alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Berharap Car Free Day Lebih Meriah

SUMENEP – Rencana pengelolaan car free day (CFD) oleh Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mulai dijalankan. Sejak kemarin (3/2) JPRM mematangkan rencana pengelolaan CFD. Salah satunya dengan mendengarkan pendapat warga yang datang ke CFD.

Sebagian besar warga Sumenep tidak hanya memanfaatkan CFD sebagai tempat untuk berolahraga. Tetapi juga mencari hiburan dan berkumpul bersama keluarga. Seperti yang dilakukan Dwi Bagus, 35, warga Desa Kolor, Kota Sumenep.

Bersama istri dan dua anaknya, Bagus yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah di Sumenep sering menghabiskan Minggu pagi dengan berkumpul bersama keluarga. ”Menikmati waktu libur sama anak-anak,” katanya.

”Hari lain kan sibuk, saya ngajar, anak-anak sekolah, jadi paling ketemu malam hari. Momen CFD ini bisa jadi alternatif saya untuk mencari hiburan bareng keluarga,” sambung Bagus.

Baca Juga :  Pj Bupati Tunggu SK Kemendagri, DPRD Siap Bersinergi

Dimintai pendapat tentang rencana kerja sama Pemkab Sumenep dengan JPRM terkait pengelolaan CFD? Agus mengaku setuju. Menurut dia, perlu ada pihak pengelola yang fokus pada pengembangan CFD, terutama fasilitas dan hiburan untuk warga.

”Saya tahu beberapa event yang digelar Radar Madura hampir semuanya bagus. Jadi mungkin saja dengan dikelola bersama Radar Madura bisa ada warna baru di CFD ini,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Nur Magfirah, 21, warga Desa Pamolokan, Sumenep. Wanita yang masih berstatus sebagai mahasiswi ini mengaku hampir setiap Minggu mengikuti kegiatan CFD. Menurut dia, masih banyak yang perlu diperbaiki terkait penyelenggaraan CFD.

”Menurut saya masih kurang hiburannya. Biasanya yang rutin itu senam pagi. Tapi itu saja menurut saya masih kurang. Mungkin bisa ditambah fasilitas lain. Misalnya tempat bermain anak, atau tempat kumpul untuk keluarga. Jadi bisa lebih menarik. Intinya selain sehat juga menyenangkan,” urainya.

Baca Juga :  BN: Bukan Hanya Saya yang Terlibat

SUMENEP – Rencana pengelolaan car free day (CFD) oleh Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mulai dijalankan. Sejak kemarin (3/2) JPRM mematangkan rencana pengelolaan CFD. Salah satunya dengan mendengarkan pendapat warga yang datang ke CFD.

Sebagian besar warga Sumenep tidak hanya memanfaatkan CFD sebagai tempat untuk berolahraga. Tetapi juga mencari hiburan dan berkumpul bersama keluarga. Seperti yang dilakukan Dwi Bagus, 35, warga Desa Kolor, Kota Sumenep.

Bersama istri dan dua anaknya, Bagus yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah di Sumenep sering menghabiskan Minggu pagi dengan berkumpul bersama keluarga. ”Menikmati waktu libur sama anak-anak,” katanya.


”Hari lain kan sibuk, saya ngajar, anak-anak sekolah, jadi paling ketemu malam hari. Momen CFD ini bisa jadi alternatif saya untuk mencari hiburan bareng keluarga,” sambung Bagus.

Baca Juga :  Baddrut Tamam Resmi Gandeng Raja’e

Dimintai pendapat tentang rencana kerja sama Pemkab Sumenep dengan JPRM terkait pengelolaan CFD? Agus mengaku setuju. Menurut dia, perlu ada pihak pengelola yang fokus pada pengembangan CFD, terutama fasilitas dan hiburan untuk warga.

”Saya tahu beberapa event yang digelar Radar Madura hampir semuanya bagus. Jadi mungkin saja dengan dikelola bersama Radar Madura bisa ada warna baru di CFD ini,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Nur Magfirah, 21, warga Desa Pamolokan, Sumenep. Wanita yang masih berstatus sebagai mahasiswi ini mengaku hampir setiap Minggu mengikuti kegiatan CFD. Menurut dia, masih banyak yang perlu diperbaiki terkait penyelenggaraan CFD.

”Menurut saya masih kurang hiburannya. Biasanya yang rutin itu senam pagi. Tapi itu saja menurut saya masih kurang. Mungkin bisa ditambah fasilitas lain. Misalnya tempat bermain anak, atau tempat kumpul untuk keluarga. Jadi bisa lebih menarik. Intinya selain sehat juga menyenangkan,” urainya.

Baca Juga :  Wahid Foundation Susun Rencana Aksi Desa Damai

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/