alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Sidang Tuntutan Kasus Pantai Rongkang Ditunda

BANGKALAN – Sidang lanjutan tiga terdakwa kasus dugaan perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang tidak bisa digelar Selasa (3/4). Sebab, jaksa penuntut umum belum merampungkan berkas tuntutan untuk mereka.

Tiga terdakwa itu adalah Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar. Kemarin hanya digelar sidang dengan terdakwa Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar.

Agenda sidang Mat Beta adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa. Mereka adalah Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir. Sidang Mat Beta pekan depan tetap mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan jaksa. Sidang dilangsungkan tertutup untuk umum.

Baca Juga :  Maskur Hidayat, Nakhoda Baru Pengadilan Negeri Bangkalan

Ketua Tim Jaksa Anis mengatakan, agenda sidang mendengarkan keterangan saksi mahkota. Terdakwa lain memberikan keterangan kesaksian terhadap Mat Beta. Sementara sidang tuntutan untuk Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir ditunda.

Penundaan dilakukan karena jaksa masih menyusun berkas sebelum dibacakan di persidangan. Pihaknya belum bisa memastikan sidang itu akan digelar. ”Kalau dakwaannya selesai pasti sidang,” singkatnya.

Mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima orang. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak. Kejadiannya sekitar Mei 2017. Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah.

Baca Juga :  Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Sebut Mr. X Berasal dari Desa Sejati

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa ditangkap Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron dan belum diketahui keberadaannya. Hingga saat ini dia menjadi buronan polisi.

BANGKALAN – Sidang lanjutan tiga terdakwa kasus dugaan perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang tidak bisa digelar Selasa (3/4). Sebab, jaksa penuntut umum belum merampungkan berkas tuntutan untuk mereka.

Tiga terdakwa itu adalah Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar. Kemarin hanya digelar sidang dengan terdakwa Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar.

Agenda sidang Mat Beta adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa. Mereka adalah Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir. Sidang Mat Beta pekan depan tetap mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan jaksa. Sidang dilangsungkan tertutup untuk umum.

Baca Juga :  Suara Minoritas, PBB Incar Koalisi Gemuk

Ketua Tim Jaksa Anis mengatakan, agenda sidang mendengarkan keterangan saksi mahkota. Terdakwa lain memberikan keterangan kesaksian terhadap Mat Beta. Sementara sidang tuntutan untuk Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir ditunda.

Penundaan dilakukan karena jaksa masih menyusun berkas sebelum dibacakan di persidangan. Pihaknya belum bisa memastikan sidang itu akan digelar. ”Kalau dakwaannya selesai pasti sidang,” singkatnya.

Mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima orang. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak. Kejadiannya sekitar Mei 2017. Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah.

Baca Juga :  Maskur Hidayat, Nakhoda Baru Pengadilan Negeri Bangkalan

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa ditangkap Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron dan belum diketahui keberadaannya. Hingga saat ini dia menjadi buronan polisi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/