alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Pembentukan Bapemperda Baru Dibahas Pekan Ini

SUMENEP – Sudah empat bulan lamanya anggota DPRD Sumenep dilantik dan diambil sumpah jabatan. Kendati demikian, pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) sampai saat ini belum sepenuhnya rampung. Salah satunya, badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda). Akibatnya, program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2020 sampai saat ini belum dibahas.

Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir tidak menampik hal itu. Dia berjanji pembentukan bapemperda akan dibahas mulai pekan ini. ”Minggu ini kita akan rapat dengan bamus (badan musyawarah) DPRD untuk menjadwal pembentukan bapemperda dan memparipurnakan tatib (tata tertib),” ucapnya kemarin (2/12).

Hamid berdalih, bapemperda belum terbentuk karena dewan fokus dengan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 yang baru selesai dibahas. Menurut dia, pembahasan APBD menjadi prioritas karena jika terlambat, akan menghambat gaji anggota dewan. ”Kemarin waktunya terpakai pembahasan APBD,” kata politikus PKB tersebut.

Baca Juga :  Penyebar Hoax Kecelakaan Masuk Mapolres

Hamid mengakui, prakarsa propemperda usulan DPRD maupun eksekutif yang akan dibahas di 2020 sampai saat ini belum ditentukan. Sebab, bapemperda belum terbentuk. ”Kita sudah meminta teman-teman untuk konsultasi ke biro hukum provinsi untuk pembentukan bapemperda,” kata Hamid.

Mantan ketua komisi I itu menjelaskan, bapemperda bermaterikan sebelas anggota yang diusulkan dari masing-masing fraksi. Dengan ketentuan, setiap fraksi menempatkan satu hingga tiga anggotanya. ”Jatahnya bergantung kepada banyaknya perolehan kursi,” jelasnya.

Menurut Hamid, setelah pembentukan bapemperda, baru menentukan propemperda yang akan dibahas di 2020. Baik usul prakarsa DPRD Sumenep maupun dari unsur eksekutif. ”Termasuk yang akan kita bahas, raperda yang belum selesai tahun ini,” pungkasnya. (jup)

Baca Juga :  Dishub Mangkir, Komisi III Berang

SUMENEP – Sudah empat bulan lamanya anggota DPRD Sumenep dilantik dan diambil sumpah jabatan. Kendati demikian, pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) sampai saat ini belum sepenuhnya rampung. Salah satunya, badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda). Akibatnya, program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2020 sampai saat ini belum dibahas.

Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir tidak menampik hal itu. Dia berjanji pembentukan bapemperda akan dibahas mulai pekan ini. ”Minggu ini kita akan rapat dengan bamus (badan musyawarah) DPRD untuk menjadwal pembentukan bapemperda dan memparipurnakan tatib (tata tertib),” ucapnya kemarin (2/12).

Hamid berdalih, bapemperda belum terbentuk karena dewan fokus dengan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 yang baru selesai dibahas. Menurut dia, pembahasan APBD menjadi prioritas karena jika terlambat, akan menghambat gaji anggota dewan. ”Kemarin waktunya terpakai pembahasan APBD,” kata politikus PKB tersebut.

Baca Juga :  Nasib Honorer K-2 Terkatung-katung

Hamid mengakui, prakarsa propemperda usulan DPRD maupun eksekutif yang akan dibahas di 2020 sampai saat ini belum ditentukan. Sebab, bapemperda belum terbentuk. ”Kita sudah meminta teman-teman untuk konsultasi ke biro hukum provinsi untuk pembentukan bapemperda,” kata Hamid.

Mantan ketua komisi I itu menjelaskan, bapemperda bermaterikan sebelas anggota yang diusulkan dari masing-masing fraksi. Dengan ketentuan, setiap fraksi menempatkan satu hingga tiga anggotanya. ”Jatahnya bergantung kepada banyaknya perolehan kursi,” jelasnya.

Menurut Hamid, setelah pembentukan bapemperda, baru menentukan propemperda yang akan dibahas di 2020. Baik usul prakarsa DPRD Sumenep maupun dari unsur eksekutif. ”Termasuk yang akan kita bahas, raperda yang belum selesai tahun ini,” pungkasnya. (jup)

Baca Juga :  Dishub Mangkir, Komisi III Berang
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/