alexametrics
20.5 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Suami di Rutan, Istri Digaruk Satpol PP

BANGKALAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan merazia rumah warga yang diduga jadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) Kamis (2/11). Dari rumah di Kelurahan Pengeranan, Kecamatan Kota, itu petugas mengamankan dua perempuan.

Mereka masing-masing berinisial FOW, 19, warga Desa Banyuajuh, Kamal, dan NH, 21, warga Desa Ombul, Arosbaya. Dari lokasi razia mereka digiring ke kantor penegak perda untuk didata dan dilakukan pembinaan.

Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Muhammad Rufai mengatakan, awalnya mendapatkan laporan bahwa rumah warga berinisial S itu dijadikan tempat transit PSK. Malam hari sebelum menggelar operasi, petugas sudah melakukan pengintaian. Saat itu, wanita penghibur pergi dengan pria hidung belang.

Razia kemarin melibatkan tokoh masyarakat. ”Saat diamankan di rumah S, kedua wanita ini sedang tidur,” terangnya. Sementara pemilik rumah tidak ada. ”Kami sudah menghubungi orang tuanya,” ucapnya.

Baca Juga :  Harus Jadi Tokoh Panutan Inspiratif

Rufai meminta warga melapor jika mengetahui tempat yang diduga tempat mangkal PSK dan tempat kos yang diduga dijadikan tempat mesum. Berbekal laporan itu pihaknya akan langsung bergerak untuk melakukan razia.

Diharapkan, langkah itu bisa mencegah praktik mesum. Dengan demikian, Kota Salak bisa bebas dari kemaksiatan. ”Praktik-praktik mesum harus dihilangkan dari Bangkalan,” paparnya.

Sementara FOW mengaku bukan wanita panggilan. Dia beralasan bermalam di rumah S karena sang suami sedang menjalani hukuman di Rutan Kelas II Bangkalan karena kasus narkoba.

Karena itu, dia lebih mudah untuk membesuk. ”Kalau tinggal disana (rumah S, Red) kan enak, lebih gampang jenguk suami,” ucapnya sambil menutup muka.

BANGKALAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan merazia rumah warga yang diduga jadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) Kamis (2/11). Dari rumah di Kelurahan Pengeranan, Kecamatan Kota, itu petugas mengamankan dua perempuan.

Mereka masing-masing berinisial FOW, 19, warga Desa Banyuajuh, Kamal, dan NH, 21, warga Desa Ombul, Arosbaya. Dari lokasi razia mereka digiring ke kantor penegak perda untuk didata dan dilakukan pembinaan.

Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Muhammad Rufai mengatakan, awalnya mendapatkan laporan bahwa rumah warga berinisial S itu dijadikan tempat transit PSK. Malam hari sebelum menggelar operasi, petugas sudah melakukan pengintaian. Saat itu, wanita penghibur pergi dengan pria hidung belang.


Razia kemarin melibatkan tokoh masyarakat. ”Saat diamankan di rumah S, kedua wanita ini sedang tidur,” terangnya. Sementara pemilik rumah tidak ada. ”Kami sudah menghubungi orang tuanya,” ucapnya.

Baca Juga :  Nurfitriana Busyro Karim: Perempuan Adalah Ibu Peradaban

Rufai meminta warga melapor jika mengetahui tempat yang diduga tempat mangkal PSK dan tempat kos yang diduga dijadikan tempat mesum. Berbekal laporan itu pihaknya akan langsung bergerak untuk melakukan razia.

Diharapkan, langkah itu bisa mencegah praktik mesum. Dengan demikian, Kota Salak bisa bebas dari kemaksiatan. ”Praktik-praktik mesum harus dihilangkan dari Bangkalan,” paparnya.

Sementara FOW mengaku bukan wanita panggilan. Dia beralasan bermalam di rumah S karena sang suami sedang menjalani hukuman di Rutan Kelas II Bangkalan karena kasus narkoba.

Karena itu, dia lebih mudah untuk membesuk. ”Kalau tinggal disana (rumah S, Red) kan enak, lebih gampang jenguk suami,” ucapnya sambil menutup muka.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/