alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Sebelum Ditangkap Syafii Menghadiri Penutupan TMMD

PAMEKASAN – Penangkapan Bupati Achmad Syafii oleh KPK cukup mengejutkan. Saat digiring ke mobil untuk dibawa ke Jakarta, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu mengenakan baju dinas abu-abu dan celana cokelat. Dia memakai kacamata dan topi Korpri.

Wajah Syafii sedikit pucat. Namun dia masih sempat melemparkan senyum kepada awak media yang sudah lama menunggu di halaman Mapolres Pamekasan. Dia lantas masuk ke mobil polisi.

Sebelum ditangkap KPK, suami Anni Syafii itu menghadiri acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Di acara tersebut dia berkesempatan menerima penyerahan tanda berakhirnya acara TMMD dari TNI.

Baca Juga :  Kemendag Stop Ekspor CPO dan Terbitkan Permendag 22 tahun 2022

Sekitar pukul 11.00, Syafii kembali ke Pendapa Ronggosukowati. Mobil yang dia tumpangi sudah masuk halaman pendapa. Namun saat itu juga ada mobil KPK yang mencegah dan kemudian membawa Syafii ke Mapolres Pamekasan.

Syafii diamankan di ruang penyidikan mapolres bersama pejabat lainnya yang ditangkap. Sekitar pukul 12.10 Syafii dibawa menuju Jakarta.

Jawa Pos Radar Madura mendatangi Pendapa Ronggosukowati. Situasi di pendapa hening. Di halaman pendapa banyak mobil parkir. Beberapa pejabat di pendapa terlihat berbincang-bincang dengan wajah serius namun suara pelan.

Plt Sekkab Pamekasan Mohammad Alwi saat itu ada di pendapa. Dia tidak berani bicara  tentang penangkapan bupati. Alwi mengaku tidak tahu kasus apa yang menyebabkan Syafii berurusan dengan KPK.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pemakai Narkoba

”Kami menunggu status beliau (bupati, Red) bagaimana. Kami akan berkoordinasi dengan pemprov terkait pemerintahan di Pamekasan setelah bupati dibawa KPK,” ucapnya.

PAMEKASAN – Penangkapan Bupati Achmad Syafii oleh KPK cukup mengejutkan. Saat digiring ke mobil untuk dibawa ke Jakarta, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu mengenakan baju dinas abu-abu dan celana cokelat. Dia memakai kacamata dan topi Korpri.

Wajah Syafii sedikit pucat. Namun dia masih sempat melemparkan senyum kepada awak media yang sudah lama menunggu di halaman Mapolres Pamekasan. Dia lantas masuk ke mobil polisi.

Sebelum ditangkap KPK, suami Anni Syafii itu menghadiri acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Di acara tersebut dia berkesempatan menerima penyerahan tanda berakhirnya acara TMMD dari TNI.

Baca Juga :  Berbagai Hiburan Bakal Meriahkan HUT JPRM

Sekitar pukul 11.00, Syafii kembali ke Pendapa Ronggosukowati. Mobil yang dia tumpangi sudah masuk halaman pendapa. Namun saat itu juga ada mobil KPK yang mencegah dan kemudian membawa Syafii ke Mapolres Pamekasan.

Syafii diamankan di ruang penyidikan mapolres bersama pejabat lainnya yang ditangkap. Sekitar pukul 12.10 Syafii dibawa menuju Jakarta.

Jawa Pos Radar Madura mendatangi Pendapa Ronggosukowati. Situasi di pendapa hening. Di halaman pendapa banyak mobil parkir. Beberapa pejabat di pendapa terlihat berbincang-bincang dengan wajah serius namun suara pelan.

Plt Sekkab Pamekasan Mohammad Alwi saat itu ada di pendapa. Dia tidak berani bicara  tentang penangkapan bupati. Alwi mengaku tidak tahu kasus apa yang menyebabkan Syafii berurusan dengan KPK.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pemakai Narkoba

”Kami menunggu status beliau (bupati, Red) bagaimana. Kami akan berkoordinasi dengan pemprov terkait pemerintahan di Pamekasan setelah bupati dibawa KPK,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/