alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Penipuan Berkedok Investasi Sembako, Korban Pernah Sita Aset Nia

SUMENEP – Dugaan penipuan berkedok investasi sembako murah yang dilakukan Nia Ekawati, warga Desa Pandian, Kota Sumenep, terus memunculkan fakta baru. Berdasarkan info yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), para korban sempat menyita beberapa aset milik Nia.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti membenarkan hal tersebut. Menurut dia, berdasarkan keterangan para korban saat audiensi di Aula Sutanto Polres Sumenep, Kamis (1/3), para korban mengakui telah mengambil beberapa aset milik Nia.

Aset-aset tersebut di antaranya, satu unit mobil, sebuah lemari hias, sebuah meja marmer, sebuah lemari pakaian, satu unit sepeda motor, sebuah cincin, dan dua buah gelang anak. Meski begitu, Widi –panggilan akran AKP Widiarti– mengaku belum bisa memastikan kebenaran itu. Pihaknya belum melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Ancam Laporkan Penyidik ke Kapolri

”Kalau dari pengakuan para korban saat audiensi, ada memang yang mengaku pernah mengambil aset milik Nia dan keluarganya atas seizin keluarganya. Tapi kami belum bisa memastikan hal itu karena belum melakukan penyelidikan,” bebernya.

Widi menjelaskan, hingga kemarin belum ada korban yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Nia. Kepolisian juga belum mengamankan wanita 25 tahun itu. ”Polisi tidak bisa bertindak tanpa adanya laporan. Setelah ada yang melapor, baru kami bisa melakukan tahapan hukum, termasuk penyelidikan atau misalnya penahanan dan lain-lain sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sukarno, 73, warga Desa Pandian, Kota Sumenep yang mengaku menjadi salah satu korban dugaan penipuan yang dilakukan Nia tidak berani melapor karena tidak memiliki bukti kuat. ”Kami semua hampir sama, bukti tidak ada. Mungkin ada yang punya bukti kuitansi pembayaran atau bukti transfer, tapi saya tidak punya,” katanya.

Baca Juga :  Tergiur Pesugihan, PNS Rugi Rp 740 Juta

SUMENEP – Dugaan penipuan berkedok investasi sembako murah yang dilakukan Nia Ekawati, warga Desa Pandian, Kota Sumenep, terus memunculkan fakta baru. Berdasarkan info yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), para korban sempat menyita beberapa aset milik Nia.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti membenarkan hal tersebut. Menurut dia, berdasarkan keterangan para korban saat audiensi di Aula Sutanto Polres Sumenep, Kamis (1/3), para korban mengakui telah mengambil beberapa aset milik Nia.

Aset-aset tersebut di antaranya, satu unit mobil, sebuah lemari hias, sebuah meja marmer, sebuah lemari pakaian, satu unit sepeda motor, sebuah cincin, dan dua buah gelang anak. Meski begitu, Widi –panggilan akran AKP Widiarti– mengaku belum bisa memastikan kebenaran itu. Pihaknya belum melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Baca Juga :  Ustad Bodong Tipu Bisa Gandakan Uang

”Kalau dari pengakuan para korban saat audiensi, ada memang yang mengaku pernah mengambil aset milik Nia dan keluarganya atas seizin keluarganya. Tapi kami belum bisa memastikan hal itu karena belum melakukan penyelidikan,” bebernya.

Widi menjelaskan, hingga kemarin belum ada korban yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Nia. Kepolisian juga belum mengamankan wanita 25 tahun itu. ”Polisi tidak bisa bertindak tanpa adanya laporan. Setelah ada yang melapor, baru kami bisa melakukan tahapan hukum, termasuk penyelidikan atau misalnya penahanan dan lain-lain sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sukarno, 73, warga Desa Pandian, Kota Sumenep yang mengaku menjadi salah satu korban dugaan penipuan yang dilakukan Nia tidak berani melapor karena tidak memiliki bukti kuat. ”Kami semua hampir sama, bukti tidak ada. Mungkin ada yang punya bukti kuitansi pembayaran atau bukti transfer, tapi saya tidak punya,” katanya.

Baca Juga :  Napi┬áKendalikan Ani dan Dewan Jemput Narkoba

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/