alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Jaksa Tuntut Mati Mat Beta

BANGKALAN – Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat terancam hukum mati seperti tiga temannya. Itu setelah jaksa membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Selasa (3/7).

Dia diduga kuat terlibat dalam perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang, Kecamatan Kwanyar tahun lalu. Tiga temannya yang sudah divonis mati adalah Jeppar, 28; Muhammad, 32; Moh. Hajir, 52, sudah divonis mati oleh majelis Hakim PN Bangkalan.

Tuntutan bagi Mat Beta sama dengan pelaku lainnya. Yakni, dijerat pasal 340 KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Kemudian, pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta UU Nomor 17 Tahun 2016 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Madura United Pantas Berada di Puncak Klasemen

Sebab, Mat Beta bersama-sama melakukan pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan memaksa anak di bawah umur melakukan persetubuhan. Sidang tuntutan Mat Beta yang dimulai sejak pukul 12.30–13.30 itu dipimpin Hakim Ketua Ahmad Husaini.

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin membenarkan, tuntutan dan penerapan pasal bagi terdakwa Mat Beta sama dengan tiga pelaku lainnya. Pasalnya, mereka telah bersama-sama melakukan tindakan perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan.

Dia mengungkapkan, agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi atau pembelaan. Pleidoi akan dibacakan oleh penasihat hukum (PH) terdakwa di PN Bangkalan, Senin (9/7). ”Minggu depan pleidoi. Kasus ini sudah lama. Kami pengin cepat-cepat selesai,” ujarnya.

Bakhtiar Pradinata selaku PH terdakwa Mat Beta mengatakan, tuntutan yang telah dibacakan oleh JPU dinilai tidak adil. Sebab, tidak sesuai dengan fakta persidangan. Pihaknya berkeyakinan kliennya tidak terlibat dalam kasus perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan itu.

Baca Juga :  Membangun Kebersamaan dalam Kebhinnekaan Bangsa

Dia mengungkapkan, saat ini fokus untuk menyusun dan menyempurnakan berkas pleidoi terdakwa. Dengan demikian, nantinya menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memberikan putusan. ”Materi sudah ada. Tinggal menyusun dan menyempurnakan saja. Kami sampaikan setelah sidang pleidoi,” tutupnya.

Untuk diketahui, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan sepasang kekasih asal Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah tersebut.

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Dari lima pelaku, hanya Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, yang belum tertangkap. Polisi menetapkan Sohib dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

 

BANGKALAN – Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat terancam hukum mati seperti tiga temannya. Itu setelah jaksa membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Selasa (3/7).

Dia diduga kuat terlibat dalam perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang, Kecamatan Kwanyar tahun lalu. Tiga temannya yang sudah divonis mati adalah Jeppar, 28; Muhammad, 32; Moh. Hajir, 52, sudah divonis mati oleh majelis Hakim PN Bangkalan.

Tuntutan bagi Mat Beta sama dengan pelaku lainnya. Yakni, dijerat pasal 340 KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Kemudian, pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta UU Nomor 17 Tahun 2016 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Setelah PKB dan PAN, PKS Keluarkan rekomendasi untuk Baddrut Tamam

Sebab, Mat Beta bersama-sama melakukan pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan memaksa anak di bawah umur melakukan persetubuhan. Sidang tuntutan Mat Beta yang dimulai sejak pukul 12.30–13.30 itu dipimpin Hakim Ketua Ahmad Husaini.

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin membenarkan, tuntutan dan penerapan pasal bagi terdakwa Mat Beta sama dengan tiga pelaku lainnya. Pasalnya, mereka telah bersama-sama melakukan tindakan perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan.

Dia mengungkapkan, agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi atau pembelaan. Pleidoi akan dibacakan oleh penasihat hukum (PH) terdakwa di PN Bangkalan, Senin (9/7). ”Minggu depan pleidoi. Kasus ini sudah lama. Kami pengin cepat-cepat selesai,” ujarnya.

Bakhtiar Pradinata selaku PH terdakwa Mat Beta mengatakan, tuntutan yang telah dibacakan oleh JPU dinilai tidak adil. Sebab, tidak sesuai dengan fakta persidangan. Pihaknya berkeyakinan kliennya tidak terlibat dalam kasus perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan itu.

Baca Juga :  Sepuluh Kali Gauli Anak Terungkap karena Bekas Merah Pacar

Dia mengungkapkan, saat ini fokus untuk menyusun dan menyempurnakan berkas pleidoi terdakwa. Dengan demikian, nantinya menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memberikan putusan. ”Materi sudah ada. Tinggal menyusun dan menyempurnakan saja. Kami sampaikan setelah sidang pleidoi,” tutupnya.

Untuk diketahui, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan sepasang kekasih asal Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah tersebut.

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Dari lima pelaku, hanya Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, yang belum tertangkap. Polisi menetapkan Sohib dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/