alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Mobil Dinas DPRD Sampang Raib

SAMPANG – DPRD Sampang diterpa kabar tak sedap. Sebuh pesan singkat beredar mengatasnamakan sekretariat dewan. Isi short message service (SMS) menyatakan ada dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) yang dipakai wakil rakyat.

Pesan dari nomor 08523570141 itu ditujukan kepada Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar. Kendaraan dinas yang diduga digelapkan itu dua unit jenis Suzuki Ertiga. Dugaan penyelundupan aset itu menyeret nama Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima dan satu anggota DPRD Jikun (Moh. Jaikun).

Sekretaris DPRD Sampang M. Anwar Abdullah mengaku ada tiga mobdin yang diduga digadaikan oknum. Kasus tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai sekretaris dewan (Sekwan). Awalnya, kata dia, oknum tersebut melakukan peminjaman uang dengan jaminan mobil.

”Mobil yang dijadikan jaminan itu mobil pribadi. Namun karena bermasalah, entah dengan alasan apa ditukar dengan mobdin tersebut (mobdin),” katanya di ruang kerjanya Kamis (2/11).

Baca Juga :  Tak Dapat Kursi, Golkar Tunggu KPU

Mantan sekretaris inspektorat itu menambahkan, karena tidak sanggup membayar, akhirnya mobdin yang menjadi korban. Ada tiga unit kendaraan yang digadaikan. Yakni, Innova satu unit dan dua unit Ertiga. ”Dugaan itu memang benar adanya. Tapi saat ini tinggal satu mobil jenis Suzuki Ertiga yang belum dikembalikan. Saya tidak akan menyebutkan namanya,” ujarnya.

Ditanya penyebar pesan singkat yang mengatasnamakan pejabat sekretariat DPRD, Anwar membantah. Pihaknya tidak tahu-menahu mengenai pesan singkat tersebut. Bahkan, nomor yang tertera di pesan singkat itu juga tidak dikenalinya. ”Tapi kalau ada satu mobil yang belum kembali ke Sekwan, memang benar,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima dengan tegas membantah. Dia mengaku tidak ada keterlibatan dalam kasus tersebut. Bahkan, tidak pernah memakai kendaraan Ertiga seperti disebutkan dalam pesan singkat itu.

Baca Juga :  Jihad Bagikan 10 Ribu Nasi Bungkus Kepada Korban Banjir

”Isi SMS itu tidak benar kalau mencatut nama saya. Jangankan memakai, warnanya saja saya tidak tahu. Saya hanya memakai X-Trail. Mari konfrontasi dengan saya. Silakan dicek ke Sekwan,” tegasnya.

Politikus asal Kecamatan Jrengik itu menambahkan, pencatutan namanya dalam SMS itu dinilai telah mencemarkan nama baiknya. Karena itu, dia akan melaporkan penyebar SMS tersebut. ”Siapa pun orangnya, saya akan laporkan ke polisi,” ancamnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Jaikun. Dia mengaku tidak pernah menggunakan kendaraan Ertiga. Pihaknya juga tidak tahu-menahu atas penyebar SMS yang menyebut dirinya. ”Jangankan menggelapkan, saya tidak pernah memakai kendaraan dinas mobil Ertiga,” tegasnya.

SAMPANG – DPRD Sampang diterpa kabar tak sedap. Sebuh pesan singkat beredar mengatasnamakan sekretariat dewan. Isi short message service (SMS) menyatakan ada dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) yang dipakai wakil rakyat.

Pesan dari nomor 08523570141 itu ditujukan kepada Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar. Kendaraan dinas yang diduga digelapkan itu dua unit jenis Suzuki Ertiga. Dugaan penyelundupan aset itu menyeret nama Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima dan satu anggota DPRD Jikun (Moh. Jaikun).

Sekretaris DPRD Sampang M. Anwar Abdullah mengaku ada tiga mobdin yang diduga digadaikan oknum. Kasus tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai sekretaris dewan (Sekwan). Awalnya, kata dia, oknum tersebut melakukan peminjaman uang dengan jaminan mobil.


”Mobil yang dijadikan jaminan itu mobil pribadi. Namun karena bermasalah, entah dengan alasan apa ditukar dengan mobdin tersebut (mobdin),” katanya di ruang kerjanya Kamis (2/11).

Baca Juga :  Unija Dukung Gelaran Madura Awards

Mantan sekretaris inspektorat itu menambahkan, karena tidak sanggup membayar, akhirnya mobdin yang menjadi korban. Ada tiga unit kendaraan yang digadaikan. Yakni, Innova satu unit dan dua unit Ertiga. ”Dugaan itu memang benar adanya. Tapi saat ini tinggal satu mobil jenis Suzuki Ertiga yang belum dikembalikan. Saya tidak akan menyebutkan namanya,” ujarnya.

Ditanya penyebar pesan singkat yang mengatasnamakan pejabat sekretariat DPRD, Anwar membantah. Pihaknya tidak tahu-menahu mengenai pesan singkat tersebut. Bahkan, nomor yang tertera di pesan singkat itu juga tidak dikenalinya. ”Tapi kalau ada satu mobil yang belum kembali ke Sekwan, memang benar,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima dengan tegas membantah. Dia mengaku tidak ada keterlibatan dalam kasus tersebut. Bahkan, tidak pernah memakai kendaraan Ertiga seperti disebutkan dalam pesan singkat itu.

Baca Juga :  Tak Dapat Kursi, Golkar Tunggu KPU
- Advertisement -

”Isi SMS itu tidak benar kalau mencatut nama saya. Jangankan memakai, warnanya saja saya tidak tahu. Saya hanya memakai X-Trail. Mari konfrontasi dengan saya. Silakan dicek ke Sekwan,” tegasnya.

Politikus asal Kecamatan Jrengik itu menambahkan, pencatutan namanya dalam SMS itu dinilai telah mencemarkan nama baiknya. Karena itu, dia akan melaporkan penyebar SMS tersebut. ”Siapa pun orangnya, saya akan laporkan ke polisi,” ancamnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Jaikun. Dia mengaku tidak pernah menggunakan kendaraan Ertiga. Pihaknya juga tidak tahu-menahu atas penyebar SMS yang menyebut dirinya. ”Jangankan menggelapkan, saya tidak pernah memakai kendaraan dinas mobil Ertiga,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/