alexametrics
21.5 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Pembantu Antarkan Baju Tersangka

PAMEKASAN – Saat penangkapan Bupati Pamekasan, halaman Mapolres Pamekasan yang semula sepi mendadak ramai. Kendaraan dinas sejumlah pejabat lalu-lalang di halaman markas Korps Bhayangkara itu. Mobil pribadi ikut menyesaki lahan parkir.

Bus milik Polres Pamekasan berwarna cokelat stand by tepat di depan ruang humas. Puluhan motor trail ditunggangi pasukan pengurai massa (raimas) Sat Sabhara Polres Pamekasan siap menjalankan tugas.

Awak media mengerumuni pintu utama mapolres. Para kuli tinta menunggu keluarnya sebelas orang yang diamankan KPK. Komisi antirasuah itu meminjam satu ruangan polres untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan.

Pintu utama polres terkunci. Terlihat dari luar kaca sejumlah perwira sibuk di ruangan itu. Personel dari satuan sabhara bersenjata lengkap menjaga pintu utama. Sebagian menggunakan topeng penutup wajah.

Beberapa saat kemudian, mobil Innova putih masuk ke halaman mapolres. Sejumlah perempuan turun dari mobil dinas yang biasa dipakai Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya itu.

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Sambut Sumenep Mengukir

Perempuan berhijab yang keluar dari mobil putih itu menenteng tas berbahan kertas. Tas tersebut berisi pakaian ganti. Itu diketahui setelah polisi menanyakan maksud dan tujuan perempuan datang ke polres.

Tas yang dibawa perempuan tersebut dibawa ke ruang pemeriksaan. Tidak menunggu lama, perempuan yang raut wajahnya terlihat lesu dan mata memerah itu pergi meninggalkan mapolres. ”Keluarga Pak Kajari,” kata sopir yang mengantarkan dia.

Pukul 10.30, perempuan berpenampilan sederhana dan memakai baju biru kombinasi putih lengkap dengan kerudung oranye terlihat bingung. Kepada awak media dia menanyakan ruangan Pak Tomo.

Perempuan itu juga membawa tas berbahan kertas. Tas warna kuning tersebut berisi pakaian. Tidak satu pun polisi mengetahui ruangan Pak Tomo. Ternyata, perempuan itu hendak mengantarkan pakaian ganti milik Sutjipto Utomo, kepala Inspektorat Pamekasan yang diciduk KPK.

Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Sarpan menyambangi perempuan itu lalu membawa pakaian tersebut ke gedung utama Polres Pamekasan. Ibu yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku pembantu di rumah Utomo.

Baca Juga :  Hemat Anggaran, Bupati Banting Setir

Dia diminta keluarga Utomo mengantarkan baju ganti. ”Saya hanya mengantarkan baju bapak. Saya tidak tahu apa-apa,” katanya lalu berlari keluar dari mapolres dan menghindari wartawan.

Keluarga orang-orang yang ditangkap KPK terus berdatangan. Sejumlah kepala desa juga terlihat di halaman mapolres. Mereka menyaksikan langsung rekan dan keluarganya digelandang ke bus bernopol 508-64 itu.

Ketua Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Pamekasan Kompol Harnoto mengaku tidak mengetahui kronologi penangkapan sejumlah pejabat. Dia mengaku tidak pernah ada koordinasi apa pun dari KPK. ”Tiba-tiba ada penangkapan,” katanya.

Pria yang juga menjabat Wakapolres Pamekasan itu mengaku prihatin atas penangkapan tersebut. Terlebih, salah satu yang ditangkap KPK adalah wakil ketua UPP atau yang biasa disebut tim saber pungli.

 

PAMEKASAN – Saat penangkapan Bupati Pamekasan, halaman Mapolres Pamekasan yang semula sepi mendadak ramai. Kendaraan dinas sejumlah pejabat lalu-lalang di halaman markas Korps Bhayangkara itu. Mobil pribadi ikut menyesaki lahan parkir.

Bus milik Polres Pamekasan berwarna cokelat stand by tepat di depan ruang humas. Puluhan motor trail ditunggangi pasukan pengurai massa (raimas) Sat Sabhara Polres Pamekasan siap menjalankan tugas.

Awak media mengerumuni pintu utama mapolres. Para kuli tinta menunggu keluarnya sebelas orang yang diamankan KPK. Komisi antirasuah itu meminjam satu ruangan polres untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan.


Pintu utama polres terkunci. Terlihat dari luar kaca sejumlah perwira sibuk di ruangan itu. Personel dari satuan sabhara bersenjata lengkap menjaga pintu utama. Sebagian menggunakan topeng penutup wajah.

Beberapa saat kemudian, mobil Innova putih masuk ke halaman mapolres. Sejumlah perempuan turun dari mobil dinas yang biasa dipakai Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya itu.

Baca Juga :  Pembangunan Pamekasan Terbaik Se-Madura

Perempuan berhijab yang keluar dari mobil putih itu menenteng tas berbahan kertas. Tas tersebut berisi pakaian ganti. Itu diketahui setelah polisi menanyakan maksud dan tujuan perempuan datang ke polres.

Tas yang dibawa perempuan tersebut dibawa ke ruang pemeriksaan. Tidak menunggu lama, perempuan yang raut wajahnya terlihat lesu dan mata memerah itu pergi meninggalkan mapolres. ”Keluarga Pak Kajari,” kata sopir yang mengantarkan dia.

Pukul 10.30, perempuan berpenampilan sederhana dan memakai baju biru kombinasi putih lengkap dengan kerudung oranye terlihat bingung. Kepada awak media dia menanyakan ruangan Pak Tomo.

Perempuan itu juga membawa tas berbahan kertas. Tas warna kuning tersebut berisi pakaian. Tidak satu pun polisi mengetahui ruangan Pak Tomo. Ternyata, perempuan itu hendak mengantarkan pakaian ganti milik Sutjipto Utomo, kepala Inspektorat Pamekasan yang diciduk KPK.

Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Sarpan menyambangi perempuan itu lalu membawa pakaian tersebut ke gedung utama Polres Pamekasan. Ibu yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku pembantu di rumah Utomo.

Baca Juga :  Optimalisasi Teknologi Digital, BRI Terus Tingkatkan Bisnis Wealth Management

Dia diminta keluarga Utomo mengantarkan baju ganti. ”Saya hanya mengantarkan baju bapak. Saya tidak tahu apa-apa,” katanya lalu berlari keluar dari mapolres dan menghindari wartawan.

Keluarga orang-orang yang ditangkap KPK terus berdatangan. Sejumlah kepala desa juga terlihat di halaman mapolres. Mereka menyaksikan langsung rekan dan keluarganya digelandang ke bus bernopol 508-64 itu.

Ketua Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Pamekasan Kompol Harnoto mengaku tidak mengetahui kronologi penangkapan sejumlah pejabat. Dia mengaku tidak pernah ada koordinasi apa pun dari KPK. ”Tiba-tiba ada penangkapan,” katanya.

Pria yang juga menjabat Wakapolres Pamekasan itu mengaku prihatin atas penangkapan tersebut. Terlebih, salah satu yang ditangkap KPK adalah wakil ketua UPP atau yang biasa disebut tim saber pungli.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/