alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Agenda Padat, Sidang Zulfikar Gagal Lagi

BANGKALAN – Kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Zulfikar Novan, 32, finalis D’Academy kembali gagal disidangkan Kamis (3/5). Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan beralasan agenda sidang terlalu padat.

Akibatnya, sidang dengan agenda mendengarkan saksi itu harus ditunda pekan depan. Sudah dua kali sidang Zulfikar, warga asal Kelurahan Demangan gagal digelar di PN Bangkalan.

Pekan lalu, sidang ditunda karena dua saksi yang akan didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) berhalangan hadir. Mereka adalah Brigadir Eko Kurniawan dan Aipda Andi Purwanto. Keduanya merupakan anggota Polres Bangkalan. Sementara kemarin, sidang ditunda karena terlalu banyak tahanan atau terdakwa lain yang mengikuti sidang.

Pada sidang perdana, jaksa mendakwa Zulfikar Novan dengan pasal 127 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal satu tahun penjara. Kemudian, pasal 112 (1) jo pasal 132  UU Tahun 35 Nomor 2009 tentang Narkotika dengan ancaman empat tahun penjara.

Baca Juga :  Sidang Pemerkosaan-Pembunuhan Ditunda Empat Kali

Jaksa Haidir Rahman mengatakan, sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Zulfikar ditunda. Sebab, banyak agenda sidang lainnya. ”Ditunda Senin depan (7/5),” ucapnya singkat.

Sementara, Hakim Ketua Sugiri Wiryandono membenarkan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ditunda Senin. Sebab, setiap Kamis terlalu banyak agenda sidang lainnya.

 Diterangkan, kemarin terdapat 58 tahanan atau terdakwa yang menjalani sidang di PN Bangkalan. ”Jadi terlalu banyak. Makanya sidang Zulfikar diganti Senin depan,” kata Humas PN Bangkalan itu.

Untuk diketahui, Rabu (7/2) sekitar pukul 14.40, polisi meringkus Zulfikar di rumah kosnya di Jalan Raya Jokotole Gang 3, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu bong, satu kompor sabu-sabu, satu korek api, satu botol berisi alkohol, sabu-sabu seberat 3,68 gram dan 0,33 gram.

Baca Juga :  Jurus Nekat Haji ala Orang Madura

 

BANGKALAN – Kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Zulfikar Novan, 32, finalis D’Academy kembali gagal disidangkan Kamis (3/5). Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan beralasan agenda sidang terlalu padat.

Akibatnya, sidang dengan agenda mendengarkan saksi itu harus ditunda pekan depan. Sudah dua kali sidang Zulfikar, warga asal Kelurahan Demangan gagal digelar di PN Bangkalan.

Pekan lalu, sidang ditunda karena dua saksi yang akan didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) berhalangan hadir. Mereka adalah Brigadir Eko Kurniawan dan Aipda Andi Purwanto. Keduanya merupakan anggota Polres Bangkalan. Sementara kemarin, sidang ditunda karena terlalu banyak tahanan atau terdakwa lain yang mengikuti sidang.


Pada sidang perdana, jaksa mendakwa Zulfikar Novan dengan pasal 127 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal satu tahun penjara. Kemudian, pasal 112 (1) jo pasal 132  UU Tahun 35 Nomor 2009 tentang Narkotika dengan ancaman empat tahun penjara.

Baca Juga :  Pesantren dan Kekayaan Intelektual

Jaksa Haidir Rahman mengatakan, sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Zulfikar ditunda. Sebab, banyak agenda sidang lainnya. ”Ditunda Senin depan (7/5),” ucapnya singkat.

Sementara, Hakim Ketua Sugiri Wiryandono membenarkan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ditunda Senin. Sebab, setiap Kamis terlalu banyak agenda sidang lainnya.

 Diterangkan, kemarin terdapat 58 tahanan atau terdakwa yang menjalani sidang di PN Bangkalan. ”Jadi terlalu banyak. Makanya sidang Zulfikar diganti Senin depan,” kata Humas PN Bangkalan itu.

Untuk diketahui, Rabu (7/2) sekitar pukul 14.40, polisi meringkus Zulfikar di rumah kosnya di Jalan Raya Jokotole Gang 3, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu bong, satu kompor sabu-sabu, satu korek api, satu botol berisi alkohol, sabu-sabu seberat 3,68 gram dan 0,33 gram.

Baca Juga :  Pilkada Bangkalan Mengerucut Tiga Pasangan Calon

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/