancam dengan denda maksimal Rp 5 miliar. Polisi terus mengusut kasus tersebut. Bahkan, pengembangan juga dilakukan untuk memastikan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.

Osa menegaskan, polisi akan bertindak pada setiap pelanggaran hukum. Jika memang salah di mata hukum, jelas akan diberi sanksi sesuai prosedur. ”Terukur dan prosedural,” katanya.

- Advertisement -

Mengenai adanya tersangka lain, Osa belum bisa memastikan. Namun, pengembangan keterangan dan pencarian fakta berlanjut. Jika memang ada pihak lain yang terlibat, tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk sementara, polisi masih menetapkan satu tersangka. Permintaan keterangan kepada saksi akan dilakukan untuk membongkar kasus yang sangat menyayat hati tersebut. ”Tergantung dari hasil pengembangan. Apakah ada tersangka baru atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Nasib Malang Remaja Putri Lumpuh Jadi Korban Pelecehan Seksual

Di kesempatan lain, Kapolres AKBP Nowo Hadi Nugroho menyatakan, polisi bakal menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur. Terkait korban, dipastikan ada pendampingan psikologis. ”Pasti ada pendampingan nantinya,” kata Nowo.

Sepupu korban berharap polisi menyelesaikan kasus itu secara hukum. ”Kami meminta polisi menindak tegas,” kata sepupu korban.

Untuk diketahui, kasus pemerkosaan itu terjadi pada Senin (28/9). Tersangka memerawani SA di rumah famili korban. Korban yang masih duduk di bangku kelas IX itu mengalami pendarahan hebat. Korban sempat mendapat perawatan intensif dari tim medis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/