alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Madura Awards 2017 Siap Digelar, JPRM Tambah Kategori Nominasi

BANGKALAN – Ajang penghargaan bergengsi yang digagas Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali akan dihelat jelang akhir tahun ini. Gelar akbar Madura Awards (MA) itu bakal dimulai Senin (6/11) pekan depan.

Pembaca setia JPRM sudah bisa menentukan tokoh pilihan yang akan dinominasikan menjadi tokoh populer. Yakni, dengan cara menggunting balot dukungan yang terbit setiap hari di koran JPRM ini. Kemudian, tulis nama tokoh pilihan beserta kategori.

Penghargaan tahun ini dipastikan bakal lebih kompetitif. JPRM menambah beberapa kategori. Pada kategori yang berbasis partisipasi pilihan pembaca, nominasi yang semula hanya tiga kategori, menjadi empat kategori. Yakni, tokoh pejabat/politik, tokoh pendidikan, tokoh muda, dan tokoh perempuan inspiratif.

”Tokoh perempuan inspiratif sengaja kita tambahkan pada penghargaan tahun 2017 ini karena kami pandang banyak perempuan di Madura ini yang berjiwa visioner. Mereka pun juga layak mendapat penghargaan,” ucap Kepala Event JPRM Moh. Sugianto, Kamis (2/11).

Baca Juga :  Pemenang MA Geser ke Makkah

Kategori berbasis kompetisi juga ada penambahan. Sebelumnya hanya empat kategori, kini menjadi lima kategori. Perinciannya, kabupaten paling berprestasi, kecamatan menonjol dalam pelayanan publik, SKPD menonjol dalam pelayanan publik, BUMD leader, dan BUMDes paling bergeliat/inovatif.

Pria asli Kecamatan Blega itu berharap, penghargaan yang sudah berjalan kali kelima ini berjalan sukses dan lancar. ”Tentu hal ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak. Termasuk pemerintahan di empat kabupaten di Madura,” tambahnya.

Koordinator Bagian Pemasaran JPRM Gatos S. Tomo mengatakan, teknis dukungan pilihan pembaca tidak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Pembaca mengumpulkan balot di koran JPRM. ”Di balot itu pembaca mengisi identitas pribadi dan mengisi tokoh pilihannya. Setelah itu, dikumpulkan di kantor JPRM di tiap kabupaten,” ucapnya.

Baca Juga :  Rumuskan Sistem Penjurian Penghargaan Berbasis Kompetisi

Gatot juga menambahkan, jika ada pembaca yang mau mendukung nomine secara kolektif, pihaknya sangat siap memfasilitasi. ”Silakan hubungi kru JPRM di kabupaten masing-masing,” pungkasnya.

Panitia Penjurian Madura Awards 2017 Mohtazul Farid mengatakan, ada dua model pendekatan dalam ajang ini. Pertama pendekatan model partisipasi pembaca. Hal ini dilakukan dengan cara meggunting balot.

Model kedua adalah berbasis kompetensi. Penilaiannya dengan cara melibatkan juri dari perguruan tinggi berkompeten. Dari Sumenep akan diwakili Universitas Wiraraja (Unija), dari Pamekasan Universitas Madura (Unira), Sampang dari STIT Nazhatut Thullab (Nata), dan Bangkalan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

”Tim juri ini terlebih dahulu akan kita undang untuk menyatukan satu visi terkait poin-poin penilaian. Baru setelah itu didampingi wartawan di masing-masing kabupaten turun menilai secara langsung,” tandasnya.

BANGKALAN – Ajang penghargaan bergengsi yang digagas Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali akan dihelat jelang akhir tahun ini. Gelar akbar Madura Awards (MA) itu bakal dimulai Senin (6/11) pekan depan.

Pembaca setia JPRM sudah bisa menentukan tokoh pilihan yang akan dinominasikan menjadi tokoh populer. Yakni, dengan cara menggunting balot dukungan yang terbit setiap hari di koran JPRM ini. Kemudian, tulis nama tokoh pilihan beserta kategori.

Penghargaan tahun ini dipastikan bakal lebih kompetitif. JPRM menambah beberapa kategori. Pada kategori yang berbasis partisipasi pilihan pembaca, nominasi yang semula hanya tiga kategori, menjadi empat kategori. Yakni, tokoh pejabat/politik, tokoh pendidikan, tokoh muda, dan tokoh perempuan inspiratif.


”Tokoh perempuan inspiratif sengaja kita tambahkan pada penghargaan tahun 2017 ini karena kami pandang banyak perempuan di Madura ini yang berjiwa visioner. Mereka pun juga layak mendapat penghargaan,” ucap Kepala Event JPRM Moh. Sugianto, Kamis (2/11).

Baca Juga :  Dandim Siap Amankan Pilkada

Kategori berbasis kompetisi juga ada penambahan. Sebelumnya hanya empat kategori, kini menjadi lima kategori. Perinciannya, kabupaten paling berprestasi, kecamatan menonjol dalam pelayanan publik, SKPD menonjol dalam pelayanan publik, BUMD leader, dan BUMDes paling bergeliat/inovatif.

Pria asli Kecamatan Blega itu berharap, penghargaan yang sudah berjalan kali kelima ini berjalan sukses dan lancar. ”Tentu hal ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak. Termasuk pemerintahan di empat kabupaten di Madura,” tambahnya.

Koordinator Bagian Pemasaran JPRM Gatos S. Tomo mengatakan, teknis dukungan pilihan pembaca tidak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Pembaca mengumpulkan balot di koran JPRM. ”Di balot itu pembaca mengisi identitas pribadi dan mengisi tokoh pilihannya. Setelah itu, dikumpulkan di kantor JPRM di tiap kabupaten,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Pembuang Bayi Malang

Gatot juga menambahkan, jika ada pembaca yang mau mendukung nomine secara kolektif, pihaknya sangat siap memfasilitasi. ”Silakan hubungi kru JPRM di kabupaten masing-masing,” pungkasnya.

Panitia Penjurian Madura Awards 2017 Mohtazul Farid mengatakan, ada dua model pendekatan dalam ajang ini. Pertama pendekatan model partisipasi pembaca. Hal ini dilakukan dengan cara meggunting balot.

Model kedua adalah berbasis kompetensi. Penilaiannya dengan cara melibatkan juri dari perguruan tinggi berkompeten. Dari Sumenep akan diwakili Universitas Wiraraja (Unija), dari Pamekasan Universitas Madura (Unira), Sampang dari STIT Nazhatut Thullab (Nata), dan Bangkalan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

”Tim juri ini terlebih dahulu akan kita undang untuk menyatukan satu visi terkait poin-poin penilaian. Baru setelah itu didampingi wartawan di masing-masing kabupaten turun menilai secara langsung,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pengguna Anggaran Lolos dari Jerat Hukum

Renovasi Monumen Arek Lancor Dikebut

Pemimpin Baru, Harapan Baru

Artikel Terbaru

/